
[Pemilik Pelayan Keenam, Accua]
Aku langsung menyerang high orc yang kulawan sebelumnya. Aku menuju kearahnya dengan kecepatan penuhku, lebih cepat dari pada sebelumnya. Ketiga high orc yang lainnya mengikutiku dengan kecepatan mereka.
Aku beradu pedang dengan high orc itu, dia mengarahkan pedangnya kearahku namun aku mengelak dan melompat keatasnya. Aku menyerang high orc itu dari atasnya dengan kekuatan penuhku, dia menahan seranganku dengan pedangnya. Daerah disekitar pijakannya menjadi hancur akibat beban yang kuberikan.
Ketiga high orc lainnya mulai menyerangiku, mereka secara bergantian menyerangku dengan pedangnya. Aku menahan satu persatu serangan mereka dengan pedangku, tanah tahan disekitar kami menjadi hancur akibat benturan antara pedang kami.
"Uwahh, kalian benar benar monster yang mengerikan. Apa kalian benar benar high orc? Tingkatan kekuatan kalian benar benar berbeda dengan para high orc sebelumnya."
Ke 4 high orc itu menuju kearah ku dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya. Mereka menyerang ku secara bersamaan, guncangan besar muncul akibat serangan mereka.
Itu adalah serangan yang sangat mematikan, untung saja aku tadi menggunakan sihir . Karena sebelumnya aku sudah menggunakan sihir ini jadi aku tidak perlu lagi membaca mantra untuk menggunakan kembali sihir ini. Yah meskipun aku hanya bisa menggunakan sihir ini 1 kali lagi dan itupun dengan durasi yang singkat, namun itu masih lebih baik dari pada mati dengan cepat.
"Mengapa kalian tidak membiarkanku membunuh kalian? Bukankah kalian sudah bosan menyerangku? Jujur saja aku hampir tidak memiliki kesempatan untuk membunuh kalian jika hanya sendirian. Betul jika hanya aku sendirian, karena itu Matilah!!!"
5 lingkaran sihir terbentuk diatas para high orc itu dan ratusan anak panah jatuh kepara high orc itu. Turunnya Anak anak panah itu dengan tiba tiba membuat kekacauan ke para high orc, mereka yang tadinya berdekatan kini berpencar.
Melihat hal itu aku langsung menyerang salah satu high orc yang menurutku paling banyak terkena sihir anak panah itu. Aku mendekati high orc itu dengan sihir yang masih aktif. Aku mencoba memotong leher high orc itu namun entah mengapa dia masih dapat merasakankan kehadiranku meskipun sedang ditengah tengah kekacauan, hasilnya aku hanya dapat memotong lengan kanan high orc itu.
°°°°°°°°
[DiDaerah Pertempuran Kedua]
"Tuan Baal! Tuan Baal!"
Gadis itu terus menerus memanggil Baal yang sedang disembuhkannya. Mendengar suara seseorang yang memanggilnya, baal perlahan membuka matanya.
"Ziyun ya?.... Ini berada dimana?..... Ugh, sakit."
__ADS_1
Akibat pertarungan kedua tadi, yang mana situasinya sangat berbeda dari yang diharapkan. Baal mendapatkan luka yang sangat serius, beberapa tulangnya patah dan tubuhnya memiliki banyak luka.
"Kita sekarang berada ditempat yang merupakan tempat pertarungan dengan para high orc."
Mendengar hal itu, baal yang tadinya sedang tertidur sambil disembuhkan oleh ziyun langsung mengambil posisi duduk secara paksa meskipun dia merakan rasa sakit yang luar biasa.
"Situasinya! Bagaimana dengan situasi pertarunganya? Bagaimana dengan para high orc itu?"
Mendengar baal menanyakan pertanyaan sulit untuk dia jawab, ziyun terdiam untuk sesaat. Dia terus menerus memikirkan jawaban yang cocok untuk dikatakan kapada baal.
"Ziyun, jawab ziyun! Bagaimana dengan situasi pertarungannya?"
Melihat ziyun terdiam beberapa saat, baal menjadi sangat tidak sabaran. Dia mendesak ziyun untuk segera memberikan jawaban kepadanya.
"Tuan Baal.... Mengenai masalah pertarungan, Kita... "
"Kita kalah telak."
Tidak ada perkataan yang salah dari jawaban ziyun. Faktanya Meskipun accua mengalahkan semua high orc yang ada didalam pertarungan kedua tadi, namun semua petualang selain dirinya telah tidak sadarkan diri. Hal itu sudah cukup untuk dikatakan sebagai kekalahan yang telak.
"Dari Semua orang yang pingsan hanya 3 orang yang dapat bangun."
"3 Orang ya? Lalu siapa saja 3 orang itu?"
"3 Orang itu adalah saya, anda dan nona marie."
"Begitu ya, kalau begitu bagaimana dengan para high orc yang memgalahkan kita?"
"Mereka semua sudah dibunuh oleh seorang pria."
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan pria itu?"
"Dia pergi kearah sana."
Ziyun menunjuk ke tempat dimana accua dan 4 jendral high orc sedang bertarung. Alasan mengapa ziyun bisa menunjuk arahnya dengan tepat adalah karena tempat itu mengeluarkan asap dalam jumlah yang besar.
"Jadi apakah kita akan membantunya tuan baal?"
"Tidak, jika dia bisa membuat kekacauan sampai seperti itu maka dia pasti bukan orang biasa dan juga kita ber 3 mungkin tidak akan dapat membantunya. Untuk saat ini lebih baik kita segera meminta bantuan guild, memang tidak enak didengar tapi kita akan menggunakan dia sebagai pengulur waktu untuk kita."
Keputusan yang dibuat oleh baal adalah keputusan yang tepat. Meski mereka bertiga mencoba membatu accua, namun semua itu tidak akan ada gunanya. Malahan yang ada mereka hanya akan menghambat pergerakan accua.
"Kalau begitu akan lebih baik jika tuan baal saja yang pergi, aku dan nona marie hanya akan menghambat tuan dalam perjalanan. Lagi pula ada beberapa orang yang harus kami jaga disini."
"Baiklah jika kau bilang seperti itu, aku akan pergi sendiri ke guild dan meminta bantuan."
"Kalau begitu tuan baal harus meminum potion yang zen berikan agar tuan dapat sampai ke guild dengan cepat."
Semua potion yang sebelumnya zen berikan kepada baal adalah potion tingkat tinggi. Alasan zen memberikan potion itu adalah bukan karena dia khawatir kepada ziyun maupun baal, melaikan dia berfikir kalau tidak ada gunanya menyimpan potion itu dalam jumlah yang banyak didalam ruang penyimpanannya. Kerena itulah dia memberikan potion itu kepada mereka, lagi pula zen sangat tidak membutuhkan potion untuk menyembuhkan lukanya.
"Baiklah jika itu keinginanmu maka aku akan meminumnya."
Baal segera meminum potion yang diberikan zen kepadanya. Semua luka yang dia miliki mulai mengecil dan tenaganya mulai kembali seperti semula.
"Aku akan pergi sekarang, kau dan marie tunggulah disini. Jika kalian melihat monster jangan coba untuk melawannya, carilah tempat bersembunyi."
"Baiklah tuan baal."
Mendengar perkataan ziyun, baal segera pergi menuju guild dengan meninggalkan pedangnya dan hanya membawa belati kecil guna membuat tubuhnya menjadi lebih ringan.
__ADS_1