Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Pergi Ketempatnya


__ADS_3

Pada dasarnya mana dan energi spiritual tidak bisa saling berdampingan didalam satu tubuh, kedua hal itu akan menghancurkan satu sama lainnya karena itulah jika seseorang tidak dapat mengontrol mana dan energi spiritual didalam tubuhnya dengan baik maka tubuh orang itu pasti akan hancur. Namun bukan berarti orang itu harus mengontrolnya terus menerus, orang itu hanya perlu mengontrolnya pada saat saat tertentu seperti pada saat menerima malapetaka kenaikan atau pada saat penyatuan dengan mahkota seperti yang Zen lakukan saat ini.


Karena hal inilah terkadang pada Deadly Sins yang lain lebih memilih hanya menggabungkan 2 mahkota saja, bagaimanapun 2 mahkota saja sudah dapat membuat mereka dapat berdiri Dipuncak dunia atas ini tidak ada alasan bagi mereka untuk mengambil resiko mati. Mereka lebih memilih meningkatkan kekuatan dengan latihan dari pada menyatukan 3 mahkota kedalam tubuh.


Saat ini energi spiritual milik Zen lebih besar dari pada mana yang ada didalam tubuhnya, karena itulah mahkota pejuang surga Zen secara otomatis menolak mahkota king Zen untuk bersatu dengan tubuhnya. Mahkota pejuang surga itu terus menunjukan penolakan yang sangat kuat, rasa sakit yang Zen rasakan melebihi saat dia menyerap pecahan Kekuatannya.


Meski tidak ada orang yang menyerangnya namun tubuh Zen sedikit demi sedikit mulai memunculkan berbagai luka goresan, luka goresan itu mulai membesar dan mengeluarkan darah. Bentrokan kedua mahkota itu membuat beberapa Kekuatan hukum yang Zen kuasai keluar, pada awalnya disekitar Zen muncul es yang mengelilingi ruangan itu. Namun es itu segera mencair dan digantikan dengan api, api itu lalu mulai menghilang dan digantikan dengan petir, hal itu terus berlangsung berulang kali. Sebelumnya ruangan itu sendiri sudah Zen pasang penghalang jadi dia tidak perlu khawatir kekuatan hukum miliknya akan mengenai orang yang ada diluar.


Xia Shuang yang berada diluar Merasakan badai hukum diruangan tempat Zen berada, namun Xia Shuang sama sekali tidak khawatir karena dia dengan percaya dengan kemampuan ayahnya. Dari luar Xia Shuang hanya duduk dengan tenang dibawah pohon sambil memperhatikan ruangan itu.


Sementara itu Zen yang berada didalam terus merasakan rasa sakit yang luar biasa sambil terus menyatukan mahkota king itu, proses penyatuan ini lebih lama dari pada proses penyatuan ke 2 mahkota sebelumnya. Setelah 1 bulan berlalu mahkota king itu akhirnya berhasil bersatu dengan tubuh Zen, tidak hanya itu tubuh Zen yang terus terkena Kekuatan hukumnya kini telah menjadi lebih kuat lagi.


"Ahhh, ini benar benar buruk. Heal."


tubuhnya memang menjadi lebih kuat hanya saja karena badai hukum yang ada diruangan itu tubuh Zen jadi menerima luka yang cukup parah, meski badai hukum itu mengahancurkan semua yang ada didalam ruangan itu namun penghalang yang Zen buat sendiri hanya menerima beberapa retakan.


Tubuh Zen langsung sembuh semua, tubuhnya saat ini jauh lebih kuat dari pada sebelumnya. Jika sekarang Zen menerima serangan bola api Kreiz seperti pada saat itu maka tubuh Zen ini hanya akan menerima sedikit luka.


"Dia masih disini ya."


Zen Merasakan aura milik Xia Shuang, selama satu bulan ini Xia Shuang sama sekali tidak ada meninggalkan rumah dan hanya berlatih tubuh es Abadinya saja. Berkat itu tubuh es abadi Xia Shuang kini jauh lebih kuat dan dia bisa mengeluarkan es yang jauh lebih dingin dari yang sebelumnya.


"Sekarang saatnya menjemputnya."


