
[Kota Danau Mitre,Rumah Penginapan Bergambar Panda.]
Disebuah meja dipenginapan itu ada seorang wanita yang sedang kebosanan, meski wanita itu tampak seperti masih muda yang berumur 20 sampai 25 tahun namun sebenarnya wanita itu telah berumur lebih dari 35 tahun.
'hmm, aura yang tidak asing. Jika dilihat dari arahnya'
Merasakan aura yang tidak asing baginya wanita itu tiba tiba tersenyum seperti sedang merasakan sesuatu yang akan menghilangkan kebosanannya dalam waktu yang lama.
'Begitu ya, jadi bocah mantan manusia itu berhasil menganalisis penghalang menara itu dan mencabut pedangnya.'
Wanita mengingat sorang anak muda mantan manusia yang meminta informasi padanya tentang pedang yang ada dimenara itu, dengan mengingat itu Senyum yang ditunjukannya menjadi lebih lebar dari sebelumnya, dan dia sedikit mengeluarkan aura dari tubuhnya.
"Yu,,Qinyu,,,Nona qinyu."
Seorang gadis dengan seragam pelayan memanggilnya berkali kali.
"Hmm, ada apa?"
Seolah olah sedang berada didalam kesenangan yang dalam, Butuh waktu yang agak lama untuk wanita itu menjawab panggilan seorang gadis dengan seragam pelayan tersebut.
"wajahmu."
"Ada apa dengan wajahku?"
"Kau dari tadi terus tersenyum."
Karena senyum yang dikeluarkan wanita itu dilakukan tanpa sadar, wanita itupun segera menghilangkan senyuman dari wajah cantiknya itu.
"Apakah ada sesuatu yang membuatmu senang nona?"
"Tidak, hanya saja."
"Hanya saja?"
Keheningan menimpa kedua orang itu, sigadis muda itu menatap wanita itu dengan wajah yang penuh rasa penasaran.
"Tidak, lupakanlah."
"Ehh."
Gadis itu mengeluarkan wajah yang cukup kecewa. Tiba tiba Seorang laki laki tua memanggil untuk memesan minuman.
"Lust ada orang yang memesan, pergilah kau kesana."
"Baiklah."
Karena wanita itu tidak ingin memberi tau gadis itu apa yang sedang dia pikirkan, wanita itu segera menyuruh gadis itu untuk pergi ketempat pelanggan yang memanggil.
'Yah sebaiknya aku segera meniggalkan pekerjaan ini dan segera memulai persiapan untuk kesenangan yang akan datang.'
Wajah wanita itu kini kembali memunculkan senyum kecil dibibirnya.
^^^^^
[Leluhur ke 5, Penerus ke 13, Si pengguna Ular, Argares.]
"Hmm,Aura ini pedang suci dan pedang terkutuk. dan juga meski terasa samar samar aura ini adalah aura."
Begitu ya, jadi ini yang dimaksud oleh bocah mantan manusia itu, jadi dia sudah memulai apa yang dia rencanakan. Dia bilang dia akan menghilangkan rasa bosan yang kurasakan ini, rasa bosan yang telah ada bersamaku selama 50 tahun lebih. Aku sangat tidak sabar untuk merasakan hasil dari usaha yang dia lakukan, semoga hasilnya sama seperti yang dia katakan padaku.
__ADS_1
Tapi ada yang aneh disini, menurut informasi yang kudapat dia masih belum menemukan orang yang ketujuh. Namun mengapa dia sudah memulai rencananya dengan pion yang tidak lengkap, ini cukup membingungkan. Karena dia sudah memulai rencananya maka sebentar lagi dia pasti akan kembali, pada saat itu mungkin aku harus datang ketempatnya dan bertanya padanya.
"Vill, aku akan pergi kesuatu tempat. Selagi aku pergi maka kaulah yang akan memerintah dikastil ini."
"Baik yang Mulia."
"Kalau begitu aku akan pergi sekarang."
"Baik, selamat jalan yang mulia."
Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan bocah itu, semoga kau tidak menghancurkan harapanku bocah sialan.
^^^^^
[Ruang Singgasana Kekaisaran Suci]
"Sepertinya tidak lama lagi akan terjadi badai yang besar!"
"Badai? Apa kita Harus segera menggungsikan para penduduk yang mulia?"
Kaget dengan perkataan sang kaisar kalau akan segera terjadi badai, sang penasihatnya pun segera bertanya pada kaisarnya.
"Tidak perlu, badainya tidak akan terjadi dalam minggu ini. Lagi pula tidak ada gunanya munggungsikan para penduduk."
"Ah,,,,haaa"
Wajah sang penasihat menjadi dipenuhi rasa kebinggungkan setelah mendengar perkataan sang kaisar. Sang kaisar juga tau kalau penasihatnya sedang binggung saat ini karena perkataannya, sang kaisarpun segera menggubah topik pembicaraan.
"Ngomong ngomong eliter (Nama sang penasihat) apakah rencana pemanggilan kita sudah selesai?"
"Belum yang mulia, rencananya sebentar lagi akan selesai. Saat ini baru ada 35 penyihir yang bergabung dalam rencana sedangkan kita memerluka 45 penyihir. Jadi kita masih memerlukan 10 penyihir lagi."
"Baik yang mulia."
