Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Memberikan Mahkota


__ADS_3

"Apa kau akan menyimpan mahkota itu?"


Tanya Cicilia yang telah datang kesana bersama dengan Ling Hao dan yang lainnya.


"Tidak, tidak ada gunanya bagi ku menyimpan mahkota ini."


Zen sangat tidak membutuhkan mahkota itu, jika itu mahkota king maka Zen mungkin akan memberikannya kepada Bifrost. Namun sayangnya itu adalah mahkota pejuang Surga, saat ini Zen tidak memiliki teman yang berada dialam ilahi, kebanyakan temannya telah memiliki mahkota kekuatan sendiri.


"Jika kau tidak menginginkannya maka berikan saja kepadaku!"


Cheng Ning dan Li Qinyuang mendatangi Zen, walau Zen tidak mengunakan mahkota itu namun bagi triliun mahluk hidup lainnya mahkota itu adalah sesuatu yang tidak ada tandingannya.


"Walau aku tidak menginginkannya namun lebih baik aku memberikannya kepada keluarga ilahi dari pada maniak surga seperti kalian."


Saat ini ada sekitar 4 yang memiliki mahkota pejuang surga difaksi keluarga Suci (Keluarga tempat Cheng Ning dan maniak surga lainnnya berada), akan sangat merepotkan jika bertambah lagi satu lagi orang Pejuang surga di keluarga itu.


Dalam hal ini memberikannya kepada keluarga ilahi masih lebih baik, bagaimanapun keluarga ilahi tidak terlalu menjunjung tinggi surga seperti keluarga Suci. Keluarga ilahi biasanya lebih tertarik untuk mengumpulkannya orang orang yang berbakat dan membuat mereka ikut dalam persiapan perang kehancuran dunia.


"Kalau begitu jangan salahkan aku jika mengambilnya dengan paksa."


Cheng Ning bersiap untuk mengambil mahkota itu secara paksa dari Zen, namun dia langsung mengurungkan niatnya. Ling Hao dan yang lainnya telah mengepung mereka dan bersiap untuk bertarung.


"Lebih baik kau tidak melakukannya hal itu Cheng Ning, jika tidak jangan salahkan diriku jika aku bertindak dengan kasar."


Cicilia mengeluarkan niat membunuh yang besar kepada Cheng Ning, meski dia adalah seorang yang terlihat lembut namun Cicilia tetap saja seorang pemegang mahkota king tingkat tinggi. Cicilia bukanlah lawan yang mudah meski bagi Verdia Arcadia atau Cheng Ning sekalipun.


"Baiklah aku tidak akan melakukannya, aku akan mundur untuk saat ini."


"Pilihan yang bijak Cheng Ning."


Cheng Ning bersama dengan beberapa orang dari keluarga suci pergi dari sana dan kembali dunia mereka.

__ADS_1


"Bagaimana denganmu Verdia Arcadia?"


"Tenang saja Cicilia, aku tidak tertarik dengan mahkota itu."


Verdia Arcadia adalah orang yang tidak terikat oleh keluarga atau faksi manapun, tidak terlalu banyak orang yang berada disekitarnya. Meski dia mendapatkan mahkota pejuang surga itu mahkota itu tidak berguna untuknya. Malahan mahkota itu hanya akan membawa masalah untuk dirinya.


"Begitu, jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?"


"Aku akan kembali sekarang."


Verdia lalu menatap Zen, sebuah senyuman muncul diwajahnya.


"Tadi itu adalah hiburan yang cukup menarik, tapi meski kau dapat membunuh Lin Shuming kau masih sangat lemah. Aku akan menunggu sampai kau mendapatkan kembali 2 mahkota mu yang lain."


Bersama dengan Veldra Astera, Verdia Arcadia dengan cepat meninggalkan tempat itu. Tidak hanya mereka para penonton yang lainpun juga pergi dari sana, sekarang yang ada ditempat igi hanyalah Zen dan orang orang yang dekat dengan dirinya.


"Apa yang akan kau lakukan dengan mahkota itu Zen? Akan sangat merepotkan jika mereka yang menginginkan mahkota itu datang kesini."


