Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
""""2


__ADS_3

Begitu sampi keguild petualang, Kufa dan kesembilan pahlawan lainnya masuk kedalamnya. Meski hari sudah mau siang, namun masih banyak petualang yang berada diguild. Biasanya para petualang sudah memulai misi mereka pada pagi hari, jadi sangat jarang jika ada petualang yang masih ada diguild kecuali mereka sudah menyelesaikan misinya.


"Kalian tunggu saja disana, aku yang akan bertanya ke resepsionisnya."


"Kau yakin?"


"Ya tenang saja."


Sesuai dengan kata kata Kufa, para pahlawan yang lainnya meninggalkan dirinya dan berkeliling didalam Guild.


Kufa pergi berjalan kearah meja resepsionis, disana ada seorang perempuan yang bertugas. Begitu Kufa sampai kemeja resepsionis, perempuan itu menunjukan sedikit senyuman kepada Kufa dan berkata.


"Selamat datang, Apakah ada yang bisa saya bantu?"


"Iya, bisakah anda memberitau saya tempat dimana saya dapat bertemu dengan seorang perempuan bernama Ziyun?"


"Bisa saja, tapi sebelum itu bisakah anda memberitau saya nama atau menunjukan kartu identitas anda jika anda seorang petualang?"


"Baiklah."


Kufa mengambil sebuah kartu identitas dari tas kecil yang ada dipinggangnya. Lalu Kufa memberikannya kepada perempuan resepsionis itu, dan perempuan resepsionis itu membaca kartu identitasnya.


"Nama Kufa, rank..... "


Untuk sesaat perempuan resepsionis itu berhenti membaca kartu identitas milik Kufa, dia sedikit terkejut dengan rank yang dimiliki oleh Kufa. Itu adalah reaksi yang normal untuk kebanyakan orang, Itu karena dikekaisaran suci ini jumlah petualang rank S yang hanya ada sepuluh orang.


sangat jarang untuk dapat melihat seorang petualang rank S meskipun dia adalah seorang resepsionis.


"Rank S,,,, dan Juga dari guild petualang Stixion....."


Perempuan resepsionis itu kembali berhenti membaca kartu identitas Kufa untuk yang kedua kalinya.


'Ada apa dengan perempuan ini, selalu berhenti membacanya setelah beberapa kata.'


Melihat perempuan itu berhenti dua kali saat membaca kartu identitas miliknya, Kufa pun menjadi sedikit penasaran dengan tingkah laku dari perempuan resepsionis itu. Untuk menghilangkan rasa penasarannya, Kufa pun bertanya kepada perempuan Resepsionis itu.


"Ada apa? Apakah ada sesuatu yang salah dengan kartu identitas saya?"


"Tidak bukan itu maaf jika saya membuat anda binggung."


"Oh, kalau begitu apakah ada sesuatu yang menggangu anda?"


"Iya sedikit. Bolehkah saya bertanya sedikit?"


"Iya, silahkan."


"Apakah Guild Stixion itu berada diselatan kekaisaran? Tepatnya dikota perdagangan?"


"Iya, Guild stixion memang ada dikota perdagangan."

__ADS_1


"Ternyata benar. Kalau begitu berarti anda adalah pahlawan dari selatan, laki laki yang tak terkalahkan Kufa."


Pahlawan dari selatan, laki laki yang tak terkalahkan, manusia dengan kekuakan monster, sipembawa ketenangan dan banyak lainnya. Itu adalah julukan yang didapatkan oleh Kufa selama dia menjadi seorang petualang Rank S. Bahkan sebelum dia terpanggil sebagai pehlawan, dia telah dianggap sebagai pahalwan oleh orang orang yang tinggal diselatan kekaisaran suci.


"Tidak kusangka rumor itu bahkan sampai kesini."


"Iya, mungkin anda tidak terlalu terkenal dikalangan orang biasa dikota kota lain Tapi anda sangat terkenal oleh sebagian besar petualang, Mereka menjuluki anda dengan Si tak terkalahkan Kufa."


"Si Tak terkalahkan ya? Mungkin akan lebih baik jika itu benar benar terjadi."


Kufa memejamkan matanya, dia kembali mengingat tentang kekalahan pertamanya sebagai petualang Rank S. Pada saat itu dia melawan seorang petualang rank B yang tidak dia ketahui asal usulnya. Dia bahkan tidak dapat menyentuh petualang itu, bagi Kufa itu adalah kekalahan terburuk yang pernah Kufa rasakan.


