Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Melawan 3 Naga


__ADS_3

""Sialan kau, Dasar Vampir rendahan.""


Melihat naga yang berwarna merah terhempas jauh, kedua naga yang lain menjadi kesal dan menyerang Zen secara bersamaan. Namun sama seperti naga yang berwarna merah, kedua naga itu juga terhempas jauh sebelum serangan mereka dapat memcapai Zen.


Naga Merah yang terhempas paling awal, kini dia Terbang kearah Zen dengan cepat. Zen mengeluarkan pedang yang dia terima dari gurunya sebelum pergi melakukan perjalanan. Zen melapisi pedang itu dengan sihir api hitam miliknya.


Jarak Zen dan naga merah itu semangkin dekat. Naga merah itu menyerang Zen dengan kekuatan penuhnya. Hanya dengan hembusan anginya saja, pepohonan disekitar situ menjadi hancur.


Zen menghindari serangan naga merah itu. Zen pergi mengarah kepunggung naga itu. Dia menyerang punggung naga merah itu dengan pedangnya. Namun karena kerasnya sisik naga merah itu, pedang milik Zen menjadi patah.


"Sial."


"Hnm, kau pikir bongkahan besi seperti itu dapat menembus lukaku."


Naga merah itu menyemburkan nafas apinya kearah Zen. Zen dengan cepat menghindari serangan itu. Namun begitu Zen berhasil menghindari Nafas api itu, kedua naga yang lainnya menyerang secara bergantian.


Zen terus menerus menghindari serangan kedua naga itu, hingga akhirnya Zen dapat melihat celah didalam serangan kedua naga itu. Zen memanfaatkan celah itu, Zen memukul naga yang berwarna hitam terlebih dahulu. Lalu Zen memukul naga yang berwarana hijau.


Zen memukul kedua naga itu dengan setengah kekuatannya. Kali ini kedua naga itu terhempas lebih jauh dari sebelumnya, kedua naga itu mungkin terhempas kurang lebih Sejauh 10 Km.


"Dengan begini, aku bisa lebih fokus melawan naga merah itu."


"Zen!!!!"


Dari kejauhan Zen dapat mendengar suara seorang perempuan. Dia melihat kearah sumber suara itu berasal. Disana Zen melihat Fernanse yang terlihat kesal.


"Apa kau bodoh? Apa kau pikir bongkahan besimu tadi dapat membuatnya terluka? Gunakanlah pedang sucimu, dasar bodoh."


Dari kejahuan Fernanse berteriak memarahi Zen, namun Zen tidak menanggapinya. Zen kembali melihat kearah naga merah yang ada didepannya.


Naga merah itu terlihat marah, dia mengeluarkan aura yang lebih besar dari sebelumnya. Namun setelah beberapa saat, aura yang besar itu menjadi kecil. Tubuh naga merah itu juga menjadi kecil, seukuran dengan manusia.

__ADS_1


"Oho, jadi itu wujud humanoidmu?"


Humanoid adalah wujud manusia yang biasanya digunakan oleh ras naga untuk berbaur dengan mahkuk hidup yang lebih kecil darinya. Wujud itu membuat naga merah itu menjadi seukuran dengan manusia, meski begitu kekuatan yang dimilikinya sama dengan saat dia dalam wujud naganya.


"Hahahaha, dengan begini akan menjadi lebih mudah untuk melawan Vampire sepertimu."


"Benarkah? Bukannya malah kebalik? Dengan tubuhmu yang seperi itu akan membuatku menjadi lebih mudah untuk membunuhmu."


"Huh, banyak omong. Kalau begitu buktikan padaku perkataanmu itu."


Naga merah itu menuju kearah Zen dengan cepat dengan tubuh humanoidnya.


"Kalau begitu akan kubuktikan sekarang."


Zen juga menuju kearah naga merah itu dengan cepat. Mereka saling bertukar pukulan.


Zen mendaratkan pukulan satu persatu kewajah naga merah itu. Sedangkan untuk naga merah, tidak semua pukulannya dapat mengenai Zen. Zen selalu menghindar setiap kali naga merah itu menyerangnya.


Fernanse yang melihat pertarungan mereka berdua dari kejauhan menjadi sangat bersemangat. Wajahnya menjadi lebih hidup dari sebelumnya.


Zen terus menerus menyerang naga merah itu, sedikit demi sedikit tanah yang dipijak oleh nagaerah itu menjadi hancur. Melihat itu Zen menambahkan sedikit kekuatan pada serangannya.


