Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Roh Kegelapan Berbicara


__ADS_3

-ehh, bukannya tadi kau sudah menghilang, dan juga bagaimana bisa kau berbicara denganku?-


-Are, bukannya tadi sebelum menghilang aku sudah bilang padamu kalau kita akan segera bertemu, dan juga aku sekarang berada didalam tubuhmu karena itulah aku bisa berbicara denganmu.-


Jadi ini yang dia maksud dengan akan segera betemu kembali, aku banar benar salah pengertian. Kupikir yang dia maksud adalah sama seperti roh penjaga yang lainnya, bertemu ketika aku sudah mencabut pedang yang ada diatas. Tapi dia malah dengan santai mengatakan hal yang dapat membuatk kesal, jika aku tidak salah dengar tadi dia mengatakan kalau dia berada didalam tubuhku.


Meski perkataanya dapat membuatku kesal, namun aku sedikit tertarik dengan cara yang dia gunakan untuk berada didalam tubuhku. Apakah metode yang dia gunakan sama dengan cara yang digunakan oleh roh cahaya untuk masuk kedalam tubuh ziyun, tapi sepertinya itu tidak mungkin. Roh cahaya muncul setelah ziyun belajar sihir cahaya, namun sekarang aku sedang tidak belajar sihir hitam, Jadi bagaimana bisa dia masuk kedalam tubuhku. Sepertinya aku tidak punya pilihan lain, karena ini akan menjadi ilmu yang bagus maka aku akan bertanya padanya.


-hmm hmm, karena itu kau dapat bicara denganku ya. Jadi bagaimana kau bisa kau berada dalam diriku?-


-Heh, jika kau memang ingin tau coba tebak bagaimana cara agar aku bisa masuk ketubuhmu.-


Jika aku tau, aku tidak akan bertanya padamu roh sialan itulah yang ingin kukatakan saat ini, tapi untuk saat ini aku harus bersabar agar dia mau memberitauku.


-Aku sudah berulang kali berfikir tentang kemungkinan yang ada, namun mendengarnya langsung darimu adalah pilihan terbaik.-


Jika dia tetap tidak memberitaku sekarang itu tidaklah masalah bagiku, aku bisa saja bertanya lagi padanya di lain hari. Namun jika dia memberitaku sekarang itulah adalah sebuah keuntungan untukku.


-Baiklah, jika kau tidak menemukan jawabannya maka aku akan memberitaumu. Anggap saja ini balasan atas alasanmu mengenai roh cahaya pada saat itu.-


Roh cahaya, Apa dia berbicara mengenai hal yang kami bahas diruangan berkah itu, dan juga dia mengatkan tentang balasan. Roh ini Apa yang sebenarnya dia sembunyikan dariku, jika yang dia katakan tentang balasan itu memang benar, maka kemungkinan satu satunya adalah.


-Baiklah, cepat ceritakan bagaimana kau bisa berada didalam tubuhku.-


-Sebenarnya aku bukanlah penjaga bekah yang kedelapan, aku sudah ada didalam tubuhmu semenjak kau memasuki menara ini. Lebih tepatnya aku berada didalam tubuhmu setelah kau belajar sihir necromencer. Sekian penjelasan dariku, untuk penjelasan mengapa kau bisa terkena ilusi dariku seharusnya kau sudah sadar bukan.-

__ADS_1


Jadi itu yang terjadi ya, setelah mendengar penjelasannya untuk menegetahui alasan mengapa aku dan ziyun bisa terkena ilusi adalah hal yang mudah. Pertama dia menanamkan sihir ilusi kami, karena sihir itu belum aktif jadi aku tidak dapat merasakannya begitu pula dengan roh cahaya yang ada didalam tubuh ziyun. Lalu setelah kami memasuki ruangan berkah kedelapan dia mengaktifkan sihir ilusi itu, disaat aku terkena ilusi dia membuat tubuh roh dengan menggunakan mana disekelilingnya.


Meski aura yang dikeluarkan oleh berkah kegelapan sangat kecil, namun dalam ratusan tahun auranya dapat memenuhi ruangan dan juga aura yang berada diruangan tidak dapat membunuh sesoranng. Dengan ruangan yang didalamnya terdapat aura berlimpah dari berkah kegelapan maka akan mudah baginya untuk membuat tubuh roh, setelah itu dia dapat mencoba memainkan peran sebagai penjaga berkah.


