Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Kedatangan Lin Shuming


__ADS_3

"selanjutnya pertandingan ke 2 babak ke 2, Cyan melawan Jade."


Zen melihat kearah 2 peserta yang akan bertarung dipertandingkan berikutnya.


'Seperti yang kuduga, hadiah dari turnamen ini pasti adalah sesuatu yang sangat berharga.'


Kedua orang yang akan bertanding itu sama sama berada ditingkat Duke kelas bawah, kedua orang itu juga tidak terlihat seperti orang yang sedang mencari hiburan.


Dengan kata lain kedua orang itu ikut kedalam turnamen ini adalah karena mengincar Hadiah untuk yang menang.


"Mulai."


Kedua orang itu saling menyerang satu sama lain, namun mereka masih belum mengeluarkan senjata mereka. Mereka berdua masih beradu pukulan sambil menyerang dengan sihir sihir kecil.


'sebelumnya aku sama sekali tidak ada memperhatikan mereka, namun setelah melihat ini aku yakin kalau mereka berdua benar benar monster.'


Kedua orang itu masih belum menggunakan 1/1000 kekuatan mereka, namun daya hancur yang mereka buat sangatlah luat biasa.


Arena secara perlahan mulai hancur, dan penghalang yang ada diarena itu memunculkan sebuah retakan.


'sepertinya mereka tidak dapat memperkirakan akan terjadi sesuatu yang seperti ini.'


Zen melihat kearah pengawas yang sibuk memperbaiki penghalang arena, namun tidak peduli seberapa keras mereka berusaha pada akhirnya penghalang itu akan terus menimbulkan retakan.


Lagi pula sejak awal para pengawas pertandingan telah melakukan kesalahan, mereka sama sekali tidak membatasi tingkatan para peserta yang ikut dalam turnamen.


Dengan kekuatan para pengawas itu yang hanya beberapa dari mereka yang berada ditingkat Duke dan alam penguasa dunia mustahil untuk dapat mencegah kerusakan yang ditimbulkannya oleh kedua orang itu.


Lagi pula kekuatan seseorang yang berada ditingkat Duke itu sudah dapat menghancurkan beberapa dunia dalam beberapa kali serang.


Pada akhirnya penghalang yang ada diarena hancur, kedua orang itu lalu langsung berhenti bertarung. Mereka bahkan belum selesai melakukan pemanasan, jika mereka melanjutkan pertarungan maka tanpa disadari mereka bisa saja menghancurkan kota ini.


"Sepertinya sudah selesai, tidak ada lagi sesuatu yang menarik disini."


Berbeda dengan kehancuran yang Zen buat, kehancuran arena yang dibuat oleh kedua orang itu membutuhkan waktu beberapa hari untuk memperbaikinya.


Tidak ada alasan bagi Zen untuk menunggu selama itu, Zen pun memutuskan untuk pergi dan melanjutkan menyerap pecahan kekuatan miliknya.


Namun baru beberapa langkah Zen berjalan, muncul sebuah tekanan yang sangat kuat.


"Hahaha, akhirnya aku menemukanmu Zen Cavalier."


Zen dengan sangat jelas mengenal pemilik suara itu, bahkan tanpa melihat kearahnya Zen tau siapa orang itu.


Zen lalu berbalik dan melihat kearah suara itu berasal, dan tepat seperti yang Zen perkiraan pemilik suara itu adalah pejuang surga Lin Shuming.


"Apa yang kau lakukan disini Lin Shuming?"


"Hahaha, bukankah sudah jelas. Aku datang kesini untuk membunuhmu."

__ADS_1


Lin Shuming lalu menggerakkan tangannya dan ratusan pedang emas muncul dilangit. Pedang pedang itu lalu dengan cepat menyerang Zen.


Tidak ada waktu bagi Zen untuk mengelak semua pedang itu, Zen pun mengeluarkan pedang miliknya dan mengayunkannya. Meski dia tidak dapat mengahancurkan semua pedang itu namun setidaknya Zen berhasil mengubah rutenya.


"Sudah kuduga kau telah mengambil pedang itu. Berikan padaku pedang itu maka aku akan membiarkanmu hidup."


Dari atas langit itu Lin Shuming menatap Zen seolah olah sedang merendahkannya.


"Ambillah jika kau mampu Lin Shuming. Dan juga bukankah seranganmu tadi itu sangat berlebihan."


Akibat serangan pedang Lin Shuming, semua bangunan yang ada disekitar Zen menjadi hancur. Orang orang yang tadinya melihat turnamen kini pada berlarian dengan panik.


"Sejak kapan kau menjadi peduli terhadap orang lain. Apa setelah bereinkarnasi kau menjadi seorang yang lembut."


"Lin Shuming, kau tau bukan kalau aku sangat tidak suka dipandang rendah?"


