Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Pemanggilan Pahlawan <Akhir Arc Orc King>


__ADS_3

[Mantan Manusia, Zen]


-Ya, bagaimana cara mengatakannya. Bukankah tadi adalah pertarungan yang cukup menarik. Benar bukan zen?-


-Ya, Itu adalah pertarungan yang cukup menarik. Pada awalnya kupikir dia tidak akan dapat mengalahkan orc king itu, namun ternyata dia dapat mengalahkannya.-


Tidak kusangka pemicu kebangkitannya datang disaat yang tepat. Meski baru dapat menggunakan setengah dari seluruh kekuatan tiamat, namun itu bukanlah hal yang buruk. setelah kebangkitan ini perkembangannya mungkin akan menjadi lebih cepat dari sebelumnya, dan juga dengan begini aku tidak perlu repot repot untuk membunuhnya.


-Kurasa aku akan pergi untuk menemuinya sebentar.-


-Hmm, untuk apa?-


-Hanya untuk sedikit melihat keadaanya.-


Aku segera pergi menuruni bukit dan menuju kearah accua. Dengan mengubah auraku menjadi seperti seperti seekor burung, aku dapat menuju kearah accua dengan lancar tanpa mendapatkan serangan dari monster yang ada disekitarku. Setelah beberapa saat aku berlari, aku akhirnya berada cukup dekat dengan accua. Aku berhenti berlari dan mulai berjalan.


-Setelah melihatnya lebih dekat, Es yang berada disini ternyata lebih tebal jika dilihat dari atas bukit.-


-Bukankah itu sudah jelas, dari atas bukit kita hanya melihat seberapa luas es ini namun kita tidak dapat melihat seberapa tebal es ini. Lagipula kau sendiri melihat semua itu melaui mataku, jadi wajar saja jika kau melihat beberapa hal yang samar samar.-


-Yah, kurasa kau ada benarnya juga. Jadi dimana dia berada saat ini?-


-Dia ada didepan sana, kita akan melihatnya sebentar lagi.-


Setelah berjalan beberapa saat, aku melihat accua yang sedang sekarat berada didekat mayat orc king.


-Uwah, bukankah lukanya sangat serius. Kau lihat dadanya sampai ada bekas tusukan seperti itu, hebat juga dia masih belum mati sampai saat ini.-


-Ya dia masih hidup karena ada tiamat didalamnya. Dengan adanya tiamat dia masih mampu untuk hidup dalam beberapa hari dengan keadaan yang seperti ini. Ya meskipun dia tidak akan dapat sadar.-


-hmm, lalu apa yang akan kau lakukan padanya?-


-Menyembuhkannya.-


-Menyembuhkannya? Mengapa kau harus menyembuhkanya?-


-Karena akan merepotkan jika dia mati sekarang.-

__ADS_1


Yah meskipun pada awalnya aku berfikir untuk membunuh accua, namun karena dia telah dapat menggunakan setengah kekuatan tiamat jadi akan lebih baik kalau dia tetap hidup. Lagipula mencari penggatinya pasti akan sangat merepotkan.


"Heal."


Aku menggunakan sihir penyembuh untuk menyembuhkan accua. Luka yang berada didadanya mulai menutup, luka lukanya yang lainnyapun menghilang.


-wow, lukanya sudah mulai menghilang."


-Selama dia belum mati, Menyembukah luka seperti ini bukan masalah bagiku. Dan juga kurasa aku akan juga memberikannya sedikit hadiah atas kebangkitannya.-


Aku mengeluarkan beberapa gulungan sihir yang masih kusimpan, dan memasukannya kedalam bajunya.


-Ngomong ngomong bukankah ini adalah ketiga kalinya kau membantunya?-


-Apa yang kau katakan? Aku sama sekali tidak mengerti.-


-Jangan berpura pura bodoh. Selama pertarungannya dengan orc king kau sudah membantunya sebanyak 3 kali. Yang Pertama kau menggunakan sihir Panah cahaya untuk mengacaukan formasi para high orc. Yang Kedua adalah saat kau membuat dinding api itu, jika kau tidak membuatnya mungkin para manusia itu akan mati terkena es ini. Dan yang ketiga adalah menyembuhkan semua lukanya. Sepertinya manusia yang satu ini cukup penting untukmu.-


