Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Kebangkitan


__ADS_3

[Pemilik Pelayan Keenam, Accua]


Ah, sakit. Sungguh sangat sakit. Sudah cukup lama aku tidak merasakan sakit seperti ini. Apakah aku akan mati hari ini? Padahal aku telah mendapatkan kekuatan ini. Mengapa aku bisa dikalahkan oleh monster seperti mereka?


Mengapa aku tidak dapat mengalahkan mereka dengan kekuatanku? Apakah karena aku adalah manusia? Apakah karena kekuatanku adalah kekuatan pemberian dari orang lain? Atau apakah karena ini memang takdirku?


Jawabannya hanya ada satu, ini semua terjadi karena aku masih belum mempunyai kekuatan yang kuat. Aku bukanlah salah satu dari raja iblis yang memiliki kekuatan yang besar. Aku juga bukanlah salah satu dari pengguna pedang suci maupun terkutuk. Aku juga bukanlah orang yang dapat menggunakan sihir sekuat orc king itu.


Aku hanyalah manusia biasa. Manusia yang pada awalnya tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan pedang ataupun sihir. Aku hanyalah seorang manusia biasa yang mendapatkan kekuatan dari pemberian orang lain. Karena itulah aku terus berlatih agar aku dapat menggunakan kekuatan pemberian itu dengan maksimal. Namun pada akhirnya aku tetap tidak mampu menggunakan kekuatan itu dengan maksimal.


Jika saja aku dapat menggunakan kekuatan itu dengan maksimal apakah aku tetap akan berada disituasi seperti ini? Situasi dimana kematian sudah berada didepan mataku? Kematian yang sudah menungguku untuk memberikan jiwaku padanya?


Jika saja.... Jika saja.... Jika saja.... Jika saja... Jika saja aku memiliki kekuatan yang besar. Kekuatan besar seperti para pahlawan didalam sebuah legenda. Maka aku pasti akan menggunakan kekuatan itu untuk membuat hidupku menjadi lebih baik.


Tapi semua itu sudah tidak ada gunanya karena aku yang sekarang hanyalah manusia yang sedang menuju kematian.


-Apakah kau menginginkan kekuatan? Kekuatan yang dapat membuat para monster rendahan itu seperti sebuah sumut dimatamu?-


Suara Laki laki? Tidak itu bukan suara Yang dimiliki seorang laki laki. Itu adalah suara yang biasanya dimiliki oleh seorang anak perempuan. Tapi mengapa bisa ada suara seorang anak perempuan disini. Ini adalah alam bawah sadarku tidak ada manusia yang dapat masuk kedalam sini. Apa mungkin suara itu adalah ilusi yang kuciptakan. Ya itusih mungkin saja, tapi dia tadi berkata akan memberikanku kekuatan. Jika suara itu bukan ilusi dan memang dapat memberikanku kekuatan maka....

__ADS_1


-Apakah kau dapat memberikannya?-


-Iya, selama kau menginginkannya maka aku bisa memberikanmu kekuatan itu.-


-Apakah dengan kekuatan itu aku dapat mengalahkan para monster itu?-


-Iya.-


-Apakah dengan kekuatan itu aku tidak akan mati sekarang?-


-Iya.-


-Kalau begitu, berikan aku kekuatan itu! Meski aku tidak akan menjadi manusia lagi hal itu tidak masalah untukku. Meski aku harus memberikanmu jiwaku itu bukan masalah bagiku. Karena itulah berikanlah aku kekuatan yang kau bilang tadi.-


Didalam kegelapan alam bawah sadar ini sebuah cahaya muncul, cahaya yang dapat menerangi kegelapan ini.


-Pergilah kesumber cahaya itu.-


Aku mengikuti apa yang suara itu perintahkan. Aku pergi ketempat sumber cahaya itu berasal, aku tidak tau bagaimana aku bisa mendekat kesumber cahaya itu. Disini tidak ada lantai untuk berjalan, disini aku juga tidak bisa terbang. Namun entah mengapa hanya dengan keinginanku untuk mendekati sumber cahaha itu tubuhku sedikit demi sedikit mendekatinya hingga pada akhirnya aku berada tepat didepan sumber cahaya itu.

__ADS_1


-Lalu Bukalah matamu.-


Aku kurang mengerti apa yang dia maksud dengan membuka mata. Saat ini aku sedang berada dialam bawah sadarku, disini aku juga sudah membuka mataku karena itulah aku bisa melihat cahaya yang ada disini. Disini aku terus menerus berfikir bagaimana agar aku dapat membuka mataku, mata yang bukan pada tubuh dialam bawah sadarku melainkan mata yang ada pada tubuh fisikku yang sedang sekarat itu.


Aku terus menerus berfikir, hingga pada akhirnya aku memegang cahaya yang ada didepanku. Begitu aku memegang cahaya itu kegelapan kembali menyelimutiku. Meski berada didalam kegelapan Aku dapat merasakan rasa sakit. Aku merasa kalau aku sedang berada didalam tubuhku yang sedang sekarat. Aku mencoba membuka mataku, sedikit demi sedikit aku dapat melihat cahaya. Begitu aku membuka lebat lebar mataku aku melihat sebuah pedang menancap pada dadaku. Aku juga melihat seekor monster besar sedang melihatku, monster itu adalah orc king. Orc king itu mengambil pedang yang menancap pada dadaku.


-lalu sebutlah namaku, dengan begitu kau akan mendapatkan kekuatan yang kau inginkan.-


"Tiamat......"


Dengan suara kecil aku mencoba menyebut nama dari pelayan keenam yang diberikan kepadaku. Orc king itu sadar kalau aku membuka mataku. Dia mencoba menusukku lagi dengan pedang yang dia cabut dari dadaku.


".....Albus."


Begitu aku selesai menyebut namanya semua area disekitarku menjadi beku. Permukaan Tanah yang tadinya hancur kini semuanya tertutup oleh tebalnya es. Orc king itu terpental jauh terkena angin. Dengan penuh luka aku menguatkan diri dan berdiri.


"Yo, monster sialan. Kita bertemu lagi."


Aku melihat orc king yang sedang terduduk akibat terpental oleh angin.

__ADS_1


"Kali ini aku pasti akan membunuhmu."


Aku mengarahkan pedangku kearah orc king itu.


__ADS_2