
Sungguh wajah yang sangat tidak asing, dia adalah orang yang sangat peduli kepadaku. Sudah sepuluh tahun sejak pembantaian itu, bisa dibilang ini ada pertama kalinya aku melihat wajahnya setelah sepuluh tahun. Setelah pembantaian itu aku berusaha untuk mencari fotonya namun aku sama sekali tidak dapat menemukannya. Aku hanya menemukan foto ayah dan ibu tapi aku tidak dapat menemukan foto kakak.
Kakak perempuanku lebih tua dua tahun dariku, dulu aku sering mengikutinya kemanapun dia pergi. Bisa dibilang aku lebih dekat dengannya dari pada ayah dan ibu.
"Zen mengapa kau tidak mati dihari itu?"
"Zen mengapa kau meninggalkan kami?"
Ahhha, sungguh ilusi yang sangat hebat. Setelah memunculkan kakak ku sekarang ayah dan ibu, ini adalah ilusi yang sangat hebat. Aku terus mendengar perkataan dari ayah, ibu dan kakak. Mereka terus mengatakan hal hal yang dapat membatku merasa bersalah karena masih hidup dan dapat membuatku merasakan keputusasaan.
Jumlah mereka terus bertambah, kali ini bahkan para pelayan yang dekat denganku juga muncul. Mereka terus menerus bertanya dan mengatakan hal yang dapat menghancurkanku. Meski aku tau ini adalah sebuah ilusi dan aku juga tau bagaimana cara untuk bisa kelar dari ilusi ini, namun entah mengapa jauh didalam hatiku berfikir kalau ini adalah yang terbaik.
"Zen mengapa ka tidak tinggal disini saja?"
Mereka terus menerus menanyakan hal itu, tapi aku juga berfikir it bukanlah hal yang buruk. Tapi meski begitu, meski aku ingin tetap tinggal disini, tetap saja aku tidak bisa meninggalakan ziyun sendirian. Ayah ibu dan kakak adalah orang yang sangat penting bagiku, namun mereka sudah mati dan mereka yang ini hanyalah sebuah ilusi. Sedangkan ziyun dia masih hidup, maka meski aku ingin bersama mereka tapi aku tidak bisa. Saat ini keselamatan ziyun adalah prioritas paling utama untukku, maka aku harus keluar dari sini.
"Maaf ayah, ibu, kakak, dan semuanya. Selamat tinggal."
Aku mengeluarkan pedangku dan membunuh mereka satu persatu, setiap aku membunuh satu dari mereka hatiku merasa sakit. Pada akhirnya meski aku merasa sakit dihatiku aku tetap membunuh mereka semua satu persatu.
"Selamat tinggal zen, kami menyayangimu."
Yang terakhir aku membunuh kakakku, dia tersenyum padaku. Meski ini hanyalah sebuh ilusi namun ini sangat membutku senang karena dapat melihat senyumannya untuk yang terakhir kalinya.
"hehehe manusia yang hebat, kau bisa keluar dari ilusi itu."
Begitu aku kelar dari ilusi aku melihat sebuah bayangan yang besar, dia bertanya padaku tentang ilusi yang tadi kurasakan. Sepertinya dia adalah mahluk yang membuat ilusi itu.
"Ilusimu sungguh luar biasa, berkat itu aku dapat melihat wajah orang yang selama ini ingin aku lihat."
"Hehehe, kalau begitu kau harus berterima kasih kepadaku."
"Ya, aku berterima kasih padamu."
__ADS_1
Meski aku cukup membencinya karena membuatku mask kedalam ilusi yang seperti itu, namun aku juga harus berterima kasih kepadanya. Jika aku tidak terkena ilusi maka aku tidak akan dapat melihat wajah dari kakakk untuk selamanya.
"Oh ho, gadis itu juga dapat menahan ilusinya ya, dan sekarang dia hampir bangun."
Ketika dia mengatakan itu, seketika aku langsung melihat ziyun yang ada dibelakangku. Dengan melihat kondisinya yang saat ini, aku merasa semua kecurigaan yang aku pikirkan semenjak dia pingsan itu benar.
"Gadis itu sepertinya memiliki sesuatu didalam dirinya."
"Heh, ternyata kau dapat menyadarinya ya."
"Tentu saja aku menyadarinya, jika itu tidak ada maka gadis itu mungkin tidak dapat keluar dari ilusi itu."
