
Sebuah pedang menusuk dadanya dari belakang, Zen lalu melihat kearah belakangnya. Dia melihat Lilfy sedang tersenyum kecil kepada nya.
"Apa kabar Zen?"
"Lilfy, sejak kapan kau ada disini?"
Sambil memuntahkan darah, Zen bertanya kepada Lilfy.
"Hmm, apa masih ada waktu bagimu untuk bertanya? Lebih baik kau melihat kedepan."
Zen langsung melihat kearah depan, dan Iris sedang menuju kearahnya dengan cepat. Dalam waktu singkat Iris telah berada didepannya, dengan pedang suci ditangannya Iris menyerang Zen sekuat tenaga.
"Keluarlah, Shikin."
Pelayan ke 8 Zen keluar, dengan tubuh besarnya pelayan itu menyerang Iris tepat sebelum pedang miliknya mengenai Zen.
Zen langsung berbalik dan menyerang Lilfy dengan tendangannya. Zen kemudian segera pergi menjauh dari Lilfy dan mencabut pedang terkutuk yang menancap di dadanya.
"Untung saja ini adalah Pedang terkutuk."
Pedang terkutuk tidak memiliki Efek sebesar pedang suci untuk ras Vampire dan iblis. Luka Zen pulih dengan cepat, jika saja yang menusuk dadanya adalah pedang suci maka lukanya mungkin akan lebih lambat untuk pulih.
Zen hendak pergi dari tempatnya saat ini, namun Vanes dengan cepat langsung menyerang Zen dengan pedang terkutuk miliknya. Zen menahan serangan itu dan pergi menjauh dari Vanes.
Zen kemudian melihat kesekitarnya untuk mencari Argares yang seharusnya melawan Vanes. Dalam waktu singkat Zen akhirnya menemukan lokasi Argares, Argares saat ini sedang bersama Elizabeth melawan Abrials.
"Tuan Argares sialan!"
Vanes tidak membiarkan Zen pergi darinya, tanpa memberikan banyak waktu Vanes langsung mengejar Zen dan kembali menyerangnya.
Mereka berdua saling beradu pedang, lalu tiba tiba puluhan bola api biru dengan diameter 100 cm menuju kearah mereka dengan cepat.
Mereka berdua langsung menghindar jauh dari bola api itu, bola api itu memiliki daya ledak yang sangat kuat. Meski begitu, ledaknya tidak mengenai Zen ataupun Vanes yang telah pergi menjauh.
__ADS_1
Zen lalu langsung mencari sumber sihir bola api berasal, dia kemudian menemukan orang yang menggunakan sihir bola api. Orang itu adalah raja iblis Galios, dia berdiri diatas sebuah bangunan dengan 4 raja iblis yang lainnya.
Para raja iblis itu adalah raja iblis peringkat ke 2 Dahlia, peringkat ke 3 Remi, peringkat ke 4 Keina dan peringkat ke 5 Thearte.
"Apa yang dilakukan para raja iblis itu disini?"
Situasi Zen saat ini benar- benar buruk, dia dikepung oleh para raja iblis, raja naga hijau Vanes, Iris dan ke 6 orang lainnya yang telah berkumpul.
Zen lalu Melihat kearah Lapis, dengan sebuah senyuman diwajahnya lapis menghancurkan jantung milik Legion. Dengan jantungnya yang hancur, Legion tidak akan lagi dapat beregenerasi dan diapun mati.
Lapis kemudian melihat Zen dan menuju kearah Zen dengan cepat. Dalam waktu singkat lapis telah berada didepan Zen.
"Kelihatannya kau sedikit kesulitan?"
"Ya, saya benar-benar kesulitan. Saya rasa Akan lebih baik jika anda membantu saya nona lapis."
"Baiklah aku akan membantumu, aku akan mengurus pada raja iblis itu."
"Baiklah, tapi anda menjauhlah dari saya nona. Saya akan membuat Medan anti sihir, jadi jika anda didekat saya anda tidak akan dapat membuat sihir."