Dengan kekuatannya yang sekarang Zen sudah dapat bersaing dengan Verdia, setelah cukup lama kini sudah saatnya dia kembali Theresia dari tangan Verdia. jika dia keluar maka Xia Shuang pasti akan mengikutinya, Zen tidak ingin Xia Shuang mengikutinya


Zen lalu membuka gate dan langsung memasukinya.

__ADS_1


Xia Shuang yang berada diluar tiba tiba tidak lagi dapat Merasakan aura milik Zen, meski Zen mengatakan padanya untuk tidak masuk kedalam ruangan itu namun Xia Shuang saat ini sedikit khawatir dia dengan cepat masuk kedalam ruangan itu. Xia Shuang sama sekali tidak dapat melihat Zen, dia hanya dapat melihatnya isi ruangan yang telah hancur akibat badai hukum Zen.


"Jadi begitu ya."


Setelah melihat isi ruangan itu Xia Shuang tau kalau Zen baik baik saja, dia lalu mengeluarkan sebuah jimat komunikasi dan langsung membakarnya. Api kecil yang membara muncul, api itu menandakan kalau jimat komunikasi itu sudah dapat digunakan.


"Tan Shin, Tan Shin."


Xia Shuang memanggil Tan Shin, tidak memerlukan waktu yang lama Tan Shin langsung menjawab Xia Shuang.


"Ada apa Xia Shuang? Apa sesuatu telah terjadi?"


"Dimana kau sekarang?"


"Tempat tuan Hao Chen."


"Mengapa aku harus kesana?"


"Ayah pergi kesana sendirian, aku tidak bisa pergi kesana jadi kau saja yang pergi kesana."


Jika Xia Shuang tidak salah dia memperkirakan kalau Zen pergi kesana untuk menjemput Theresia, Xia Shuang juga tau kalau Zen Tidak ingin Xia Shuang terlibat karena itulah Zen tidak mengatakan apapun. Menuruti apa yang Zen inginkan Xia Shuang tidak akan pergi kedunia itu, namun sebagai gantinya dia mengirim Tan Shin kesana.


"Baiklah aku akan pergi sekarang."


Setelah Xia Shuang selesai berbicara Kobaran api kecil itu lalu menghilang.


"Sekarang kurasa aku akan menunggumu disini saja."

__ADS_1


Xia Shuang kembali keruangannya dan kembali berlatih tubuh es Abadinya sampai Zen kembali.


Sementara itu ditempat Hao Chen Tan Shin selesai berbicara dengan Xia Shuang.


"Apa yang terjadi?"


"Ayah, dia pergi sendirian ketempat Deadly Sins Verdia Arcadia."


"Dia pergi sendirian? Apa yang dipikirkannya."


Ling Hao tidak dapat menebak apa yang Zen pikirkan, meskipun setelah menyatukan ke 3 mahkotanya dia jadi tambah kuat dan dapat menyaingi Verdia namun tetap saja masih ada Veldra Astera disampingnya. Akan sangat sulit bagi Zen untuk melawan ke 2 orang itu sekaligus ditambah lagi Theresia saat ini berada ditangan Verdia.


"Apa yang Xia Shuang Katakan padamu?" Ucap Hao Chen.


"Dia bilang dia tidak dapat pergi, jadi dia menyuruhku untuk kesana."


"Begitu ya, meskipun Zen tidak mengatakan apapun padanya sepertinya dia sadar akan posisinya."


Posisi Xia Shuang saat ini adalah Tetap diam dan jangan ikut campur dalam pertempuran apapun yang berkaitan dengan Zen.


"Kalau begitu kurasa aku akan ikut denganmu, jika perkiraan Ku tidak salah pasti akan ada beberapa orang yang ikut campur disana." Ucap Hao Chen


Dalam pertarungan yang sebelumnya leluhur pertama vampire telah mati, karena hal itu bisa saja ada beberapa vampire pengikut Ardiel yang akan ikut campur dalam pertempuran itu untuk membalas dendam kepada Zen.


"Kalau begitu aku juga akan ikut dengan kalian." Ucap Ling Hao


"Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi."

__ADS_1


Mereka bertiga dengan celah meninggalkan tempat itu dan menuju dunia bintang hijau tempat Verdia Arcadia berada. Hanya saja jarak mereka saat ini dengan dunia bintang hijau berjarak beberapa dunia, mereka tidak tau apa mereka dapat sampai tepat pada waktunya atau tidak.


__ADS_2