Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Naga Sejati


__ADS_3

Setelah beberapa saat melakukan perjalanan Zen akhirnya sampai kerumahnya, Zen Merasakan ada yang aneh dari dalam rumahnya. Didalam sana ada seseorang yang seharusnya tidak berada disana, orang itu menyadari kedatangan Zen dan dia mengeluarkan aura yang cukup besar hingga dapat membuat seseorang yang berada dialam penguasa dunia tertekan.


Meski begitu Zen sama sekali tidak khawatir, meski aura yang dikeluarkan itu besar namun tidak ada niat membunuh didalamnya. Zen tanpa ragu langsung masuk kedalam, disana Zen dapat melihat Ciel, Rubia dan seorang pria yang sedang meminum teh.


"Apa aku salah ingat atau aku lupa, sejak kapan aku mengundang seorang naga sejati kesini?"


Ada 4 jenis naga Didunia ini, yang pertama adalah naga sejati. Naga sejati adalah leluhur dari semua naga yang ada, jumlah mereka hanya ada 99. Naga sejati biasanya lebih suka tinggal didunia para naga dan jarang pergi keluar, namun bagi mereka Yang telah dapat berubah bentuk biasanya sering pergi keluar. Naga sejati hanya dapat menggunakan bentuk seorang manusia jika mereka telah mencapai tingkatan tertentu, dan jika mereka belum mencapai tingkatan itu mereka akan terus hidup dalam bentuk naga. Para naga sejati dapat menggunakan energi spiritual atau mana ataupun keduanya.


Yang kedua adalah keturunan naga, ini adalah ras yang menyerupai manusia dan mereka tidak dapat berubah menjadi bentuk naga. Ras ini sangatlah kuat, banyak orang jenius yang terlahir didalam ras naga. Ras ini hanya dapat menggunakan energi spiritual saja.


Yang ketiga adalah naga humanoid, ini adalah jenis naga yang dapat berubah menjadi manusia atau naga dengan bebas. Naga ini hanya dapat menggunakan mana saja.


Dan yang keempat adalah naga tanpa akal, ini adalah naga tipe monster biasa. meski dibilang tanpa akal namun sebenarnya naga ini akan mendapatkan kecerdaskan sandiri jika telah mencapai tingkatan tertentu. Naga ini tidak akan dapat memiliki bentuk lain tidak peduli berada ditingkatkan mana meraka berada.


Dan yang ada didepan Zen saat ini adalah salah satu dari 99 naga sejati, namanya adalah Hua Tian dalam hal Kekuatan dia tidak terlalu beda jauh dengan para pemegang mahkota tingkat tinggi namun ada beberapa dari mereka yang tidak terlalu beda dengan kekuatan para dewa sejati.


"Kau memang tidak ada mengundangku, aku hanya ingin datang kesini saja dan ke 2 ratu roh itu mengundangku untuk masuk."


Zen lalu melihat kearah Rubia dan Ciel, Rubia hanya tersenyum kepada Zen seolah olah dia mengatakan kalau dia tidak melakukan sesuatu yang aneh.


"Jadi apa yang kau lakukan disini?"


Zen berjalan dan duduk didekat Rubia, sedangkan Xia Shuang duduk didekat Ciel.


"Jadi ini Putrimu. Dia cukup cantik."


Hua Tian menatap Xia Shuang, tatapan itu bukanlah untuk membuat Xia Shuang takut melainkan dia sedang menilai potensi Xia Shuang.


"Keberuntungannya sangat besar, bakatnya juga cukup bagus. Jika dia terus berlatih maka dia pasti akan dapat melewati batasan itu."

__ADS_1


Keberuntungan adalah salah satu faktor penting dalam seni beladiri, semankin besar keberuntungan seseorang maka akan semakin bagus potensi seseorang. Namun keberuntungan yang besar belum tentu selalu bagus, terkadang surga akan menghancurkan keberuntungan seseorang dan membuatnya semakin sulit untuk dapat berlatih seni beladiri.


Xia Shuang sudah beberapa kali terkena serangan surga untuk menghilangkan keberuntungannya, namun berkat Ling Hao dan yang lainnya surga selalu gagal menghilangkan keberuntungannya itu.