"Apa kau menginginkan mahkota ini Cicilia?"


"Aku memang menginginkan mahkota itu, namun itu adalah milikmu sekarang akan lebih baik jika kau menggunakannya untuk kepentingan mu."


"Aku tidak membutuhkannya, lagi pula tidak ada orang dialam ilahi yang dekat denganku. Aku akan memberikan mahkota ini kepadamu, bukankah akan sangat bagus jika bertambah seorang pejuang surga dibawah perintah mu?"


Saat ini hanya ada 1 elf bawahan Cicilia yang merupakan pemilik mahkota, dengan bertambahnya bawahan yang memiliki mahkota kekuatan posisi Cicilia sebagai ratu elf akan semankin kuat dan sulit untuk digeser. Dan juga Cicilia memiliki hubungan yang cukup bagus dengan Zen, jika Cicilia dapat memperkuat posisinya maka hal itu juga memberikan keuntungan untuk Zen.


"Kurasa kau benar, kalau begitu aku akan mengambil mahkota ini."


Cicilia lalu mengambil mahkota itu dan langsung menyimpannya.


"Ini mungkin tidak seberapa, namun sebagai gantinya aku akan menyembuhkan mu. Heal."

__ADS_1


Cahaya hijau mengelilingi tubuh Zen, dalam hal sihir penyembuhan Cicilia jauh lebih baik dari pada Zen. Luka tusukan yang ada diperut Zen segera menutup, Tidak hanya itu luka luka parah yang ada ditubuh Zen secara perlahan juga mengecil.


"Ini adalah batasannya, Mungkin mustahil untuk menyembuhkan dirimu saat ini namun dalam beberapa hari lagi kau pasti akan sembuh sepenuhnya."


Meski sihir penyembuhan Cicilia luar biasa namun dia tetap tidak dapat menyembuhkan Zen sepenuhnya, sihirnya hanya membuat luka luka Zen mengecil dan mengurangi kemungkinan untuk Zen mati karena luka itu.


"Terima kasih Cicilia, ini sudah cukup untuk saat ini. Kau lebih baik segera kembali dan berikan mahkota itu kepada bawahan mu, aku mereka mereka sudah mulai datang kesini."


"Kalau begitu aku akan mendengarkan saran darimu."


Cicilia lalu dengan cepat kembali ke dunianya meninggalkan Zen dan yang lainnya.


"Tugasku disini telah selesai, kalau begitu aku kan pergi sekarang Zen."


Tugas Rubia adalah untuk memastikan tidak ada yang akan ikut campur kedalam pertarungan antar Zen dan Lin Shuming. Itu adalah tugas yang cukup berat karena tidak ada yang tau siapa yang akan ikut campur kedalam pertarungan itu, namun untungnya sampai pertarungan berakhir tidak ada yang menggangu pertarungan mereka.


"Temui aku dalam beberapa hari lagi Rubia, pada saat itu aku akan mengambil kembali mahkota dosa amarah ku."


"Baiklah, kalau begitu ayo kita kembali Ciel."


Ciel terlihat ingin mengatakan sesuatu namun dia tidak dapat mengatakannya. Rubia dengan kuat menarik Ciel, meski mereka berdua terlihat tidak akur namun sebenarnya hubungan mereka berdua cukup dekat. Rubia dan Ciel lalu memasuki gerbang yang terhubung dengan dunia parah roh.


"Kita juga harus pergi dari sini Zen. Seperti yang kau katakan tadi aku juga merasa mereka sedang menuju kesini, akan berbahaya jika kita terlalu lama disini."


Ling Hao lalu memegang tangan Zen dan merangkulnya.


"Terima kasih Ling Hao."


"Tidak usah berterima kasih, dibandingkan apa yang kau lakukan dulu ini tidaklah seberapa."


Dengan cepat Ling Hao membawa Zen segera pergi dari dunia itu, bagaimanapun jika mereka akan cukup berbahaya untuk Zen jika mereka terjebak disini. Sambil membawa Zen, Ling Hao dengan cepat kembali ke dunia mereka.

__ADS_1


__ADS_2