Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Kemunculan


__ADS_3

Tombak tombak hitam itu cukup berbahaya bagi Zen, Zen dengan cepat menghindari semua tombak itu dan menjauh dari Kreiz. Beberapa tombak menusuk tubuh Kreiz yang tidak sempat merespon, tusukan tombak itu menembus badan Kreiz. Kreiz menerima luka yang cukup parah karena tombak itu namun untungnya tidak ada tombak yang mengenai jantung atau kepalanya sehingga Kreiz tidak akan mati hanya karena tombak itu.


Zen lalu melihat kelangit tempat tombak tombak hitam itu berasal, disana Zen dapat melihat leluhur pertama vampire Ardiel Veltre yang tersenyum dengan sombongnya.


"Apa yang membawa mu kesini Ardiel?"


"Bukankah sudah jelas, tentu saja aku akan bergabung dalam pertarungan ini."


"Kau bergabung dalam pertarungan ini? Lelucon macam apa itu, apa yang bisa kau lakukan fenha kekuatan mu yang kecil itu?"


Meski Ardiel adalah seorang pemegang mahkota king namun Kekuatannya sendiri jauh dibawah Zen atau Kreiz, kekuatan dia mungkin hanya setara dengan orang yang berada ditingkat Duke kelas atas. Bahkan leluhur ke 10 vampire Alfius Gilio masih jauh lebih kuat dari Ardiel meski dia tidak memiliki mahkota.


"Lebih baik kau segera pergi dari sini Ardiel, jika tidak maka para vampire itu mungkin akan kehilangan leluhur pertama mereka hari ini."


Bagi Zen membunuh Ardiel bukanlah sesuatu yang sulit, sangking mudahnya Zen mungkin tidak perlu menggunakan sebagian besar Kekuatannya.


"Itu adalah saran yang bagus, tapi kurasa aku tidak akan melakukan apa yang kau katakan. Lagi pula aku kesini bukan untuk membunuhmu dengan kekuatan ku sendiri."


Ardiel lalu turun dari langit dan mendekati Kreiz yang terluka cukup parah itu, Zen sama sekali tidak melakukan apapun dia hanya melihat saja.


"Ardiel sialan, apa kau ingin membunuhku?"


Ucap Kreiz dengan sangat kesal, Ardiel sama sekali tidak mempermasalahkan apa yang kreiz katakan dia lalu menghilangkan tombak yang ada ditubuh Kreiz. Ardiel lalu mengambil tangan kanan Kreiz dan memberikannya kepadanya, namun karena Kreiz tidak memiliki tangan Ardiel jadi memegangnya untuk sementara.


"Jika aku memang ingin membunuhmu maka aku akan langsung memenggal kepalamu sekarang."


Apa yang Ardiel ada benarnya, jika dia memang ingin membunuh Kreiz maka sekarang adalah kesempatan yang bagus. Meski Kreiz lebih kuat dari Ardiel namun dengan tubuh yang penuh luka dan kedua tangan yang terputus hampir mustahil bagi Kreiz untuk dapat menang melawan Ardiel.

__ADS_1


"Lagi pula aku kesini untuk bekerja sama dengan mu, bukankah itu yang kau inginkan?"


Sebuah senyuman kecil yang penuh kelicikan terlihat diwajah Ardiel, Kreiz menjadi sedikit kesal melihat senyuman itu. Bagaimanapun apa yang Ardiel katakan sama sekali tidak salah, meski Kreiz sudah lebih kuat dari pada yang dulu namun dia masih tidak yakin dapat mengalahkan Zen. Karena itulah dia ingin menggunakan cara yang sama dengan yang dulu, mengumpulkan para pemegang mahkota yang menginginkan nyawa Zen, dengan begitu kesempatan mereka untuk dapat membunuh Zen jadi semankin besar.


"Cepatlah sembukan dirimu, jika tidak dia mungkin akan segera membunuh mu."


"Haa, baiklah. Heal."


Luka luka Kreiz mulai sembuh dan tangan kanannya juga mulai menyatu kembali, meski begitu masih ada beberapa luka kecil yang tersisa ditubuh Kreiz.


"Bagaimana dengan tangan kiri ku?"


"Sihir kegelapan yang ada panah itu sangatlah kuat, aku tidak dapat menghilangkannya."


"Bukankah kau vampire? Bagaimana kau bisa tidak dapat menghilangkan panah hitam itu."