Dia benar tanpa itu didalam dirinya maka ziyan tidak akan dapat keluar dari ilusi itu, ziyun adalah tipe orang dengan mental yang lemah maka dia pasti akan terjebak dalam ilusi itu untuk selamanya.
"Jadi manusia, apa kau tau apa yang ada didalam dirinya."
"Ya, meskipun belum pasti tapi dia adalah kemungkinan terbesar yang dapat aku pikirkan."
"Heh belum pasti ya, jadi siapa dia yang memiliki kemungkinan terbesar?"
^^^^^
(Ziyun POV)
Ini dimana? Mengapa aku merasa seperti pernah berada disini? Seingatku aku bersama zen pergi memasuki ruangan tempat berkah kedelapan berada, tapi mengapa aku bisa berada disini.
"oya, kau datang kesini lagi ya."
Aku melihat kesekelilingku untuk mencari sumber suara itu berasal, meski tempat ini cukup gelap tapi masih ada sedikit cahaya yang menerangi. Aku melihat kebelakangku, disitu duduk seorang perempuan dengan rambut berwarna perak dan dengan pakaina serba putih.
"Kau siapa?"
Aku melihatnya dan bertanya kepadanya dengan nada yang cukup pelan.
__ADS_1
"Karena aku belum pernah memberitau namaku padamu jadi wajar jika kau tidak tau, tapi karena kau bisa melihatku berarti kau sudah dapat melihat cahaya didalam sini ya. Ini sungguh perkembangan yang sangat besar, sebelumnya kau sepertinya bahkan tidak dapat melihat apapun."
Dia mengatakan sebelumnya, berarti aku memang pernah berada disini ya. Tapi meski aku mencoba mengingat tentang tempat ini, aku tidak dapat mengingat apapun tentang tempat ini.
"Kau tadi bilang sebelumnya, apakah sebelumnya aku pernah berada disini?"
"Eh, ah maaf aku lupa. Sebelumnya aku menghapus ingatanmu tentang tempat karena kau tidak terlalu kuat untuk mengingat tempat ini dan dunia luar. Tapi sekarang karena kau dapat masuk kesini dengan membawa ingatan dari dunia luar maka aku akan mengembalikan ingatanmu tentang tempat ini."
Perlahan lahan satu persatu pecahan ingatan masuk kedalam pikiranku, mungkin ini adalah ingatan yang dia hapus sebelumya. Setelah beberapa ingatan selesai masuk kedalam pikiranku aku kembali mengingat tempat ini, sekarang tempat ini sangat berbeda dengan yang ada diingatanku. Diingatanku tempat ini begitu gelap dan aku bahkan tidak dapat melihat apapun, tapi sekarang aku sudah dapat melihat ditempat ini dan sekarang ada cahaya yang menerangi.
Sebelumya aku masuk kesini karena efek dari sihir yang kupelajari dengan zen, kerena saat belajar sihir aku tidak dapat menahannya jadi aku masuk kesini. Tapi kali ini aku sedang tidak belajar sihir, jadi mengapa aku bisa ada disini.
"Jadi aku memang sudah pernah kesini ya, tapi mengapa sekarang aku bisa masuk kembali kesini, apa kau dapat memberi tauku?"
"Apa Sebelum masuk kesini kau ingat apa yang kau lakukan?"
"Iya, sebelumnya aku memasuki ruangan tempat berkah kedelapan berada."
"Jadi begitu ya, kemungkinan besar kau masuk kesini karena terkena ilusi dari si kegelapan itu, dan karena aku berada didalam dirimu jadi ilusi miliknya tidak mempan kepadamu. Sebagai gantinya kau dipindahkan ketempat ini."
Secara garis besar aku sudah sedikit memahaminya, sekarang yang jadi pertanyaan adalah apakah aku dapat keluar atau tidak dari tempat ini.
"Jadi apakah kau dapat mengeluar aku dari sini?"
"Ya, tentu saja bisa."
"Kalau begitu bisakah kau mengeluarkan aku sekarang?"
"Ya sesuai keinginanmu."
Dia mulai melakukan sesuatu yang tidak aku ketahui, untuk alasan yang tidak aku ketahui kesadaranku mulai menghilang.
"kalau begitu sampai jumpa, aku menantikan pertemuan kita kembali."
__ADS_1
Meski samar samar aku mendengar kata kata seperti itu, pada akhirnya kesadaranku hilang sepenuhnya.