Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Kekacauan IV : Kaisar Naga Abrials


__ADS_3

Elizabeth dan Argares berpisah dengan Zen, mereka berdua langsung menuju ketempat Abrials yang sedang marah itu. Mereka berdua berkerja sama dengan Argares yang menyerang dari jarak dekat, dan Elizabeth yang akan menyerang dari jarak jauh.


Dengan pukulannya Argares terus menyerang Abrials dengan Elizabeth membantu dengan serangan sihirnya, meski begitu serangan mereka masih belum dapat membuat Abrials turun ketanah.


"Sungguh monster yang merepotkan, bagaimana cara Theresia dapat membuat monster ini berlutut kepdanya dengan mudah?"


"Tidak ada gunanya memikirkan hal itu. Bagaimana jika kita menggunakan pelayan kita saja Elizabeth?"


"Baiklah, lagi pula tanpa pelayan kita tidak akan dapat menjatuhkan Abrials."


Sejak awal pertarungan mereka sama sekali belum ada menggunakan pelayan mereka, mereka berdua pada awalnya ingin mengalahkan Abrials tanpa menggunakan pelayan seperti yang pernah Theresia lakukan.


Namun sekarang mereka tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan pelayan untuk mengalahkan Abrials, lagi pula sebagian besar kekuatan seorang leluhur Vampire terletak pada pelayanya.


"Keluarlah Upharanda."


Argares mengeluarkan pelayan keduanya, Upharanda. Pelayan itu memiliki bentuk seekor ular raksasa dengan 7 kepala.


Dengan 7 kepalanya, Upharanda menyerang Abrials dengan menggigitnya. Serangan itu cukup efektif, kulit Abrials yang sulit ditembus kini memiliki sedikit celah.


"Keluarlah Kiffa, Aster."


Elizabeth mengeluarkan pelayan ke 3 dan 4 nya. Pelayan ke 3 Kiffa memiliki bentuk seorang kesatria dengan sebuah pedang besar ditangannya. Sedangkan pelayan ke 4 Aster memiliki bentuk seorang kesatria wanita dengan sebuah busur ditangannya.


Dengan anak panah miliknya, Aster menyerang bagian tubuh Abrials yang terluka akibat serangan dari Upharanda. Luka yang ada ditubuh Abrials menjadi lebih besar.


Tidak berhenti disana, kemudian dengan pedang yang ada ditangannya Kiffa menyerang Abrials dengan sangat kuat. Setelah serangan berturut turut dari pelayan mereka, Abrials pun akhirnya turun kepermukaan.


"Keluarlah, Sagara."


Argares mengeluarkan pakatan pertamanya, Sagara. Sagara memiliki bentuk seperti ular kobra raksasa.


Sagara langsung menyerang Abrials dengan gabungan antara sihi petir dan api, serangan itu memiliki bentuk seperti sebuah leser.


Ledakan besar terjadi disekitar Abrials karena serangan dari Sagara, debu debu yang berterbangan membuat Elizabeth dan Argares tidak dapat melihat keadaan Abrials saat ini.


"Apakah itu berhasil?"


"Walaupun gagal setidaknya dia pasti akan terluka parah."


"Ya, kurasa kau......"


Seketika mereka berdua merasakan sesuatu yang sangat berbahaya, debu debu yang berterbangan mulai menghilang dan mereka dapat melihat kalau Abrials sedang bersiap untuk menyerang.


"Elizabeth keluarkan pelayanmu."


Melihat Abrials yang telah bersiap untuk menyerang, Argares langsung menyuruh Elizabeth untuk mengeluarkan pelayanya yang dapat membuat sebuah pertahanan.


"Keluarlah, ACCA!!!"

__ADS_1


Pelayan ke 5 Elizabeth pun langsung menunjukan dirinya, dengan sebuah perisai besar ditangannya ACCA membuat sebuah dinding pertahanan.


Abrials telah selesai melakukan persiapan, dia langsung menyemburkan serangan berbentuk leser itu dari mulutnya. Serangan itu tidak berbeda jauh dengan serangan milik Sagara, Hanya saja serangan Abrials itu mengandung 5 elemen sihir yang digabungkan menjadi satu.


Serangan milik Abrials beradu dengan pertahanan milik ACCA, serangan Abrials membuat dinding pertahan milik ACCA menjadi retak sedikit demi sedikit. Namun beruntungnya sebelum pertahan ACCA hancur sepenuhnya, serangan milik Abrials telah berhenti.


"Wow, serangan yang luar biasa."


Serangan Abrials itu memiliki daya hancur yang dahsyat, akibat dari serangan itu disamping lama dan kiri mereka berdua terbentuk sebuah kawah. Elizabeth terkagum melihat kehancuran yang disebabkan oleh Abrials.


