
Pria tua itu, pejuang surga tingkat tinggi Cheng Ning. Dia adalah seorang pejuang surga yang percaya akan keberadaan surga, Dimatanya orang seperti Zen yang telah melanggar aturan yang ada harus segera mungkin dihilangkan dari dunia ini.
Cheng Ning lalu mengeluarkan ratusan pedang emas, ini adalah teknik yang sama dengan yang Lin Shuming gunakan dikota saat itu. Hanya saja Cheng Ning telah menguasai teknik ini jauh lebih dalam daripada Lin Shuming.
Nama teknik ini adalah susunan 100.000 pedang, pedang pedang ini sendiri diambil dari dunia pedang tanpa batas.
Pada awalnya pedang emas itu akan memiliki ukuran yang sangat besar. Namun dengan seiringnya berjalan waktu Cheng Ning dapat mengatur ukuran pedang itu sesuai dengan keinginannya.
Cheng Ning lalu menyerang Zen dengan pedang pedang itu. Pedang itu bergerak dengan sangat cepat membuat sebuah formasi.
Formasi ini membuat Zen tidak memiliki kesempatan untuk dapat menghindari serangan itu, Zen lalu mengeluarkan pedang miliknya.
Zen mengalirkan mana dan energi spiritual miliknya kedalam pedang itu secara bersamaan. Pedang Zen yang berwarna hitam pekat itu kini mengeluarkan aura kegelapan yang sangat besar.
Zen mengahancurkan satu persatu pedang milik Cheng Ning itu, namun dengan kekuatan Zen yang sekarang dia hanya dapat menghancurkan beberapa saja.
Beberapa pedang milik Cheng Ning membuat tubuh Zen menerima beberapa luka goresan. Luka luka itu masih tidak akan cukup untuk membuat Zen menyerah.
Cheng Ning lalu mengeluarkan lebih banyak pedang lagi, meski teknik membutuhkan energi yang sangat besar namun bagi mereka yang berada dialam ilahi atau pejuang surga hal itu bukanlah sebuah masalah.
Berbeda dengan dunia bawah, didunia atas ini jumlah mana dan energi spiritual sangatlah banyak. Meski Cheng mengeluarkan energi spiritual dalam jumlah besar, dantian akan langsung terisi kembali.
"Dasar orang tua sialan ini."
Zen tidak melihat ada kesempatan baginya untuk dapat kabur, meski dia dapat pergi dari Cheng Ning namun masih 3 orang pejuang surga yang lain dibelakangnya.
"Ars Nova."
Zen mengeluarkan sihir Ars Nova, namun sihir ini berbeda dengan sihir Ars Nova yang sebelumnya. Untuk mereka yang berada ditingkat Marquess ke bawah akan ada jeda waktu sampai Ars Nova aktif, seperti harus menunggu sihir itu mengecil dan menyentuh permukaan.
__ADS_1
Namun bagi mereka yang telah berada dialam Duke keatas mereka dapat melampaui batasan itu. Terutama bagi mereka yang ahli dalam sihir kegelapan, mereka dapat langsung membuat sihir Ars Nova langsung meledak begitu dibuat.
Bammm
Sihir itu menciptakan sebuah ledakan yang sangat besar, bahkan gunung tempat Zen berada sebelumnya hancur tak bersisa karena ledakan itu.
Zen sendiri tidak mendapat luka apapun dari sihir itu, itu karena dia telah membuat ratusan penghalang ditubunya dengan menggunakan mana dan energi spiritual.
"Meski itu besar namun aku tidak yakin kalau para orang tua itu akan terluka parah."
Apa yang Zen pikirkan benar benar terjadi, ke 4 pejuang surga itu sama sekali tidak dapat mendapatkan luka parah. Tidak mungkin lebih tepat jika dikatakan mereka sama sekali tidak menerima luka.
Untuk ke 3 orang itu mereka melapisi tubuhnya dengan energi spiritual yang sangat banyak, dan untuk Cheng Ning dia membuat semua pedang milik membentuk sebuah formasi yang mengelilinginya.
"Sekarang giliran ku untuk menyerang."
