Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Sedikit Masalah


__ADS_3

[Disalah satu ruangan keluarga Ye]


"Yun, Bisakah kau memberitau ayah apa yang terjadi saat itu?"


Dengan sedikit cemas ayah Ye Xue Yun bertanya.


"Pada saat itu aku sedang berlatih dihutan, namun tiba tiba beberapa assassin mencoba untuk membunuhku. Untung saja pada saat itu Zen membantuku, jika tidak aku mungkin akan mati hari itu."


Ayah Ye Xue Yun menjadi sangat marah ketika mendengar hal itu, dia menekan meja yang ada disampingnya hingga hancur.


"Siapa yang berani melakukan ini kepada anakku, aku pasti akan membunuhnya."


Niat membunuh yang besar keluar dari ayahnya.


"Tenanglah ayah, yang terpenting sekarang aku masih hidup."


"Ayah rasa kau benar."


Ayahnya kemudian berhenti mengelukan aura membunuh yang besar itu.


"Ngomong ngomong bagaimana dengan pemuda yang bernama Zen itu?"


"Dia mengatakan agar tidak ada yang menggunya jadi aku membiarkan nya Berada dikamarnya."


"Begitu ya, jika bisa ayah ingin berterima kasih lagi kepadanya. Jika dia keluar ayah ingin kau membawanya kedalam ayah."


"Baiklah ayah, saya akan melakukannya."


"Sebentar lagi kompetisi untuk memasuki sakte matahari merah akan dimulai jadi selama beberapa hari ini kau berhati hatilah."


"Aku akan berhati hati ayah."


*********


Sudah 2 hari berlalu sejak Zen membuat pil, selama 2 hari itu Zen tidak ada istirahat sedikitpun. Selama 2 hari juga Zen terus mengalirkan mana miliknya kedalam tungku.


Banyak retakan yang muncul pada tungku, retakan itu membuat proses pembuatannya menjadi lebih lama daripada yang seharusnya.


Namun semua yang Zen lakukan itu tidak sia sia, pil yang dia buat sekarang telah selesai dan tungku itu langsung hancur menjadi banyak bagian.


"3 buah ya, yah setidaknya itu sudah cukup. Tapi mengapa hasilnya menjadi aneh seperti ini."


Semua pil itu seharusnya mengandung energi spiritual dan mana, namun Dari ketiga pil itu ada satu pil yang hanya mengandung energi spiritual saja.


"Yah terserahlah, 2 pil saja seharusnya sudah cukup."


Sekarang bukankah saat yang tepat baginya untuk memakai pil itu dan Zen lalu menyimpan semua pil itu.

__ADS_1


"Seperempat mana milikku telah terpakai, aku harus mengisinya kembali."


Zen mengelukan puluhan batu sihir yang dia dapatkan saat dia menemukan Shiroki. Zen lalu menghancurkan semua batu itu dan mana yang ada didalamnya langsung Zen serap.


"Masih kurang ya."


Dia telah memakai semua batu yang dia miliki, namun jumlah mana didalam batu itu hanya mengisi Setengah dari seperempat yang dia butuhkan.


"Ya terserahlah, lagi pula ini adalah dunia dengan energi spiritual."


Didunia ini mungkin Zen akan jarang menggunakan sihir, dia mungkin akan menggunakannya saat benar benar membutuhkannya.


Untuk sekarang Zen Merasa kalau mana yang dia miliki saat ini sudah lebih dari cukup.


"Mungkin sudah saatnya aku bertemu dengan Xue Yun."


Tiba tiba suara yang sangat kesat dapat Zen dengar dan diapun langsung keluar menuju sumber suara itu berasal.


Zen duduk diatas banguna sambil menghilangkan aura miliknya, dari atas sana dia dapat melihat terjadi sedikit perselisihan antara ayah Ye Xue Yun dengan beberapa orang.


"Orang itu berada di alam bencana lapis ke 3."


Ini adalah yang kedua kalinya Zen melihat ada orang yang berada dialam bencana. Orang yang pertama Zen lihat adalah ayahnya Ye Xue Yun yang berada dialam bencana lapis ke 4.


"Bukankah ini sedikit berbahaya."


Dari atas sana Zen dapat melihat ada seorang pria yang menyerang Ye Xue Yun dengan pedang miliknya, kultivasi pria itu sama seperti Ye Xue Yun. Dia berada di alam penempaan Jiwa lapis ke 3.