"Benar benar serangan yang mengerikan, jika bukan kerena pelayanmu mungkin kita akan tamat."


Jika bukan karena kekuatan pertahanan ACCA yang kuat, Elizabeth dan Argares mungkin sudah mati sekarang.


"Saatnya serangan balik. Keluarlah Ashird, Majushi!!"


Elizabeth mengeluarkan pelayan ke 1 dan ke 6 nya. Keluarlah Seorang Ksatria dengan sebuah tombak ditangannya dan seorang penyihir dengan sebuah buku ditangannya.


"Keluarlah Zemint!!!"


Argares mengeluarkan pelayan ke 3 miliknya, Zemint memiliki bentuk seperti naga yang ada didalam mitologi Cina.


Zemint langsung melilit tubuh Abrials dan menggigit nya. Gigitan Zemint mengandung racun yang mematikan, racun itu membuat tubuh Abrials menjadi lemah dan tidak dapat bergerak karena lilitan dari Zemint.


Kemudian dengan tombak miliknya Ashird menusuk dada Abrials dan meninggalkan luka tusukan yang cukup dalam. Tidak berhenti disana, Majushi langsung menyerang Abrials dengan sihir 6 elemen sekaligus.


Hoarrrrr


Abrials meraung dengan sangat kuat, dia kembali mengumpulkan kekuatan disekitar mulutnya dan bersiap untuk menyerang.


"Elizabeth, kaluralan pelayanmu."


"Tidak bisa, ACCA terluka cukup parah karena serangan tadi."


"Kalau begitu kita harus pergi sekarang."


Serangan Abrials kali ini jauh lebih kuat dari yang sebelumnya, tanpa pelayan milik Elizabeth mereka tidak akan dapat bertahan. Mereka berdua pun memutuskan untuk mengambil jarak dari Abrials.


Begitu Elizabeth dan Argares menjauh, Abrials melihat kearah lain. Argares merasa ada yang aneh dengan pergerakan Abrials, diapun melihat kearah apa yang Abrials lihat.


Disana Argares melihat Zen yang menusuk dada Zmei dan memotong kepalanya.


"Bahaya Elizabeth, yang dia incar adalah Zen."


"Apa?!"


Tidak ada waktu bagi mereka berdua untuk memberitau Zen. Serangan Abrials telah lebih dulu dilepaskan dan mengenai Zen.


*******

__ADS_1


"Taks, apa kau yakin kalau tadi yang mulia memuntahkan darah dari mulutnya?"


Seorang Vampire muda bertanya kepada Taks.


"Ya, tidak salah lagi. Namun tidak ada yang berbahaya untuk yang mulia."


"Baguslah kau begitu, lalu apa yang mulia lakukan sekarang?"


"Beliau sedang melawan para raja naga."


"Raja naga ya? Enak sekali yang mulia, Aku juga ingin sekali saja mencoba melawan mereka."


"Aku pun juga menginginkan hal itu, aku sudah bosan dengan musuh musuh yang lemah."


Para jendral dan wakil jendral milik Zen berdiri diatas tumpukan mayat prajurit iblis dan manusia. Mereka telah membunuh ratusan prajurit namun mereka masih belum mendapat luka sedikitpun.


"Ah, yang mulia membunuh raja naga merah."


Taks memberitahukan kepada para jendral yang lain.


"Apa benar Taks?"


"Iya, lihatlah kesana."


Mereka semua melihat kearah yang ditunjuk boleh Taks. Kemudian mereka pun memberikan komentar ditentang cara Zen membunuh Zmei.


"Woah, yang mulia benar benar sadis ketika kehilangan kendali."


"Menusuk jantung lalu memotong kepalanya, itu benar benar sadis."


"Tapi jika berbicara tentang kesadisan, bukankah nona Theresia lebih sadis."


"Ya, kurasa kau benar. Beliau tidak pernah membunuh musuhnya, melainkan malah menyiksa jiwanya."


Selagi mereka asik berbicara, sebuah serangan bentuk leser berwarna hitam mengenai Zen.


"Serangan apa itu tadi? Bagaimana keadaan yang mulia?"


Seorang jendral bertanya kepada lainnya.


"Tidak tau, kita tidak dapat melihatnya dari sini."


"Jendral Taks, jendral Taks lihat itu."


Seorang Vampire muda menunjuk sebuah tempat yang harus dilihat oleh Taks.


"Apa apaan ini? Gunungnya hancur!!"


Taks terkejut dengan apa yang dia lihat, gunung yang berjarak tidak terlalu jauh dari tempat mereka saat ini telah hancur sebagian besar karena serangan leser hitam Abrials.

__ADS_1


__ADS_2