
Setelah mendapat beberapa batang didalam goa, Zen dan Lin Yan dengan cepat menuju ke kota tempat pelabuhan berada.
Setelah Melakukan perjalan selama hampir setengah bulan mereka pun akhirnya sampai dikota itu. Zen dan Lin Yan langsung mencari sebuah kapal yang ingin pergi menuju benua kerajaan dewa.
Dipinggir pantai Zen hanya dapat melihat satu kapal saja, dia tidak dapat ada kapal yang lain. Zen pun segera berjalan menuju ke kapal itu.
"Apa kau ingin pergi kebenua kerajaan dewa?"
Tanya seorang pria tua yang duduk didekat kapal yang terlihat cukup tua.
"Iya, apa kapal anda akan pergi kesana?"
"Tidak, sudah beberapa tahun ini tidak ada satupun kapal yang dapat pergi kebenua itu."
"Mengapa bisa begitu?"
"Lautan menuju benua itu telah dipenuhi oleh kekacauan, bahkan ada monster tingkat tinggi yang tinggal disana. Mustahil untuk sebuah kapal dapat melewatinya."
"Begitu ya, jadi apa kapal ini hanya sebuah pajangan saja?"
"Iya, kapal ini juga akan hancur tidak lama lagi."
"Apa ada cara lain untuk dapat pergi kebenua itu?"
Sekarang kapal sudah tidak dapat digunakan, Zen berharap ada cara lain untuk dapat pergi kebenua kerajaan dewa.
"Ada, kau bisa menggunakan lingkaran teleportasi yang ada dipusat kota. Hanya saja....."
Pria tua itu berhenti berbicara, ekspresinya menunjukan kalau dia sebenarnya tidak ingin menyarankan Zen untuk menggunakan lingkaran teleportasi itu.
"Hanya saja?"
"Harga untuk menggunakan lingkaran teleportasi itu sangatlah mahal."
"Masalah harga aku tidak memiliki masalah, namun ada sesuatu yang lain bukan?"
__ADS_1
Zen mendapatkan banyak uang dari orang orang yang dia bunuh waktu itu, jadi tidak akan ada masalah baginya walaupun untuk menggunakan lingkaran teleportasi membutuhkan uang yang banyak.
Hanya saja Zen merasa kalau ada masalah yang lain pada lingkaran teleportasi itu selain harganya yang mahal.
"Selain itu itu adalah lingkaran teleportasi yang belum selesai, kau tidak akan tau apa yang akan terjadi setelah menggunakan lingkaran teleportasi tadi itu."
"Begitu ya, terima kasih atas informasinya."
Zen tidak terlalu peduli meski lingkaran teleportasi itu masih belum selesai, baginya selama masih ada kemungkinan untuk dapat pergi kebenua kerajaan dewa itu sudah cukup.
Zen lalu pergi menuju pusat kota bersama Lin Yan. Kota ini jauh lebih baik dari pada kota yang dia kunjungi sebelumnya, para seniman beladiri disini lebih kuat dari kota kota itu.
Zen akhirnya sampai dipusat kota, karena pusat kota itu cukup luas Zen jadi dapat menemukan lingkaran teleportasi itu dengan mudah.
Didekat lingkaran teleportasi itu terdapat beberapa orang yang sedang mengantri, Zen pun segera bergabung keantrian itu.
Karena tidak terlalu banyak yang mengantri Zen tidak membutuhkan waktu lama untuk dapat menggunakan lingkaran teleportasi itu.
Dia langsung membayar semua biaya yang diperlukan, Zen dan Lin Yan berdiri didalam lingkaran dan lingkaran itu langsung aktif.
******
Zen dengan cepat langsung memegang Lin Yan dan terbang menggunakan energi spiritualnya. Zen lalu mendarat secara perlahan.
"Begitu ya, sangat jelas kalau lingkaran teleportasi itu masih belum selesai. Ini jelas benar benar berbahaya."
Meski dia memiliki tubuh yang kuat, namun jika terjatuh dari ketinggian itu tetap akan membuat Zen mendapatkan beberapa luka.
"Apa ini benua kerajaan dewa."
Zen tidak tau dengan pasti apakah dia telah berada dibenua kerajaan dewa atau tidak. Namun yang pasti adalah dia merasakan kalau energi spiritual disini jauh lebih banyak dari pada benua dongchen.
"Benua kerajaan dewa, apa itu berarti dewa tinggal disini?"
"Lin Yan, sebesar apa ketertarikan mu kepada dewa sampai sampai kau berfikir seperti itu."
__ADS_1
"Heh, jadi ini bukan tempat dewa tinggal?"
"Mana mungkin dewa tinggal ditempat seperti ini."
"Perkataanmu terdengar seolah olah kau tau dimana para dewa tinggal."
"Bukankah aku telah mengatakan sebelumnya kalau aku kenal dengan dewa dunia ini. Tentu saja aku tau dimana dia tinggal."
"Apa dewa dunia ini kuat?"
"Tentu saja dia kuat, bahkan hanya dengan menggerakkan jarinya saja dia dapat menghancurkan dunia ini."
Ling Hao adalah salah satu dari 58 orang pemegang mahkota, bagi dirinya menghancurkan beberapa dunia bukanlah sesuatu yang sulit.
"Heh, itu sangat hebat. Apa aku bisa sekuat dirinya?"
"Mungkin kau akan sekuat dirinya dalam beberapa ribu tahun lagi. Dan juga saat waktunya tiba kuharap kau tidak terlalu kecewa setelah mengetahui seperti apa seorang dewa itu."
Bagi orang didunia bawah keberadaan dewa adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Namun bagi orang didunia atas keberadaan dewa adalah sesuatu yang sangat biasa, itu karena mereka tau kalau seorang dewa pada dasarnya tidak ada bedanya dengan manusia atau ras lainnya.
"Disana ada orang, ayo kita bertanya kepadanya."
Zen dapat melihat orang perempuan yang berjarak tidak terlalu jauh dari tempatnya saat ini, Dia dan Lin Yan pun langsung berjalan mendekati perempuan itu.
Perempuan itu menyadari kehadiran Zen dan Lin Yan, diapun langsung mengeluarkan pedang miliknya dan menatap Zen dengan tajam.
"Ah, tolong tenang. Aku tidak ingin melakukan apapun terhadap dirimu, aku hanya ingin bertanya saja."
"Apa yang ingin kau tanyakan?"
Meski dia berbicara dengan lembut, namun perempuan itu masih waspada dengan Zen dan Lin Yan.
"Bisakah kau memberitauku nama tempat aku berada saat ini?"
"Tempat ini adalah bagian dari kerajaan Wei."
__ADS_1
"Ah, maaf. Yang dimaksud apa nama benua ini?"
"Ini adalah benua kerajaan dewa."