Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Tentang Dunia


__ADS_3

"Status ku?"


Zen sedikit binggung dengan permintaan Fernanse, lagi pula dia baru saja terbangun dan masih tidak terlalu paham tentang dunia yang dia tinggali saat ini.


"Iya status, kau tau ada sebuah sistem yang dapat memperlihatkan status diri sendiri."


"Ah begitu ya, jadi ini adalah dunia dengan sistem."


Dunia dengan sistem, itu adalah sebuah dunia yang penduduknya memiliki bar status yang menampilkan nama, level, hp, MP dan yang lainnya.


"Status."


Sebuah bar status muncul dihadapan Zen, Zen dan Fernanse pun langsung melihat bar status itu.


[ Nama : Zen Cavalier


Level : ???


Ras : ???


Hp : 100.000/ 100.000


Mp : 1.000.000/ 1.000.000


Skill :


Teknik pedang kekosongan (1/7)


???


???


????


Sihir :


Fire ball LV max


Fire wall LV max


???


??? ]


'Seperti biasa aku tidak dapat melihat semuanya.'


Dulu Zen telah ratusan kali mengunjungi dunia dengan sebuah sistem, namun sama seperti sekarang sistem selalu tidak dapat membaca semua kekuatan yang dimiliki oleh Zen.


"Ada apa dengan status ini? Meski ada beberapa yang terlihat namun kebanyakan berisi tanda tanya."


"Hahaha."


Zen hanya tertawa kecil mendengar perkataan Fernanse.

__ADS_1


"Berhentilah tertawa Zen, bukankah kau tau mengapa statusmu terlihat seperti itu."


"Aku memang mengetahui nya, namun tidak akan ada gunanya jika kau tidak mencari taunya sendiri."


Zen mengelus kepala Fernanse dan berjalan meninggalkan dirinya. Zen kemudian duduk disebuah sofa yang ada didekatnya.


"Hebat juga kau Irene karena bisa membeli mansion yang seperti ini hanya dalam beberapa hari."


"Apa yang kau katakan Zen, kami sudah disini hampir satu tahun."


Fernanse bejalan kearah Zen dan duduk disampingnya.


"Apa itu benar Irene?"


"Ya itu benar yang mulia."


Zen sedikit terkejut mendengar apa yang mereka berdua katakan, Dia sangat yakin kalau dia meninggalkan dunia yang sebelumnya beberapa hari yang lalu.


'Jadi begitu ya, sepertinya aku terlalu lama berada di celah dimensi.'


Celah dimensi adalah sebuah dimensi yang menghubungkan semua dunia, saat seseorang ingin pergi kedunia yang lain maka orang itu harus melewati celah dimensi.


Pada saat melakukan perpindahan dunia Zen sedang tidak sadarkan diri, jadi dia tidak dapat mengetahui berapa lama dia berada di celah dimensi.


'untung saja aku tidak mati didalam sana.'


Celah dimensi juga cukup berbahaya, didalam celah dimensi terdapat beberapa monster yang sangat kuat. Bahkan monster itu dapat menghancurkan sebuah dunia dengan mudah, hanya saja monster itu memiliki sebuah kelemahan.


Mereka tidak dapat hidup selain dicelah dimensi, jika mereka keluar dari celah dimensi maka mereka akan langsung mati.


Agar dapat melakukan sebuah perjalan untuk mendapatkan kembali pecahan kekuatan miliknya yang ada di dunia ini, Zen terlebih dahulu haru mengetahui tentang dunia ini.


"Iya yang mulia, dunia ini dikenal sebagai dunia Artcore. Dunia ini...."


DiDunia ini terdapat 5 buah benua, nama nama benua itu adalah benua Rica, Arca, Prem, Mono, Dan Arcana. Tempat mereka tinggal saat ini adalah kerajaan Ignum yang terletak dibenua Arcana.


Dibenua Arcana sendiri terdapat 7 buah kerajaan, yaitu kerajaan Maja, Rivelt, Casbil, Goldi, Naima, Uguisi, dan Ignum.