Iblis dan vampire sangat baik dalam sihir kegelapan dan sangat buruk dalam sihir Cahaya, sedangkan manusia atau ras lainnya seperti elf dan naga adalah kebalikannya. Karena itulah secara alami Ardiel cukup hebat dalam menggunakan sihir kegelapan, namun jika dibandingkan dengan Zen maka dia tidak ada apa apanya dalam hal sihir kegelapan.


"Untuk sekarang cobalah hanya menggunakan satu tangan saja, aku akan mencoba untuk menghilangkan panah hitam itu."


"Baiklah kalau begitu kupercayakan tangan kiri ku kepada Ardiel."


Kreiz dengan cepat menuju kearah Zen, Ardiel hanya melihat punggung Kreiz dengan sebuah senyuman kecil.


'percaya ya.'


Pada dasarnya sama sekali tidak ada kepercayaan dalam hubungan mereka berdua, mereka hanya berkerja sama karena bagi mereka itu lebih baik dan saling menguntungkan. Kreiz menginginkan kematian Zen sedangkan Ardiel tidak terlalu peduli dengan hidup mati Zen yang dia inginkan hanyalah mahkota milik Zen. Dengan mahkota Zen Ardiel dapat menaikkan peringkatnya diantara para leluhur yang lain.

__ADS_1


Ardiel merasa aneh ketika Kreiz mengatakan kalau dia percaya padanya, tapi pada akhirnya demi kepentingan dirinya Ardiel tidak memiliki pilihan lain selain tidak mengecewakan harapan Kreiz. Bagaimanapun meski mereka berdua berkerja sama mereka masih akan kesulitan untuk membunuh Zen dengan Kreiz yang hanya dapat menggunakan satu tangan.


Selagi Zen sibuk melawan Kreiz, Ardiel mencari cara untuk dapat menghilangkan panah hitam yang ada ditangan kiri Kreiz.


Disisi lain ditempat yang berjarak 1000 km dari tempat Zen saat ini Ling Hao sedang berhadapan dengan Shao Ling. Pada saat itu setelah Ling Hao dan Hao Chen pergi meninggalkan kastil Zen telah menghilangkan semua api abadi miliknya yang ada didunia ini, dengan begitu mereka tidak perlu khawatir akan terkena api abadi.


"Ling Hao bisakah aku bertanya padamu?"


"Tergantung dari apa yang kau tanyakan mungkin aku akan menjawabnya."


Ling Hao tidak akan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan cara pergi meninggalkan dunia ini ataupun mengenai tanah Tuhan, bagaimanapun itu adalah sesuatu yang harus mereka cari tau sendiri.


"Zen jelas lebih lemah dari padamu namun Mengapa kau menuruti perkataannya?"


Bagi Shao Ling hanya mereka yang kuat yang dapat memerintahkan yang lemah, dia tidak mengerti mengapa Ling Hao mau menuruti perkataan Zen yang jelas lebih lemah daripada dirinya.


"Apa dimata mu Zen terlihat lemah?"


"Bukan hanya dimataku saja tapi mungkin dia juga terlihat seperti itu Dimata orang lain."


Jika kekuatan seseorang dapat diibaratkan menjadi sebuah angka maka kekuatan penuh Zen akan menjadi 1000 poin, itu adalah kekuatan yang Zen dapatkan dari menyatukan 3 mahkota. Sedangkan Ling Hao mungkin akan mencapai angka 800 poin hanya dengan menggabungkan satu mahkota saja. Meski Zen memiliki 3 mahkota namun kekuatan mereka tidaklah jauh berbeda, itulah yang membuat Shao Ling menilai kalau Zen lemah.


"Jika begitu maka ku sarankan agar dikehidupan selanjutnya kau menjadi lebih baik dalam menilai orang lain."


Apa yang Shao Ling katakan memang ada benarnya, Zen yang sekarang memang terlihat seperti orang yang lemah. Namun Zen yang Ling Hao tau adalah Zen yang sangat berbeda dengan Zen yang saat ini. Zen yang Ling Hao tau adalah orang yang sangat mendominasi, kehadirannya saja dapat membuat segala sesuatu menjadi berubah.


Kekuatan Zen saat ini memang lemah namun itu karena dia tidak memiliki niat untuk mendapatkan kembali semua Kekuatannya sampai dia kembali ketanah tuhan. Namun ketika Zen telah mendapatkan kembali semua Kekuatannya bahkan Ling Hao sendiri tidak akan dapat mengalahkan Zen meski dia juga telah mendapatkan kembali Kekuatannya.

__ADS_1


"Aku sudah menjawab pertanyaanmu bukan, kalau begitu saatnya kita mulai."


__ADS_2