Rencana pemanggilan yang ingin mereka lakukan adalah rencana dalam skala yang sangat besar. Biasanya pemenggilan hanya memerlukan 7 sampai 10 penyihir, sedangkan kali ini kaisar memakai 45 penyihir. Semangkin banyak penyihir dan mana yang terkumpul maka akan semangkin banyak pula panggilan yang akan terpanggil.
"Yang mulia saya mungkin akan sedikit kurang sopan, namun untuk apa kita melakukan ritual pemanggilan?"
Sang kaisar melihat si penasihat dengan sekilas lalu dia melihat jendela yang jaraknya cukup jauh dari tempat dia duduk sekarang.
"Untuk melawan para iblis dan para hewan kuno yang sedang bersembunyi jauh disana."
^^^^
[Menara Ai, Ruangan Pedang]
"Uahhh, aura dari kedua pedang ini besar kali."
"Aura? Aura apa yang kau maksud zen?"
Aku secara spontan langsung menghadap ketempat suara itu berasal, itu adalah ziyun yang sedang berdiri dibelakangku. Karena kejadian menarik dari para bola elemen tadi dan karena aura yang dikeluarkan kedua pedang yang kupegang Aku bahkan lupa kalau dia ada bersamaku.
-hoy, gadis muda itu sedang bertanya, mengapa kau tidak menjawabnya.-
-Apakah kau bodoh, untuk apa aku mejelaskannya dia juga tidak akan mengerti.-
-Yah kau benar juga, mungkin yang dapat merasakan aura kedua pedang itu meski berjarak jauh dari menara ini hanyalah para jendral iblis atau yang lebih kuat dari mereka.-
-ya kau betul juga.-
__ADS_1
Meski aura yang dihasilkan pedang ini kuat namun manusia atau iblis lemah tidak akan dapat merasakannya.
"Zen mengapa kau diam saja, kau bahkan belum menjawab pertanyaanku."
"Ahhh masalah itu, aku hanya merasa kalau kekuatan pedang ini sangat besar karena itulah aku menjadi kagum."
"Hmm, begitu ya."
Karena ziyun dulunya tinggal didesa maka dia pasti akan langsung percaya dengan apa yang kukatakan barusan. Dengan begini maka rasa penasarannya pasti sudah hilang.
-Hahaha, alasan yang cukup bagus untuk menipu gadis muda sepertinya.-
-Diamlah kau.-
-Hahaha, ngomong ngomong kau tadi mencampurkan sedikit auramu keaura pedang yang mengalir keluar. Apa sebenarnya yang kau lakukan?-
-Sebuah pesan untuk seseorang.-
-Sebuah pesan untuk siapa?-
-Kau tidak perlu tau.-
-Hmm ya biarlah. Ah sepertinya itu akan segera keluar.-
-Itu? Apa yang kau maksud dengan itu?-
-Sebuah peta benua ini yang memungkinkan mu untuk melihat dimana pedang suci maupun terkutuk disegel, dan juga dapat membuatmu berpindah ketempat yang kau inginkan selama itu masih berada dibenua ini.-
-Heh, sungguh peta yang menarik.-
Sejujurnya meskipun aku tidak ingin mempercayainya tapi aku tidak bisa tidak mempercayai si roh kegelapan ini. Sebelum masuk kesini Aku tidak memiliki pengetahuan apapun tentang menara ini kecuali tentang penghalang yang ada diluar. Sedangkan Pengetahuannya tentang menara ini sangat luar biasa jadi aku harus mempercayai apa perkataanya.
Sesuai apa yang dia katakan sebuah peta muncul didepanku dengan ukuran yang cukup besar.
-Jadi apa peta ini yang kau bilang.-
-Ya, kau bisa melihat bukan tanda pedang berwarna emas dan hitam. Itu artinya pedang suci dan pedang terkutuk yang ada disitu masih tersegel dan belum dimiliki oleh orang lain.-
Jika yang dia katakan benar maka untuk saat ini jumlah pedang suci yang tersegel ada 2 dan begitu juga dengan pedang terkutuk. menurut peta ini mereka disegel didua tempat, tempat yang pertama adalah istana kekaisaran dan tempat yang kedua adalah dilembah kematian yang ada dibarat.
Karena aku sekarang berada diutara maka lembah itu adalah kebalikan dari tempat ini, ya meskipun aku tidak ada niat untuk pergi kedua tempat itu.
-Jadi bagaimana cara menggunakan sihir teleportasinya?-
-Cukup kau pilih tempat yang ingin kau tuju dan masukan sedikit manamu.-
-Begitu ya.-
"Ziyun peganglah tanganku, kita akan segera pergi."
"Pergi kemana?"
Ada sebuah kebingungan yang terlihat dari wajah ziyun, ya lagian sudah pasti dia akan binggung dengan perkataanku. Tangga yang kami gunakan tadi ada dibelakang kami, sedangkan aku memintanya untuk memegang tanganku bukannya pergi ketangga. Meski aku ingin menjelaskannya padanya namun hal itu hanya akan membuang buang waktu.
"Kita akan pergi ke kota urukis dengan sihir jadi penganglah tanganku."
"Baiklah."
Setelah ziyun memegang tanganku, aku langsung mengalirkan manaku kepeta pada tempat yang kutuju. Sebuah lingkaran sihir terbentuk dibawah kakiku, ini adalah lingkaran sihir yang akan membawa kami kekota urukis yang ada dibarat.
__ADS_1