Setiap benua juga memiliki seorang raja iblis, hanya saja sekarang semua raja iblis yang ada disemua benua sedang tersegel dan diperkirakan akan bangkin kembali setelah 100 tahun.


Dunia ini juga menyembah seorang dewa yang bernama Bifrost.


'Bifrost ya, entah kenapa sepertinya aku kenal dengan orang yang memiliki nama seperti dia.'


Dikehidupan nya yang dulu, Zen merasa kalau dia kenal dengan seorang yang bernama Bifrost. Hanya saja Zen saat ini tidak dapat mengingat dirinya dengan baik.


'ya, terserahlah. Lagi pula tidak mungkin hanya ada satu orang yang bernama Bifrost.'


"Terima kasih atas informasinya Irene."


Informasi tentang dunia yang Irene berikan sangat berguna untuk Zen agar dia dapat memulai sebuah perjalanan.


"Irene, apa kau pernah mendengar tentang akashic record?"

__ADS_1


akashic record, itu adalah sebuah catatan yang dibuat oleh kehendak dunia. Didalam catatan itu semua yang ada di dunia ini tertulis didalamnya, seperti kapan dunia ini terbentuk. Kapan dewa Bifrost mulai menguasai dunia ini dan berbagai hal lainnya.


Hanya saja tidak semua dunia memiliki akashic record, hanya dunia yang memiliki sistem saja yang memilikinya.


"Akashic record? Saya belum pernah mendengarnya."


"Begitu ya."


Irene sama sekali tidak mengetahui mengenai akashic record, sekarang Zen harus mencari sendiri akashic record.


"Apa yang ingin kau lakukan Dengan akashic record Zen?"


Tiba tiba Fernanse bertanya kepada Zen.


"Ada sesuatu yang harus kulakukan."


Untuk dia dapat menemukan pecahan kekuatan miliknya yang ada di dunia ini, pertama Zen harus mencari akashic record dan membaca isinya.


"Heh begitu ya, aku bisa saja memberitaumu letak akashic record berada. Tapi sebagai gantinya kau harus menjawab pertanyaan ku, apa kau setuju."


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Bagaimana cara agar dapat membaca apa yang tertulis didalam akashic record?"


"Kau harus memiliki kekuatan yang besar, dengan begitu kehendak dunia akan takut padamu."


Untuk dapat membaca isi dari akashic record bukanlah sesuatu yang mudah, bagi orang yang ada di dunia ini untuk dapat membaca isi dari akashic record adalah sesuatu yang mustahil.


Mereka tidak memiliki kekuatan yang dapat membuat kehendak dunia takut kepadanya, selama kehendak dunia tidak merasa takut dengan orang yang akan membaca isi akashic record maka orang itu tidak akan pernah dapat membacanya.


"Aku sudah menjawab pertanyaanmu, jadi sekarang kau dapat mengatakan kepadaku dimana letak akashic record."


"Akashic record seharunya berada dibawah istana kerajaan Ignum."


"Dari mana kau mengetahui hal itu Fernanse?"


"Yah bukan berarti akashic record memang berada di sana, hanya saja beberapa roh yang memberitau ku."


"Para roh itu ya."


Sekarang Zen telah mengetahui tempat akashic record berada, sekarang dia tinggal melakukan sebuah persiapan untuk memulai perjalanannya.


"Bukankah Anda lelah yang mulia, saya akan mengantarkan anda ke ruangan anda."


Irene langsung berdiri dan berjalan, Zen mengikuti Irene dan meninggalkan Fernanse sendirian.


Setelah beberapa saat mereka berdua sampai kedepan ruangan Zen yang berada dilantai 2.


"Ini adalah ruangan anda yang mulia."


"Terima kasih Irene."


"Tidak perlu dipikirkan yang mulia, lagi pula saya juga berhutang cukup banyak kepada anda. Kalau begitu saya undur diri yang mulia."

__ADS_1


Irene pergi meninggalkan Zen sendirian, Zen kemudian masuk kedalam ruangannya.


__ADS_2