Untuk alasan mengapa aku tidak dapat merasakannya adalah karena selama didalam menara aku tidak pernah merasakan situasi yang berbahaya untukku. Sedangkan roh cahaya yang ada didalam ziyun dapat dirasakan saat dia dalam bahaya seperti setelah pingsan karena efek samping dari belajar sihir ataupun ilusi yang baginya cukup berbahaya.


"Zen kau kenapa dari tadi diam saja."


Aku terkaget mendengar ziyun bertanya secara tiba tiba.


"Ie, tenang saja aku baik baik saja."


"Begitu ya"


-Menurutmu tangga ini menuju kelantai berapa?-


-Eh, ke lantai sembilan bukan.-


-Salah, apa kau tau kalau menara ini tidak memiliki lantai kesembilan?-


Berarti jika tidak ada lantai sembilan dimenara ini maka kami saat ini sedang menuju keatap, tapi jika kami pergi keatap apa diatas sana memang ada pedang suci dan terkutuk. Jika memang seperti itu maka apa gunanya menyegel kedua pedang tersebut, menurut yang kutau meski pedang suci terkutuk disegel mereka masih akan terus mengeluarkan aura. Jadi biasanya setelah pedang suci dan terkutuk disegel mereka akan ditaruh diruangan yang dipenuhi penghalang.


Jika tangga ini memang menuju keatap maka seharusnya aku dapat merasakan auranya sebelum masuk kemenara. Pedang suci dan terkutuk akan berhenti mengeluarkan aura setelah mereka memiliki seorang pemilik, jadi jika pedang suci dan terkutuk tidak memiliki pemilik maka mereka akan terus mengelarkan aura. Terlalu banyak hal yang tidak aku ketahui mengenai sistem dari menara ini, sepertinya bertanya pada roh kegelapan adalah satu satunya jalan untuk mendapatkan informasi.


-Jika memang seperti yang kau bilang kalau disini tidak ada lantai sembilan, kalau begitu apa tangga ini menuju keatap.-

__ADS_1


-Bisa dibilang kalau kalia pergi keatap tapi bisa juga dibilang kalau kalian pergi keruangan lain.-


Percuma saja aku bertanya, informasi yang dia berikan terlalu samar samar jadi sulit untuk memprediksinya. Jika saja aku memiliki sedikit informasi yang lebih banyak maka mungkin aku bisa memperkirakan apa yang ada diujung tangga ini.


-Mah mah, jangan terlalu dipikirkan. Kau akan tau apa yang ada diujung tangga ini begitu kau sampai.-


-Baiklah jika kau berkata seperti itu.-


-Hehehe, sepertinya kau sangat mempercayaiku.-


-Huft, tidak ada pilihan lain selain percaya padamu.-


-Hahaha, otto sepertinya kalian sudah dekat dengan ujungnya.-


Meski aku tidak tau dia tau dari mana kalau kami sudah hampir sampai diujung tangga namun yang dia katakan itu benar. Disitu terdapat sebuah pintu yang tertutup, sepertinya dibalik pintu ini memang sebuah atap. Aku membuka pintu itu secara perlahan lahan, begitu terbuka sinar matahari yang silau menyinari kami. Ini adalah pertama kalinya kami melihat sinar matahari semenjak berada dimenara ini.


Atap menara ini sangatlah luas, namun tidak ada benda lain selain altar yang ada ditengah. Aku tidak tau apakah altar itu memiliki mekanisme yang sama dengan altar dilantai bawah yang harus disalurkan mana untuk mengaktifkannya. Aku mencoba untuk menyalurkan manaku namun tidak ada reaksi dari altar.


-Apa yang kau lakukan, itu buka seperti altar dilantai bawah yang perlu disalurkan mana untuk mengaktifkannya.-


-Ehh, jadi apa yang harus kulakukan?-


-Kau lihat dialtar itu ada delapan lubang bukan, masukan bola berkah kedalam lubang itu untuk mengaktifkannya.-


Aku memasukan bola berkah disetiap lubang seperti yang dia suruh, pada awalnya tidak ada reaksi apapun dari altar. Namun setelah beberapa saat kemudia altar itu mulai mengeluarkan cahaya, tidak tau apa yang terjadi begitu cahaya itu menghilang aku dan ziyun telah berada didalam sebuah ruangan. Didalam ruangan itu terdapat sebuah pedang berwarna emas yang dikelilingi oleh beberapa pedang yang membetuk sebuah lingkaran.

__ADS_1


__ADS_2