Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Pertempuran


__ADS_3

Meski di dunia ini menggunakan sihir adalah sesuatu yang biasa. Namun dalam pertarungan, sihir bukanlah satu satunya senjata yang dapat digunakan untuk meraih kemenangan.


Penggunaan teknik sebuah senjata juga berpengaruh dalam meraih kemenangan, contohnya seperti teknik seni berpedang, teknik seni bertombak dan masih teknik lainnya.


Menggabungkan pergerakan mematikan dalam menggunakan senjata dengan serangan sihir dapat meningkatkan kemungkinan kemenanangan. Hanya saja sangat sedikit orang yang dapat menggunakan teknis seni senjata, di dunia ini jumlah mereka bahkan tidak sampai 100 orang.


Zen menggunakan teknik seni pedang kokosongannya untuk menghentikan serangan Vanes.


Jurus pedang kehampaannya sangat ampuh dalam menghentikan serangan dari Vanes. Meski serangan Vanes sangatlah kuat, namun disekitar mereka sama sekali tidak ada kerusakan akibat serangannya. Bahkan ketika pedang mereka saling bertemu sama sekali tidak ada suara yang terdengar.


Itu karena jurus pedang kehampaan milik Zen sama dengan dinding sihir milik Fernanse. Setiap serangan yang mengarah kepedang miliknya, maka serangan itu akan dikirimkan ke dunia Medan perang atau dunia kehampaan. Tentu saja ada batasan besar kekuatan yang dapat dikirimkan.


"Sudah lama aku tidak melihat teknik ini, terakhir kali aku melihatnya adalah saat melawan Theresia puluhan tahun yang lalu."


Pewaris ke 7 Theresia sangat terkenal dikalangan petinggi ras naga. Bagi mereka Theresia adalah keberadaan yang sangat berbahaya, bahkan ketika ke 4 raja naga menggabungkan kekuatannya mereka masih belum bisa mendesak Theresia sedikitpun.


"Teknik yang dia buat itu sangatlah merepotkan, tapi untung saja saat itu tidak ada pedang yang cocok dengan teknik itu."


Itu juga merupakan alasan Zen jarang menggunakan teknik seni pedang kekosongan kekosongan ini, pedang biasa tidak akan dapat menahan efek dari penggunaan teknik ini. Jika menggunakan pedang biasa, maka dalam hitungan detik pedang itu akan langsung hancur berkeping keping.


Namun dengan adanya pedang terkutuk yang merupakan salah 1 dari 10 pedang paling kuat di dunia ini. Zen dapat menggunakan teknik seni berpedang kekosongan sebanyak yang dia mau.


"Kau memang cukup kuat, namun sangat disayangkan karena kau terlalu fokus padaku."


Sambil tersenyum Vanes menunjuk kerasa langit yang gelap.


Zen melihat keatas langit itu, disana dia dapat melihat sebuah lingkaran sihir berwarna ungu. Lingkaran sihir itu mengumpulkan petir petir kecil yang ada diawan hitam itu.


Setelah beberapa saat lingkaran sihir itu telah mengumpulkan cukup banyak petir.


"Sekarang Zmei."


Lingkaran sihir itu kemudian petir itu mengarah ke Zen dengan kekuatan 10 kali lebih besar dari petir yang terkumpul.


********

__ADS_1


Di alun alun kota Elizabeth dan Ariabls saling memandang satu sama lain.


"Sampai berapa lama kita akan terus begini, hujan ini juga semangkin deras."


Semenjak Ariabls mengejar Elizabeth ke alun alun kota, dia sama sekali belum ada menyerang Elizabeth.


"Aku lebih suka jika kita semua damai."


Elizabeth tidak menyangka kalau Ariabls akan mengatakan omong kosong seperti itu, dia pun tertawa terbahak bahak.


"Hahaha, sangat disayangkan kalau apa yang kau inginkan itu tidak akan terwujud."


"Ya, sangat disayangkan."


"Jadi kenapa kita tidak......."


Doar,,,,,


Suara ledakan dapat didengar oleh mereka berdua. Itu adalah suara ledakan yang disebabkan oleh petir besar yang menghantam Zen.


"Leluhur kecil? Apakah dia akan menjadi pewaris Theresia?"


"Hmm, entahlah."


"Yah, kurasa tidak mungkin juga kau akan menjawabku."


"Kalau begitu mengapa kau tidak memaksaku saja untuk berbicara?"


"Jika itu keinginanmu maka aku akan melakukannya."


Dengan cepat Ariabls telah berada didepan Elizabeth. Dia mengepalkan tinjunya dan mengarahkannya ke Elizabeth. Dengan mudah Elizabeth dapat menahan pukulan itu.


"Meski aku tidak sekuat Theresia, tapi kurasa aku dapat mengimbangi dirimu."


Elizabeth menendang perut Ariabls, dan membuatnya terhempas hingga cukup jauh. Tanpa basa basi Elizabeth lalu langsung membuat sebuah sihir.

__ADS_1


"Ice lance."


Bagaikan pedang yang tersusun rapi, ribuan es es runcing berderet dengan rapi diatas langit.


Elizabeth lalu mengarahkan es es itu ketempat Ariabls berada.


Ariabls tidak menganggap remeh es es itu. Dia kemudian membuat sebuah dinding api biru untuk melindunginya.


Ribuan es milik Elizabeth terus menyerang Ariabls tanpa henti. Namun pertahanan api itu sangatlah kuat, bahkan ribuan es dan air hujan yang deras tidak dapat memadamkan api itu.


"Sesuai dugaanku, itu pasti tidak akan cukup."


Elizabeth lalu mengeluarkan 8 pelayannya sekaligus, dia membuat ke 8 pelayan itu menyerang Ariabls terus menerus. Serangan pelayan pertama membuat pertahanan api itu padam, serangan pelayan ke 2 membuat Ariabls muntah darah dengan sangat banyak.


Serangan bertubi-tubi diterima oleh Ariabls, hingga pada akhirnya para pelayan milik Elizabeth berhenti menyerang.


Kodisi Ariabls sangatlah parah, kedua tangannya terpisah dari tubuhnya dan dia terlihat seperti habis mandi di kolam darah.


"Seperti yang diharapkan dari leluhur ke 2."


Dengan wajah yang penuh luka Ariabls berbicara kepada Elizabeth.


"Sepertinya aku harus serius untuk melawanmu."


Ariabls laku mengeluarkan aura 2 kali lebih dari yang dia keluarkan sebelumnya. Elizabeth tidak lagi dapat melihat Ariabls karena tubuhnya tertutupi oleh badai aura yang sangat tebal itu.


Meski begitu Elizabeth masih dapat menebak apa yang sedang dilakukan oleh Ariabls.


Woarrr.,,,,


Dan seperti yang Elizabeth tebak, Ariabls berubah menjadi bentuk naga nya.


[***********


"Romansa dua orang telah hancur, dan 1000 dunia menangis melihat hal itu."]

__ADS_1


__ADS_2