Bahkan sampai sekarang Kufa masih dapat mengingat dengan jelas kekalahan yang dia rasakan itu. Dengan ekspresi yang tampak kosong, rambut berwarna merah yang membara. Ditengah kobaran api yang membakar hutan, petualang laki laki itu memandang rendah Kufa. Laki laki itu memasukan sesuatu kedalam diri Kufa, sejak saat itu Kufa mendapatkan kekuatan yang seharusnya tidak akan pernah dapat dimiliki oleh seorang manusia.


Dengan hak istimewa yang dia miliki sebagai seorang petualang Rank S, Kufa terus mencari laki laki yang telah mengalahkannya itu. Namun sampai sekarang dia masih belum dapat menemukan sedikitpun petunjuk mengenai laki laki itu.


"Ano, apakah ada yang salah dari perkataan saya?"


Perempuan yang melihat Kufa menutup mata untuk waktu yang lama Itupun bertanya kepdanya.


"Tidak, tidak ada. Jadi biaskah anda membertaukan dimana saya dapat bertemu dengan Ziyun?"


"Ah, Nona Ziyun ada disebelah sana."


Perempuan resepsionis itu menunjuk kearah dimana ada beberapa petualang yang berkumpul.


Karena cukup banyak petualang yang berkumpul disitu, tidak hanya laki laki tetapi juga perempuan Kufa mejadi sedikit kebingungan. Dia meminta perempuan resepsionis itu memberitaubya ciri ciri dari Ziyun.


"Bukankah disana ada seorang perempuan berambut pirang panjang? Itu adalah Nona Ziyun."


"Oh yang itu ya. Kalau begitu terima kasih atas bantuannya."


"Tidak masalah."


Kufa meninggalkan tempat resepsionis itu, karena para pahlawan yang lain berada didekat situ Kufa berjalan ketempat para pahlawan itu.


"Bagaimana Kufa, apakah ada informasi mengenainya?"


"Ya, kebetulan dia juga ada disini."


"Hoo, kalau begitu baguslah. Jadi yang mana yang namanya Ziyun?"


"Ahh, yang namanya Ziyun adalah.... Aduh."


Sebelum Kufa menyelesaikan perkataanya salah satu orang pahlawan menepuk punggungnya.


"Lihatlah perempuan itu Kufa, bukankah dia sangat cantik."


Pahlawan itu adalah Hiiragi, dia menunjuk seorang perempuan dengan rambut pirang yang terurai panjang. Kufa pun melihat perempuan yang dibilang sangat cantik oleh pahlawan itu.

__ADS_1


"Ah, dia ya."


"Eh, kau mengenalnya Kufa?"


"Tidak juga, aku hanya mengetahui namanya saja."


"Kau serius Kufa?"


"Ya, aku serius."


"Kalau begitu bisakah kau memgenalkannya kepadaku."


Hiiragi meminta Kufa untuk memperkenalkannya kepada perempuan itu.


"Kalau masalah itu aku kurang bisa. Tapi mengapa kita tidak sedikit berbicara dengannya?"


"Aku setuju, kalau begitu mari kita pergi."


"Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian akan ikut?"


Kufa bertanya kepada para pahlawan yang lain.


"Kurasa kami akan disini saja."


""Aku juga.""


Keenam pahlawan yang sedang duduk berkata kalau mereka tidak ikut.


"Bagaimana dengan Kalian Indra, Sieg?"


"Aku ikut, lagi pula aku juga sedang bosan."


Sieg setuju untuk ikut dengan Kufa dan Hiiragi.


"Bagaimana denganmu Indra?"


"Aku tidak ikut, lagi pula tujuan kita kesini adalah untuk mencari seorang perempuan bernama Ziyun."


"Hmm, bagaimana jika kubilang kalau perempuan itu adalah Ziyun yang kita cari?"


"""Yang benar?"""


Sieg,Hiiragi dan Indra secara bersamaan bertanya kepada Kufa, mereka bertiga sedikit terkejut dengan perkataan Kufa.


"Iya, aku baru saja diberi tau oleh perempuan resepsionis itu."


"Baiklah, kalau begitu aku juga ikut."


Keempat pahlawan itu pergi berjalan kearah Ziyun berada.

__ADS_1


__ADS_2