"Kelihatannya kau kesulitan lapis."
Lapis hendak menuju ketempat para iblis itu berada, namun dia berhenti ketika seorang pria berbicara dengannya dari atas.
"Ya, aku memang cukup kesulitan Mabas."
Mabas yang tadinya hanya berniat untuk menjadi pengamat kini telah bergabung kedalam perperangan. Dia datang dengan beberapa bawahan miliknya.
"Jadi bagaimana jika kau membantuku?"
"Baiklah, lalu siapa yang harus kulawan?"
"Kau dan aku akan melawan mereka."
__ADS_1
Lapis menunjuk sebuah bangunan yang diatasnya berdiri para raja iblis.
"Begitu ya, sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang sedikit merepotkan."
Meski dia berkata seperti itu, namun Mabas bergerak duluan menuju tempat para raja iblis itu dan meninggalkan Lapis.
"Dasar tidak sabaran."
Lapis pun langsung bergerak menyusul Mabas, dan pertempuran antara kedua leluhur itu dengan 5 raja iblis pun dimulai.
Begitu Lapis meninggalkan dirinya, Zen langsung membuat penghalang anti sihir miliknya. Saat ini Vanes, Iris, Kufa dan yang lainnya berada didalam penghalang itu. Selama penghalang itu masih aktif mereka tidak akan dapat mengeluarkan sihir.
"Majulah."
Zen memberikan sedikit dorongan bagi mereka untuk maju duluan, yang pertama bergerak adalah Vanes. Dengan teknik berpedang miliknya dia terus menyerang Zen, dalam beberapa gerakan Vanes berhasil melukai Zen sedikit demi sedikit.
'Sial, karena inilah aku benci teknik berpedang murni.'
Teknik berpedang murni sama seperti namanya teknik itu hanya sebuah gerakan dengan menggunakan pedang dan sama sekali tidak menggunakan sihir.
Penghalang anti sihir yang Zen ciptakan sama sekali tida berguna untuk melawan teknik itu, jika Zen sedikit saja terlambat untuk menghindari atau menahan serangan Vanes, beberapa bagian tubuhnya mungkin sudah ada yang terpisah dari badannya.
Beberapa bagian tubuh Zen mulai terluka, Zen menjadi sedikit kesal. Dengan kedua pedang miliknya, Zen pun langsung melakukan serangan balik kepada Vanes. Dalam beberapa gerakan Zen berhasil membuat Vanes terpojok, Zen berniat untuk langsung mengakhiri Vanes namun Iris tiba tiba datang dan menyerangnya.
Zen menghindari serangan Iris itu, lalu tanpa jeda sedikitpun Accua menyerang Zen dengan pedang terkutuknya.
Kufa memanggil pelayan miliknya, Petrius langsung keluar dan menyerang Zen. Zen mengeluarkan pelayan ke 9 Ariel untuk menahan serangan Petrius dan Zen langsung mengambil jarak yang cukup jauh dari mereka semua.
"Ini semangkin merepotkan, akan berbahaya jika pertarungan berlangsung lama."
Sebenarnya jika pertarungan berlangsung dalam waktu lama maka Zen dapat memastikan kemenangan miliknya. Namun Zen tidak bisa melakukan hal itu, dia tidak tau apa yang akan muncul selanjutnya. Jadi sebelum tenaganya terkuras lebih banyak lagi Zen berencana untuk segera mengakhiri pertempuran ini.
"Saatnya menjadi sedikit serius."
__ADS_1
Zen mengalirkan mana miliknya kedalam kedua pedang terkutuk itu, lalu Zen bergerak dengan cepat untuk menyerang mereka satu persatu.
Semua orang yang ada disitu adalah pengguna pedang terkutuk atau pedang suci. Suara benturan pedang dapat terdengar dengan jelas, dan benturan antara pedang pedang itu membuat daerah sekitar menjadi hancur.