"Apa tatapanku membuatmu menjadi kesal?"


"Entahlah."


Zen menatap Lin Shuming dengan sangat tajam. Aura membunuh Zen keluar tanpa terbendung sedikitpun.


"Sudah lama aku tidak Merasakan aura ini, namun aura ini masih jauh lebih lemah daripada yang dulu."


Lin Shuming lalu kembali memunculkan ratusan pedang emas.


Lin Shuming mengarahkan pedang pedang itu kearah Zen.


"Seni kekosongan, gerakan keempat."


Zen mengayunkan pedang miliknya, ayunan pedang itu menciptakan sebuah bilah dari kegelapan yang sangat besar.


Bilah itu menghancurkan apapun yang dia lewati, semua pedang Lin Shuming yang terkena bilah itu langsung hancur tak bersisa. Bahkan sebuah gunung yang berjarak ribuan kilometer juga ikut hancur karena bilah itu.


"Seperti yang kuduga, kau sangatlah berbahaya."


Meski kekuatan Zen masih belum kembali sepenuhnya namun dia sudah dapat menciptakan kerusakan sebesar itu. Lin Shuming merasa kalau Zen harus dilenyapkan sebelum dia memakai kembali ke 3 mahkota miliknya.


Selagi Lin Shuming lengah Zen dengan cepat terbang menjauh dari dirinya. Zen tau kalau tidak peduli secepat apa dia terbang sekarang namun kecepatan Lin Shuming sebagai seorang pejuang surga dapat dengan mudah mengejarnya.


"Kemana kau akan kabur Zen Cavalier."


Dengan cepat Lin Shuming sudah hampir mengejar Zen.


"Kau sangat keras kepala Lin Shuming."


Sambil terbang dengan sangat cepat, Zen mengeluarkan beberapa sihir dengan skala hancur yang besar. Sihir itu menciptakan sebuah ledakan yang sangat besar.


"Haha, sihir yang yang seperti itu masih belum dapat melukai tubuhku."

__ADS_1


Zen tau kalau sihir itu tidak akan berdampak banyak, namun setidaknya sihir itu berhasil membuat beberapa jarak antara mereka.


"Tidak peduli kemana kau pergi pada akhirnya aku pasti dapat menyusulmu."


Tepat seperti yang dikatakan Lin Shuming, meski ada jarak diantara mereka namun pada akhirnya dia pasti akan dapat menyusul Zen.


Namun ada satu hal yang Lin Shuming ketahui, Zen terbang bukan hanya untuk kabur darinya. Namun Zen saat ini sedang menuju sebuah tempat yang mungkin tidak ada didalam perhitungan Lin Shuming..


"Sepertinya mereka sudah pada pergi dari itu, namun setidaknya Hao Chen masih berada Disana."


"Hmm, bukankah itu Zen."


Hao Chen dapat melihat Zen menuju kearahnya dengan sangat cepat, Hao Chen juga dapat melihat Lin Shuming yang sedang mengejarnya.


"Cepat sekali dia menemukannya."


Hao Chen lalu berdiri dan terbang kearah Zen.


"Hao Chen tahan Lin Shuming, jangan biarkan dia mengejar ku."


"Serahkan padaku."


Lin Shuming berhenti tepat didepan Hao Chen.


"Mengapa begitu terburu buru Lin Shuming?"


Dengan adanya Hao Chen akan sulit bagi Lin Shuming untuk mengejar Zen, namun jika ini terus berlanjut pada akhirnya Zen pasti akan lepas dari pandangannya.


"Bisakah kau membiarkan ku lewat?"


"Kau masih belum menjawab pertanyaan ku Lin Shuming, mengapa kau terburu buru?"


"Jangan berpura pura bodoh Hao Chen, kau bukan kalau aku sedang mengejarnya?"


"Aku tau karena itulah aku menahanmu disini."


"Hao Chen, kau...."


"Kau Kembalilah Lin Shuming, saat ini aku sedang tidak ingin bertarung. Namun jika kau memaksa maka aku akan meladeni mu."


Lin Shuming menjadi sangat kesal, satu satunya kesempatannya untuk membunuh Zen telah menghilang. Meski dia masih sangat ingin mengejar Zen namun Hao Chen mengahalanginya, dalam hal kakuatan Hao Chen masih lebih kuat dari pada Lin Shuming.


Tidak baik bagi Lin Shuming jika dia melawan Hao Chen sekarang.


"Baiklah aku akan kembali."


Lin Shuming lalu mengeluarkan token Gemuruhnya dan mulai berbicara.


[Kau beruntung Zen Cavalier, jika tidak ada Hao Chen disini aku pasti sudah membunuhmu sekarang.]

__ADS_1


__ADS_2