"Tanpa kau mengatakannya aku juga tau, jadi apa yang kau inginkan?"


"Aku kesini hanya untuk memastikan saja."


"Memastikan apa?"


Sejauh yang Zen ingat dia sama sekali tidak ada konflik dengan para naga terutama para naga sejati, Zen jadi sedikit binggung dengan apa yang Hua Tian katakan.


"Mereka hanya ingin tau apa kau akan menjadi musuh kami atau tidak, jadi mereka untuk memastikan hal itu."


"Kalian terlalu berlebihan, tidak peduli sekuat apa aku pada akhirnya aku juga tidak akan menjadi ancaman bagi kalian."


"Lagi pula bahkan dengan kekuatanku yang sekarang aku juga tidak dapat pergi kedunia kalian."


Didunia atas ini memang ada dunia yang dikuasai para naga, namun kebanyakan yang tinggal disana adalah para ras keturunan naga dan naga humanoid. Sedangkan para naga sejati tinggal didunia naga yang terletak di semesta yang berbeda dengan dunia atas ini. Butuh kekuatan yang sangat besar untuk dapat pergi kedunia itu, dan karena dunia itu terletak di semesta yang berbeda seseorang jadi harus melewati batasan surga untuk dapat pergi kedunia itu.


"Yah kurasa kau benar."


Dengan kekuatan Zen yang sekarang dia masih tidak dapat melewati batasan Surga meskipun dia mengetahui cara melewatinya. Hanya dengan melihatnya saja Hua Tian dapat mengetahuinya kalau Zen masihlah sangatlah lemah dibandingkan dengan yang dia kenal dulu.


"Jadi apa yang ingin kau bicarakan lagi, kuyakin kalau kau kesini bukan cuma untuk memastikan hal itu bukan?"


Para naga sejati tidak jauh berbeda dengan para dewa sejati, batasan yang dibuat oleh surga tidak berfungsi untuk mereka. Mereka dapat melewati batasan surga kapanpun mereka inginkan, namun mereka biasanya tidak tertarik dengan apa yang ada dibawah surga jadi sangat jarang bagi mereka untuk melewati batasan surga.


"Kau menyadarinya ya, aku hanya ingin memastikan saja apa kau mengetahui kalau Situ Hontian dan yang lainnya menghilang."

__ADS_1


Situ Hontian adalah salah satu dari 48 dewa kuno yang tinggal ditanah tuhan.


"Mereka ya, apa mereka benar benar menghilang sepenuhnya?"


"Tidak, tubuh mereka masih hidup tapi jiwa mereka telah terpisah dari tubuh itu. Sepertinya jiwa mereka tidak dapat kembali ketubuhnya dengan kehendak mereka sendiri."


"Jadi begitu ya, pantas saja mereka tinggal ditubuh seorang manusia kecil."


"Dari perkataan mu terdengar kalau kau pernah bertemu dengan jiwa mereka."


"Mungkin bisa dibilang begitu."


Meski Zen sangat jarang bertemu secara langsung namun Zen telah mengamati pemuda yang didalam tubuhnya ada jiwa Situ Hontian dan yang lainnya.


"Bisakah kau memberitauku dimana mereka sekarang?"


"Entahlah aku juga tidak tau dimana mereka sekarang."


Meski Zen dapat dengan mudah menemukan pria muda itu namun Zen sama sekali tidak ada niat untuk memberitau Hua Tian, bagaimanapun pemuda itu cukup penting untuk Zen dan yang lainnya.


"Lebih baik kalau kau tidak ikut campur, mereka sepertinya memiliki beberapa konflik dengan para dewa sejati yang lain."


Meski para naga sejati itu kuat namun tetap saja mereka akan kesulitan jika melawan para dewa sejati, akan lebih baik jika kata naga sejati tidak ikut campur dalam konflik para dewa sejati dengan begitu perang tidak akan pecah.


"Aku akan mendengarkan saran mu, kalau begitu sampai jumpa lagi ditanah tuhan."


Hua Tian berdiri dari kursinya dan langsung menghilang dari sana.


"Dasar naga yang cukup merepotkan."

__ADS_1


__ADS_2