-Kurasa kau sedikit benar, dia memang cukup penting untukku dan juga seperti yang kubilang sebelumnya kalau akan merepotkan jika dia sampai mati. Lagipula ada beberapa orang yang cukup penting berada didalam dinding api itu.-


-Bagitu ya?-


-Urusan selanjutnya? Urusan apa yang akan kita lakukan?-


-Mencari tubuhmu.-


Meski samar samar aku dapat merasakan kalau dia masih memiliki sebuah tubuh didunia ini. Jadi mencari tubuhnya akan menjadi tujuanku selanjutnya, meski dia memiliki banyak pengetahuan namun sangat menggagu jika ada sesuatu seperti dirinya didalam tubuhku.


-kau pasti juga sedikit tau bukan mengenai tubuhmu? Dan kau pasti juga dapat sedikit merakannya bukan?-


-ya, aku juga merasa kalau tubuhku saat ini berada disuatu tempat dan tubuh itu berada dibawah sebuah kastil. Tapi aku sama sekali tidak dapat mengingat tentang masa laluku ataupun mengenai penampilanku. Namun ada satu hal yang dapat kuingat dengan pasti.-


-Apa itu?-


-Aku akan mendapatkan kembali semua ingatanku jika aku kembali ketubuhku.-


-Bagitu ya. Lalu bagaimana mengenai Tiamat? Pelayan yang digunakan oleh manusia itu?-

__ADS_1


-Ah mengenai hal itu, aku juga kurang tau. Tapi kurasa aku memiliki hubungan yang cukup dekat dengannya.-


Jadi begitu ya, tubuh dibawah kastil dan juga memiliki hubungan yang cukup dekat dengan tiamat. Sekarang aku mungkin dapat menebak dimana tubuhnya berada.


-Baiklah karena aku sudah mendapatkan informasi yang cukup. Sekarang kita akan mengambil kembali tubuhmu.-


Sekarang masalah mengenai mengenai tubuhnya sudah selesai. Berarti untuk saat ini aku tinggal menunggu kemunculan pahlawan dan memilih orang ke 7 dari salah satu pahlawan itu. Aku sangat tidak sabar untuk melihat apa yang selanjutnya akan terjadi.


°°°°°°°°°


[Ruang Bawah Tanah Istana Kekaisaran Suci]


Ruang bawah tanah istana adalah ruangan yang sangat rahasia. Namun saat ini ada begitu banyak orang berada diruangan itu, Lebih dari 50 orang berkumpul diruangan itu. Sebuah lingkaran sihir digambar dengan dua buah pedang sebagai pusatnya dan sekitar 45 orang mengitari pedang itu.


"Yang Mulia, persiapannya sudah selesai."


Sang perdana mentri memberitaukan kepada sang kaisar.


"Kalau begitu eliter, suruh mereka untuk membuka penghalang dari pedang suci dan terkutuk."


"Baik yang mulia."


Sesuai dengan perintah dari sang kaisar, si perdana mentri menyuruh seseorang untuk membuka penghalang yang menahan aura dari pedang suci. Begitu penghalang dibuka semua aura yang terkumpul oleh pedang suci dan terkutuk mulai memenuhi ruangan.


"Kalau begitu kita akan memulai ritual pemanggilannya sekarang."


Sang kaisar berjalan mendekati pedang suci dan terkutuk tertancap. Dia saat ini sudah berada tepat didepan kedua pedang itu.


"Wahai dewa dewi yang melindungi dunia."


Sang kaisar mulai membaca mantra yang diperlukan.


"Dunia menuju kedalam kehancuran. Wahai pahlawan yang dipilih oleh para dewa dan dewi. Jika engkau mendengar panggilan ini maka tunjukkanlah diri kalian. Jawablah panggilan kami!!!"


Begitu sang kaisar selesai membaca mantranya, lingkaran sihir yang ada diruangan itu mulai bercahaya. Semua aura yang memenuhi ruangan itu mulai terhisap kedalam lingkaran sihir itu.


Setelah cukup lama lingkaran itu mengeluarkan cahaya, akhirnya cahayanya mulai meredup. Begitu semua cahaya itu menghilang, beberapa orang muncul dihadapan sang kaisar.

__ADS_1


Mereka adalah orang orang yang nantinya akan disebut sebagai 'Pahlawan'.


__ADS_2