Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Pemusnahan


__ADS_3

Disaat seorang seniman beladiri telah mencapai alam bencana, orang itu sudah dapat terbang dengan menggunakan energi spiritual miliknya.


Meninggalkan Ye Xue Yun, zen dengan cepat terbang ke langit dengan membawa Lin Kai.


"Dimana kediaman keluarga Lin berada?"


"Disana."


Dengan penuh ketakutan Lin Kai menunjukan mansion Keluarga Lin kepada Zen.


Zen dengan cepat langsung pergi kearah yang ditunjuk itu, karena jaraknya tidak terlalu jauh Zen jadi tidak memerlukan banyak waktu untuk Sampai.


Zen turun dihalaman kediaman Ling, para penjaga yang melihat Zen melukai Lin Kai langsung mengarahkan senjata kepadanya.


"Tuan muda."


"Jangan mendekat, jika tidak dia akan langsung mati."


Zen sedikit mengintimidasi para penjaga itu, dibawah intimidasi Zen mereka sama sekali tidak dapat mendekat.


"Panggil kepada keluarga kalian, jika tidak aku akan membunuhnya sekarang."


Zen mengarahkan pedang miliknya ke leher Lin Kai.


"Tunggu tolong jangan membunuhnya, aku akan memanggil kepala keluarka Sekarang."


Salah satu orang penjaga langsung pergi untuk melapor.


"Bukankah kau bilang tidak akan membunuhku?"


"Kapan aku mengatakannya?"


"Pada saat didepan Ye Xue Yun."


"Ah, sepertinya kau salah paham. Pada saat itu aku mengatakan kepadamu kalau aku tidak akan membunuhmu pada saat itu. Namun bukan berarti aku tidak akan membunuhmu saat ini."


Zen menatap Lin Kai dengan tatapan yang memandang rendah dirinya, Lin Kai tidak berani melihat tatapan itu dalam waktu yang lama dan dia pun langsung memalingkan wajahnya.


Zen Merasakan kalau Banyak orang yang datang menuju kearahnya, orang orang itu adalah para tetua keluarga Lin Dan juga kepala keluarga Lin.


"Sialan apa yang kau lakukan pada anakku?"


Kepala keluarga Lin, Lin Zhong bertanya kepada Zen sambil mengeluarkan aura membunuh yang besar. Namun meski mereka sama sama berada di alam hidup dan mati aura itu sama sekali tidak berpengaruh bagi Zen.


Para tetua Keluarga Lin sendiri kebanyakan berada di alam bencana lapis pertama dan kedua.

__ADS_1


"Dia melukai tubuhku, dan aku memberikan sedikit balasan atas apa yang dia perbuat."


"Apa kau bercanda, aku sama sekali tidak dapat melihat luka ditubuhmu."


"Tentu saja luka ku sudah sembuh, apa kau pikir sampah sepertinya dapat membuat luka ku menjadi berbekas?"


"Kalau begitu bukankah tidak ada yang perlu kau permasalahahkan?"


"Memang benar karena lukaku telah sembuh jadi aku tidak perlu mempermasalahkannya, namun aku sangat tidak menyukai jika ada orang yang melukai tubuhku."


Sebagian perkataan itu adalah kebenaran dan sebagian yang lainnya adalah kebohongan. Memang Zen ingin untuk tidak mempermasalahkan hal itu, namun karena pada saat membunuh Lin Feng dia berada dikediaman keluarga Ye Zen jadi tidak memiliki pilihan lain selain membersihkan keluarga Lin untuk menjaga keamanan keluarga Ye.


"Kalau begitu apa yang kau inginkan sebagai gantinya?"


"Pemusnahan Keluarga Lin."


Dengan cepat Zen langsung memotong leher dan Lin Kai. Darah miliknya mengalir dilantai, melihat apa yang terjadi pada anaknya Lin Zhong dengan cepat langsung menyerang Zen.


"Sialan kau. Tapak emas."


Sama seperti Lin Feng, pukulan tapak emas milik Lin Zhong dapat dengan mudah Zen tahan.


"Hmm, terlalu lemah."


Tanpa menggunakan satupun jurus Zen memukul wajah Lin Zhong dan membuatnya sedikit terhempas.


