
{Dunia Gurun Kematian}
Dunia Gurun Kematian, meski namanya seperti itu namun bukan berarti Dunia ini dipenuhi oleh gurun. Nyatanya sekitar 60 persen wilayah dunia ini dipenuhi oleh tanah yang layak untuk ditinggali.
Hanya saja didunia ini memiliki sebuah gurun yang mengandung hukum kematian, setiap orang yang memasuki gurun itu maka peluang untuk Mereka mati menjadi lebih tinggi. karena itulah dunia ini disebut dengan dunia kematian.
Gate terbuka disebuah hutan yang ada didunia itu, Zen segara keluar dari gate itu.
"Heal."
Zen segara menyembuhkan luka yang disebabkan oleh pedang Cheng Ning, dengan sihir itu luka itu secara perlahan mulai sembuh.
"Cheng Ning sialan, tusukan pedangnya sangatlah sakit."
Meski lukanya sudah sembuh sepenuhnya namun Zen masih bisa merasakan sedikit rasa sakit. Zen lalu melihat kesekitarnya, Zen tidak ada melihat siapapun ataupun merasakan kehadiran orang lain.
Zen lalu membuat sebuah penghalang disekitarnya, penghalang itu membuat sebuah ilusi sekaligus sebuah dinding pertahanan yang kuat.
Kekuatan Zen yang saat ini masih belum stabil, kekuatannya sekarang bagaikan sebuah ombak yang bisa saja mengahancurkan apapun yang didekatnya.
Zen kemudian mulai bermeditasi dan mulai menenangkan kekuatan itu. Sekarang ini Zen bagaikan sebuah tembok raksasa yang mencoba untuk menahan tsunami besar. Dantian dan Tannalis Zen terasa akan hancur karena kekuatannya.
Zen sebisa mungkin mencoba untuk menenangkan kekuatan itu, rasa sakit yang diterimanya saat ini jauh lebih besar daripada ketika dia menyerap pecahan kekuatan miliknya.
Setelah 5 hari berlalu rasa sakit yang Zen rasakan telah hilang, dan kekuatannya saat ini bagaikan sebuah laut yang tenang tanpa sedikitpun ombak.
Zen lalu membuka matanya dan berjalan kesebuah pohon. Zen memukul pohon itu dengan sedikit kekuatannya, pohon itu lalu hancur seperti habis diremukkan oleh mesin peremuk.
Sebuah senyuman kecil muncul diwajahnya Zen, dia kini telah dapat mengendalikan kekuatannya dengan bebas.
Zen lalu mengeluarkan token Gemuruh miliknya, dengan token itu Zen mulai memanggil seseorang.
[Pejuang surga Lin Shuming dimana kau berada sekarang?]
Suara Zen menggema dengan sangat kuat dilangit ratusan ribu dunia yang ada didunia atas ini. Suara itu menarik perhatian banyak orang terutama mereka para pemegang mahkota.
__ADS_1
Kebanyakan dari mereka menunjukkan ketertarikannya, dan sebagian yang lain merasa acuh tak acuh karena tidak ingin terlibat.
Mereka yang tertarik itu menunggu jawaban Lin Shuming atas panggilan Zen. Mereka dengan sabar menunggu, namun setalah beberapa menit berlalu masih belum ada jawaban dari Lin Shuming.
[Lin Shuming jawab pertanyaanku!]
Para pemilik mahkota itu sekali lagi dengan sabar menunggu, namun sama seperti yang sebelumnya kali ini juga tidak ada respon dari Lin Shuming.
[Hahaha, yang benar saja apa bocah kecil ini kabur?]
Pemilik mahkota King Helion Hilgis mengatakan pendapatnya dengan menggunakan token Gemuruh.
[Lin Shuming dimana kau berada?]
Zen sakali lagi berteriak dan masih belum ada jawaban dari Lin Shuming.
[Bocah kecil ini pasti ketakutan, karena itulah dia tidak menjawabnya sekarang.] Ucap King Helion Hilgis.
[Hahaha, kau benar mungkin karena itulah dia mencoba untuk membunuh Zen saat dia masih belum bangkit.] Ucap King Ardiel Veltre.
