Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Tubuh Seorang Manusia


__ADS_3

Ke 3 pelayan itu pergi meninggalkan Zen dan pergi ketempat Mekai. Mereka berharap dapat dengan cepat menjadi kuat dan melayani Zen.


"Mereka telah keluar dari tubuh ku, Saatnya kembali menjadi manusia."


Zen lalu duduk didekat pedangnya, Zen berkonsentrasi untuk memurnikan kekuatan yang membuatnya menjadi seorang vampire.


Sihir pemurnian, itulah sihir yang sedang Zen gunakan saat ini. Sihir pemurnian adalah sihir tipe cahaya, sesuai namanya sihir ini ada untuk memurnikan segala sesuatu yang telah termasuk kedalam tipe kegelapan.


Sihir ini biasanya digunakan untuk menghilangkan kutukan dalam tubuh, dan memurnikan kekuatan yang didapatkan dari kegelapan.


Aura hitam yang tebal mengelilingi Zen, aura itu terus bergejolak bagaikan ombak, aura itu menunjukkan rasa takut, rasa putus asa dan perasaan akan kematian. Untung saja saat ini diruangan itu tidak ada siapapun selain Zen, jika tidak orang itu pasti akan terkena efek dari aura itu.


"Masih belum cukup."


Zen menggunakan lebih banyak Mananya dengan begitu sihir pemurnian akan memiliki efek yang lebih kuat dari sebelumnya. Aura gelap yang ada disekitar Zen secara perlahan mulai menghilang.


Dari mata, mulut dan hidung Zen terus keluar darah yang cukup banyak. Jantungnya juga bergerak dengan sangat cepat. Zen merasa organ dalamnya sedang diremuk oleh sesuatu.


Zen terus menahan rasa sakit itu, aura yang ada disekitar Zen terus menghilang. Darah yang keluar juga mulai sedikit.


Setelah dua hari lamanya aura yang gelap yang ada disekitarnya Zen telah menghilang dan digantikan dengan aura yang lembut dan tenang.


"Hahhh, akhirnya berhasil juga."


Kini tubuh Zen telah berhasil ditempa ulang, tubuh itu bukanlah lagi tubuh seorang vampire Melainkan tubuh seorang manusia.


"Lebih baik aku mencoba tubuh ini sekarang."


Zen lalu mengeluarkan pedang milik nya dan memotong tangannya.


"Hahaha."


Zen menjadi tertawa melihat apa yang telah terjadi, tidak ada tanda tanda tangan itu akan tersambung kembali. Dengan kata lain kekuatan regenerasi Zen sebagai seorang vampire telah menghilang.


"Ini benar benar tubuh seorang manusia."


Lemah dan mudah hancur, seperti itulah tubuh seorang manusia. Tidak memiliki kekuatan regenerasi, ketika tubuh terluka maka hanya bisa menggunakan sihir atau menunggunya sembuh.


Namun meski begitu tubuh seorang manusia adalah yang paling Zen inginkan, meski tubuhnya mudah terluka hal itu tidak menjadi masalah bagi Zen. Karena dia dapat dengan mudah menyembuhkan kembali luka itu.


"Heal."


Tangan Zen yang berada di tanah itu dikelilingi oleh cahaya hijau dan kembali menyatu dengan tubuh Zen.


"Sebaiknya aku segera menyerap pecahan kekuatanku sekarang. Sebagian dari mereka pasti sudah merasakan gelombang jiwaku."


Zen kembali duduk dan bermeditasi untuk menyerap pecahan kekuatannya.


********


[Dunia Seribu Gunung]


Suatu sebuah tempat didunia itu duduk dua orang dengan tenang. Yang satu adalah seorang perempuan cantik berambut biru muda, perempuan itu sedang mengelap pedang miliknya. Nama perempuan itu adalah Xia Shuang.


Dan yang satunya adalah seorang pria dengan rambut hitam yang pendek, nama pria itu adalah Tan Shin.

__ADS_1


"Ada apa Xia?"


Untuk sesaat Xia Shuang berhenti mengelap pedang pedang miliknya dan melihat kearah langit.


"Ayah...."


Tan Shin sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Xia Shuang, dia pun langsung bertanya kepada Xia Shuang.


"Ayah?"


"Ya, meski hanya sesaat tadi aku Merasakan gelombang jiwa ayah."


Mata Tan Shin langsung melebar begitu mendengar apa yang Xia Shuang katakan.


"Apa kau yakin kalau itu adalah gelombang jiwa ayahmu?"