Zen menghentakkan kakinya dan penghalang yang terbuat sihir langsung muncul mengelilingi kediaman keluarga Lin.


"Dasar kurang ajar, beraninya kau membuat kekacauan di keluarga Lin."


Salah satu orang tetua manjadi marah dan dia menyerang Zen.


"Dasar lemah."


Zen membunuh tetua itu dengan sangat mudah, para tetua yang lainpun langsung bekerja sama dan menyerang Zen. Zen sama sekali tidak memberikan toleransi pada mereka yang mengatakan senjata kepadanya, dia langsung membunuh mereka.


Dalam sekejap semua tetua telah mati dan hanya kepala keluarga Lin yang masih dapat bertahan.


"Keluarga Lin ku, beraninya kau menghancurkan keluarga Lin ku."


Lin Zhong kemudian langsung mengaktifkan formasi yang ada dikediaman itu. Sebuah formasi berwarna emas muncul dilangit, formasi itu kemudian mengeluarkan petir emas dan menyerang Zen.


Zen menahan petir itu dengan tubuhnya, Petit emas itu masih belum dapat membuat tubuh Zen terluka.


"Formasi penjara petir langit ya."

__ADS_1


Zen tau mengenai formasi itu, dulu dia telah melihat orang yang mengunakan formasi itu berkali kali.


"Meski begitu ini formasi yang jauh dari kata selesai."


Kekuatan penuh dari formasi penerimaan penjara petir langit sangatlah kuat, bahkan Zen yang sekarang masih tidak berani untuk menahan Serangannya dengan menggunakan tubuh seperti yang dia lakukan sekarang.


"Petir amarah dewa."


Formasi itu sekali lagi mengelukan petir yang lebih besar dari pada yang sebelumnya, dengan cepat petir itu langsung menyerang Zen.


"Seni kokosongan, pedang kehampaan."


Semua petir itu langsung menghilang begitu mengenai pedang Zen, itu karena Zen mengirim semua petir itu kedunia Medan perang.


"Tidak mungkin, bahkan formasi itu tidak cukup untuk membunuhmu."


Lin Zhong menatap dengan tidak percaya apa yang dia lihat, formasi itu adalah kartu as miliknya. Namun kekuatannya masih tidak dapat membunuh Zen, dia akhirnya tida memiliki pilihan selain bertarung dengan kekuatannya sendiri.


"Jika petir seperti itu mampu untuk membunuhku maka aku pasti sudah mati sejak lama."


Dibandingkan dengan rasa sakit yang dia rasakan dari tombak cahaya milik Ray atau rasa sakit yang dia rasakan saat menyerap kekuatan miliknya, rasa sakit dari petir itu tidak ada apa apanya.


"Sekarang giliran ku yang menyerangmu."


Zen dengan cepat menuju kearah Lin Zhong, mata Lin Zhong sama sekali tidak dapat melihat pergerakan Zen dan karena itu tanpa dia sadari pedang milik Zen telah menusuk dada miliknya.


"Keluarga Lin ku....... Sejarah 500 tahun keluarga Lin Ku......"


Lin Zhong sedikit berbicara sambil terus memuntahkan darah.


"Sejarah keluarga Lin, berakhir disini."


Zen menarik kembali pedangnya dan tubuh Lin Zhong langsung terjatuh. Sekarang tidak ada lagi yang dapat menghentikan Zen, Zen lalu dengan cepat langsung membunuh semua orang yang dia lihat.


Mau itu pelayan, anak kecil, prajurit tidak ada yang Zen biarkan hidup. Dalam waktu kurang dari sehari banyak nyawa yang telah mati. Darah milik mereka terus mengalir dilantai dan membuat sebuah genangan.


"Hmm, masih ada yang hidup."


Dari sebuah bangunan yang belum Zen masuki dia Merakan sebuah hawa keberadaan. Zen pun langsung mendatangi bangunan itu.


"Seorang gadis?"


Didalamnya Zen dapat melihat seorang gadis dengan luka dibeberapa bagian tubuhnya. Ekspresi Gadis itu menunjukkan kalau dia tidak memiliki lagi memiliki keinginan untuk hidup, Zen pun mendekati gadis itu.


"Nama?"

__ADS_1


Dengan tatapan yang tajam Zen bertanya kepada gadis itu.


"Lin..... Yan."


__ADS_2