Seperti yang Zen duga, tanah yang digunakan oleh naga merah sebagai pijakan tidak lagi mampu menahan menahan beban yang besar. Akibatnya tanah itu menjadi hancur lebur dan naga merah itu terhempas dengan jauh.


Selagi naga itu terhempas, Zen melempar 3 belati terbang miliknya kearah naga merah itu. Zen mencoba untuk membuat belati terbangnya mengenai Naga merah itu. Namun sebelum dia dapat mengendalikannya, kedua naga yang tadinya terhempas jauh itu kini datang kembali.


Sama seperti naga merah, kedua naga itu mengubah wujud mereka menjadi humanoid. Kedua naga itu langsung menyerang Zen dari 2 arah. Kali ini Zen tidak mencoba untuk menghindar, melainkan Zen menahan serangan kedua naga itu. Pijakan Zen memjadi hancur, begitu juga dengan pijakan kedua naga itu.


'Ke 2 naga ini lebih lemah dibandingkan dengan naga merah itu. Kalau begitu...'


Kedua tangan Zen tidak dapat bergerak karena harus menahan serangan ke 2 naga itu. Jadi dia menggunakan kakinya untuk menyerang. Zen menendang naga hijau dengan sangat kuat sehingga dia terhempas sangat jauh. Sedangkan untuk naga hitam, Zen menemdangnya dengam pelan.

__ADS_1


Temdangan itu bertujuan bukan untuk menghempaskannya, melainkan hanya untuk membuat naga hitam itu sedikit menjauh dari Zen.


Zen mengeluarkan pedang Suci dari ruang penyimpananya. Pedang suci itu mengeluarkan aura yang hanya dapat dirasakan oleh orang yang kuat.


"Pedang itu... Jangan bilang kalau pedang itu adalah pedang suci?"


"Ya, tepat sekali."


'Ini gawat. Benar benar sangat gawat. Aku harus segera pergi dari sini dan memberitaukannya kepada raja.'


Naga itu mencari cara untuk bisa pergi menjauh dari Zen. Alasan adalah pedang suci yang dipegang oleh Zen. Pedang suci ataupun pedang terkutuk adalah senjata yang merupakan ancaman bagi ras naga.


Ke 2 pedang itu dapat memotong naga muda dengan sangat mudah meskipun mereka sedang dalam bentuk naga mereka. Karena itulah naga itu mencari cara untuk kabur, jika Zen menebasnya dengan pedang itu maka dapat dipastikan kalau naga itu akan mati.


Naga hitam itu pergi mejauh dari Zen dengan kecepatan penuhnya, Tetapi Zen dapat dengan mudah mengejarnya. Itu karena luka yang telah diterima naga hitam itu, meski dia tidak mendapat luka fisik tapi karena dia sebelumnya terkena pukulan Zen jadi pasti akan ada beberapa luka didalam tubuhnya.


Zen berhenti tepat didepan naga hitam itu, naga hitam itu terkejut dengan kemunculan Zen yang tiba tiba. Dia mencoba untuk berbalik dengan terburu buru,namun sebelum dia dapat berbalik Zen telah memotong kedua kakinya.


"Ah, sial, sial. Mengapa seperti ini? Padahal kau hanyalah Vempire rendahan."


Naga hitam itu menjadi kesal begitu dia mengetahui kalau kedua kakinya telah terpotong. Dia terus menerus mencaci maki Zen yang ada dihadapannya.


"Kalau begitu kau berarti sangatlah lemah karena dapat dikalahkan oleh Vampire rendahan ini."


Zen melihat naga hitam itu dengan tatapan yang menghina. Zen mengarahkan pedangnya keleher naga hitam itu.


"Berhenti, kumohon berhenti. Aku minta maaf karena telah menggagumu."


"Untuk apa kau meminta maaf kepada Vampire rendahan sepertiku? Bagiku tidak ada maaf untukmu."


Zen mencoba untuk menusuk leher naga itu, namun dia menghentikan pedangnya. Sebuah sihir bola api menuju kearah Zen dengan sangat cepat.

__ADS_1


Melihat sihir bola api datang kearahnya, Zen tidak jadi menusuk leher naga hitam itu. Dia menarik kembali pedangnya dan begitu bola api itu berada didepan matanya. Zen motong bola api menjadi 8 bagian.


__ADS_2