Zen tidak bisa membiarkan hal itu berlangsung terlalu lama, dia pun langsung bergerak kedekat Xue Yun dan menahan pedang milik pria itu dengan jarinya.


"Siapa kau."


Dengan sangat marah pria itu bertanya kepada Zen.


"Bisakah kau menghilangkan niat membunuhmu, itu sedikit mengganggu."


"Kubilang siapa kau."


Pria itu menjadi lebih marah, dia mencoba menarik pedang miliknya dari Zen namun dia tidak dapat melakukannya.


"Pedang epic ya, cukup bagus untuk didunia kecil ini."


Zen lalu langsung mematahkan pedang milik pria itu.


"Sialan kau, Lin Feng bunuh dia sekarang."


Pria itu menyuruh Lin Feng yang berada dialam bencana itu untuk membunuh Zen. Lin Feng pun dengan cepat langsung menyerang Zen.

__ADS_1


"Tapak emas."


Dengan pukulannya pria itu menyerang Zen, namun Zen dapat dengan mudah menahan pukulan itu.


"Jurus yang cukup menarik."


Zen lalu mengeluarkan pedang miliknya dan dia ingin sedikit mengintimidasi Lin Feng. Namun karena dia terlalu fokus pada Lin Feng pria yang pedangnya dipatahkan oleh Zen itu menusuk lengan Zen dengan sebuah pisau.


"Kau yang memulai nya manusia."


Zen menjadi sangat marah, pada awalnya dia hanya ingin sedikit mengintimidasi mereka saja. Dia sama sekali tidak ada niat untuk menumpahkan darah mereka, namun tindakan pria itu membuat Zen berubah pikiran.


Zen lalu dengan cepat membunuh Lin Feng, dan darah miliknya langsung mengotori lantai. Zen lalu mencekik leher pria itu dengan kuat hingga dia kesulitan untuk bernafas.


"Hentikan Zen kau tidak bisa melakukan hal itu kepada dirinya."


Ye Xue Yun menyuruh Zen untuk melepaskan pria itu.


"Kenapa aku tidak boleh melakukannya?"


"Karena dia adalah Lin Kai, dia adalah tuan muda dari keluarga Lin, jika kau melakukan hal itu kau pasti akan mendapatkan masalah yang besar. Mengenai kematian Lin Feng keluarga ku yang akan menanggungnya."


"Begitu ya, jadi dengan kata lain keluarganya sangat berpengaruh dikota ini."


"Iya, karena itulah kau tidak boleh membunuhnya."


Zen lalu langsung melepaskan Lin Kai, dan menatap nya dengan tajam sambil sedikit mengintimidasinya.


"Jika kau mencoba untuk kabur maka aku akan membunuh mu sekarang."


Lin Kai hanya menganggukkan kepalanya, dia sangat ketakutan hingga dia mengeluarkan sangat banyak keringat.


Zen lalu berjalan mendekati Ye Xue Yun dan memegang wajahnya.


"Apa yang ingin kau lakukan Zen."


Zen hanya diam dan dia membuka mulut Ye Xue Yun dengan paksa. Mereka yang melihat itu tidak ada yang berani bergerak bahkan ayah Xue Yun juga tidak berani untuk mengambil sebuah tindakan yang ceroboh.


Zen lalu mengeluarkan salah satu dari tiga pil yang baru saja dia buat, pil itu adalah pil yang hanya mengandung energi spiritual jadi bagi Zen pil itu tidak terlalu berguna.


Zen dengan paksa memasukan pil itu kedalam mulut Ye Xue Yun lalu menutupnya kembali.


"Pil itu berguna untuk meningkatkan kultivasi."


Dimata Zen tingkat kultivasi Xue Yun sangat rendah, Xue Yun saat ini berumur 15 tahun maka dia seharusnya telah berada dialam bencana lapis pertama namun dai sekarang masih di alam penempaan jiwa. Karena itulah Zen sedikit membantunya dengan memberikannya pil itu.


Zen lalu kembali kehadapan Lin Kai dan menggendongnya seperti sebuah barang.

__ADS_1


"Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan keluarga mu, jadi mulai saat ini apapun yang kulakukan tidak ada hubungannya dengan keluarga ini."


Dengan dengan cepat terbang di langit sambil membawa Lin Kai.


__ADS_2