Cheng Ning kembali menggerakkan semua pedangnya, pedang Pedang itu kembali menuju kearah Zen dengan sangat cepat.
Cheng Ning telah menduga hal itu, dari semua gerakan teknik kekosongan Zen hanya gerakan ke 4 yang dapat melawan semua pedang itu. Cheng Ning lalu membuat puluhan bola putih disekitarnya.
Bola bola putih itu adalah kumpulan energi spiritual yang dipadatkan, satu bola itu sendiri mungkin memiliki jumlah energi spiritual yang setara dengan orang yang berada dialam dunia dewa lapis ke 5.
Dengan kata lain saat ini Cheng Ning membuat ratusan bola putih dengan kekuatan serangan yang setara dengan ratusan orang dialam dunia dewa.
Teknik ini sangat sulit untuk digunakan karena itulah hanya mereka para pejuang surga yang dapat menggunakannya.
Selagi Zen masih sibuk menghancurkan semua pedang miliknya, Cheng Ning kembali menyerang Zen dengan bola bola putih itu.
Zen dapat dengan jelas melihat bola bola itu, sebuah ekspresi kesal muncul diwajahnya. Semua pedang itu saja sudah membuatnya kerepotan, sekarang muncul lagi bola bola putih yang makin membuatnya kerepotan.
__ADS_1
Namun bukan berarti Zen tidak memiliki cara untuk menahan serangan bola bola itu. Zen lalu mengeluarkan ribuan cinta bewarna hitam, cincin itu memiliki ukuran sebesar bola kaki.
Cincin itu tidak jauh berbeda dengan bola bola putih milik Cheng Ning, hanya saja cincin cincin itu terbuat dari mana mana yang dipadatkan.
Bola putih dan cincin itu saling bertabrakan, karena kedua sumber kekuatan yang sangat berbeda mereka akan menciptakan sebuah ledakan yang besar ketika hancur.
Jumlah cincin Zen jauh lebih banyak, beberapa cincin yang Tidak bertabrakan langsung menuju kearah Cheng Ning dengan cepat.
Cheng Ning menyipitkan matanya, dia tidak menyangka kalau semua itu masih belum cukup untuk membunuh Zen yang baru saja terbangkit kembali.
Cheng Ning tau, meski Zen belum pernah mencapai tingkatan tertinggi sebagai pejuang surga ataupun king namun tetap saja kekuatannya sangat berbahaya bagi mereka.
Cheng Ning lalu mengeluarkan lebih banyak lagi pedang, dia lalu menghancurkan cincin Zen dengan pedang itu.
Jumlah energi spiritual yang Cheng Ning gunakan sudah sangat banyak, dia untuk sementara berhenti menyerang Zen.
Zen bernafas dengan sangat cepat, dia telah terlalu banyak bergerak kerena pedang pedang Cheng Ning. Sekarang Cheng Ning berhenti menyerang, ini adalah waktu yang tepat bagi Zen untuk beristirahat meski hanya sebentar.
"Kenapa kau berhenti menyerangnya Cheng Ning?"
Salah satu seorang pejuang surga bernama Li Qinyuang bertanya.
"Jika kau tidak membunuhnya sekarang maka tidak akan ada kesempurnaan lagi bagi kita dimasa depan." Li Qinyuang melanjutkan
Bagi mereka kesempatan emas seperti ini tidak akan lagi ada dimasa depan, setelah Zen kembali mendapatkan ke 3 mahkota miliknya maka mereka akan menjadi kesulitan untuk membunuhnya.
Selain itu jika Zen kembali bersatu dengan Ling Hao dan yang lainnya maka mereka harus bertarung dulu dengan Ling Hao dan lainnya sebelum membunuh Zen.
"Jika kau mengalami kesulitan maka biarkan kami yang turun tangan." Ucap salah satu pejuang surga bernama Xu Yue.
__ADS_1
"Benar seperti yang Xu Yue katakan, kalau begitu mari kita serang dia bersamaan."
Li Qinyuang memberitau pejuang surga yang lain, dan mereka mulai mengeluarkan teknik mereka. Namun sebelum mereka dapat menyerang Zen, sebuah petir yang hitam segara keluar dan menyerang para pejuang surga itu.