Dengan kata lain meski dia memiliki mahkota king namun kekuatan masih jauh lebih lemah. Dan Dari semua leluhur vampire yang ada Ardiel Veltre adalah yang paling muda.
[Bukankah ini adalah leluhur pertama si kecil Ardiel Veltre?]
[Apanya yang sikecil, aku jauh lebih tua dari mu.]
[Sekarang memang begitu. tapi sudahlah Tidak ada gunanya kita membahas masalah itu. Jadi bagaimana jika kau saja yang datang kesini dan melawanku?]
[Untuk apa aku melakukan hal itu?]
[Bukankah kau adalah sekutu Lin Shuming? Karena dia tidak datang kesini jadi kau yang akan menggantikannya.]
Dulu Lin Shuming berkerja sama dengan Ardiel Veltre dan beberapa pemilik mahkota lainnya untuk membunuh Zen. Karena hal itu Zen menganggap mereka adalah sekutu.
Tidak ada respon dari Ardiel Veltre, bagi Ardiel Veltre tidak ada gunanya melawan Zen yang sekarang. Bagaimanapun yang duluan melawan Zen akan menjadi tumbal yang pertama, itu adalah sesuatu yang diketahui oleh para pemilik mahkota.
__ADS_1
[Lin Shuming kau mungkin lolos untuk sekarang tapi dalam satu bulan aku datang kedunia mu, berdoa lah kepada surgamu untuk menyelamatkan mu.]
Zen lalu menyimpan kembali token Gemuruhnya, dan pergi meninggalkan tempat itu menuju dunia yang lain.
Disisi lain didunia bintang hijau deadly sins pride Verdia Arcadia dan king Veldra Astera kecewa dengan apa yang terjadi saat ini.
"Lin Shuming, pria kecil ini benar benar sangat besar omongan." Ucap deadly sins Verdia.
"Kupikir akan ada sesuatu yang menarik, namun tak kusangka dia akan ketakutan." Ucap King Veldra.
Kedua orang ini adalah pemilik mahkota tingkat tinggi, mereka tidak berharap kalau Lin Shuming tidak akan menunjukkan dirinya. Biasanya para pemilik mahkota tidak akan memiliki alasan untuk saling bertarung, karena hal inilah sangat jarang ada pertarungan antara para pemilik mahkota.
Namun kali ini berbeda, Zen kembali untuk membalas Lin Shuming dan yang lainnya. Kedua orang itu berfikir kalau akhirnya datang waktu dimana mereka dapat menghilangkan kebosanan, namun sekarang setelah melihat reaksi Lin Shuming mereka harus menunggu waktu sedikit lebih lama lagi untuk dapat menghilangkan kebosanan itu.
"Bagaimana jika bertaruh Veldra?"
"Bertaruh mengenai apa?"
"Bertaruh mengenai siapa yang akan menjadi tumbal pertama?"
"Bukankah sudah jelas, tumbal yang pertama pasti adalah Pejuang surga Shao Ling."
Shao Ling adalah salah satu orang yang menyerang Zen pada saat itu, dan juga Shao Ling memiliki hubungan cukup dekat dengan Kreiz.
Menurut Veldra karena Lin Shuming tidak muncul pada hari ini maka selanjutnya Zen pasti akan mencoba untuk mengambil kembali tubuh Theresia.
Tubuh Theresia sendiri saat ini disembunyikan oleh Kreiz dan Shao Ling, jadi ketika tiba harinya Zen pasti akan membunuh Shao Ling yang jauh lebih lemah dari pada Kreiz.
"Kalau begitu aku akan memilih Lin Shuming."
"Mengapa bisa?"
"Karena dia telah merendahkan Zen."
Verdia Arcadia tau sifat Zen dengan cukup baik, Zen adalah orang yang paling tidak suka direndahkan. 7 tahun lalu jelas sekali kalau Lin Shuming merendahkan Zen, dan Zen pasti akan membalas perbuatannya dalam waktu satu bulan.
__ADS_1
"Sekarang mari kita lihat apa yang akan mati dalam waktu satu bulan kedepan."