"Iya, aku sangat yakin."


"Apa kau tau dimana keberadaannya?"


"Tidak, gelombang jiwanya sangat kecil aku sama sekali tidak dapat menemukannya. Namun tadi sepertinya gelombang jiwa itu berasal dari alam bawah."


"Jika gelombang jiwanya sangat kecil berarti ayahmu masih sangat lemah sekarang."


"Iya, kurasa begitu.".


Xia Shuang lalu menyimpan pedang miliknya dan segera berdiri.


"Kemana kau akan pergi?"


"Apa yang akan kau lakukan setelah bertemu dengannya?"


"Dia pasti mengetahui sesuatu mengenai ayah, jadi aku akan membuatnya berbicara."


"Hentikanlah Xia Shuang, meski dia mengetahui sesuatu dia tidak akan mengatakannya."


"Tidak, jika dia masih menganggap aku sebagai kakaknya dia pasti akan mengatakannya."


Xia Shuang lalu langsung terbang pergi meninggalkan Tan Shin sendirian.


"Hahh, kau sangat tidak sabaran Xia Shuang."


Tan Shin lalu berdiri dan terbang menyusul Xia Shuang.


******


[Dunia Bintang Gelap, Kastil Leluhur Pertama Vampire]


Leluhur pertama Vampire Ardiel Veltre sedang tertidur di singgasana miliknya, namun dia langsung terbangun setelah Merasakan sesuatu.


"Hmmm, alam bawah?"


"Ada apa dengan alam bawah yang mulia?" Seorang vampire muda langsung bertanya kepada Ardiel Veltre.


"Tidak ada. ngomong ngomong Vlad, bukankah kau mengatakan kalau kau dikalahkan oleh seseorang didunia bawah?"

__ADS_1


Vampire itu adalah Vlad Tepes, dia adalah vampire yang Zen temui didunia dengan sistem.


"Iya saya memang mengatakan hal itu."


"Bisa kau beritau siapa nama orang itu?"


"Zen Cavalier yang mulia."


"Apa kau yakin kalau itu adalah namanya?"


"Iya saya sangat yakin yang mulia."


"Apa dia adalah manusia?"


"Tidak, dia adalah darah campuran yang mulia."


"Darah campuran ya. Jadi begitu, pantas saja aku baru saat Merasakannya sekarang."


"Ada apa dengan orang itu yang mulia?"


"Tidak ada. Vlad aku akan memberikamu sebuah tugas. Kau pergilah pandemonium yang ada dialam bawah. Dan juga jika kau bertemu dengan Zen Cavalier itu lagi jangan coba coba untuk melawannya, kau hanya perlu mengamatinya saja."


"Baik yang mulia."


Vlad langsung berjalan meninggalkan Ardiel.


"Yah kurasa aku tidak perlu turun tangan secara langsung, lagi pula para orang tua itu akan segera mendatangi dirinya."


**********


[Dunia Api Abadi, Ruang bawah Tanah Kastil]


Diruang bawah tanah itu terdapat 2 orang pria sedang melihat sebuah bongkahan es yang didalamnya terdapat tubuh seorang perempuan.


"Hmm, retak? Apa es ini memang mudah hancur?" Ucap Shao Ling.


"Tidak, tidak, bahkan dengan kekutanku aku belum tentu dapat mengahancurkan es itu sepenuhnya." Ucap Kreiz.


"Apa karena itu kau memasang penghalang ini?"


"Mungkin bisa dibilang begitu. Tapi alasan utama adalah untuk mencegah jiwanya kembali ketubuh itu."


"Jadi begitu, tapi kenapa es ini tiba tiba memunculkan sebuah retakan? Apa menurutmu ada hubungannya dengan gelombang jiwa miliknya yang baru saja kita rasakan tadi?"


"Entahlah, mungkin saja memang begitu."


"Ngomong ngomong apa kau akan pergi kealam bawah?"


"Tidak, aku telah mendengar dari Ray kalau dia yang sekarang masih sangat lemah. Tidak ada jaminan kalau mahkota itu ada padanya."


"Ray ya, kudengar dia ingin membunuhnya namun ada yang menghalanginya."


"Palingan itu adalah perbuatan Hao Chen dan yang lainnya. Lagi pula tanpa kita bergerak mungkin sudah ada yang akan bertemu dengannya."


"Ya, kuarsa kau benar."

__ADS_1


Mereka kembali melihat bongkahan es Itu.


__ADS_2