Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Menyerap Pecahan Kekuatan


__ADS_3

Setalah memakai lingkaran teleportasi yang ada dirumah Ling Hao, Zen turun dibenua dongchen. Ling Hao memberitau Zen kalau tempat terbaik baginya untuk menyerap pecahan kekuatan itu berada di gunung kehidupan.


Gunung kehidupan adalah sebuah tempat yang dipenuhi oleh energi spiritual, dan gunung itu juga dipenuhi oleh berbagai kehidupan.


Zen saat ini berada dalam masalah, dia sama sekali tidak tau dimana gunung kehidupan berada. Sekarang Zen hanya berjalan didalam hutan tanpa tau arah.


Setelah cukup lama berjalan Zen akhirnya dapat melihat ada seorang laki- laki yang tidak terlalu jauh dari tempatnya saat ini. Zen pun dengan cepat langsung mendatangi laki laki itu.


Laki laki itu menyadari kedatangan Zen namun dia tidak mengangkat senjatanya karena dia tidak Merakan bahaya apapun pada Zen.


"Permisi, apa anda tau dimana gunung kehidupan berada?"


"Ah, gunung kehidupan berada beberapa mil ke barat dari sini."


"Terima kasih. Hmm, kau mempunyai sesuatu yang menarik didalam tubuhmu."


Wajah laki laki itu langsung menjadi serius begitu mendengar apa yang Zen katakan.


"Apa yang kau ketahui?"


Laki laki itu langsung mengangkat senjatanya dan mengarahkannya ke Zen.


"Kau tenang saja, aku tidak memiliki niat buruk kepada mu."


"Begitu ya, maaf atas ketidaksopanan ku."


Pria itu lalu menurunkan kembali senjatanya.


"Tidak masalah, apa yang kau lakukan tadi adalah sesuatu yang normal. Lagi pula dengan sesuatu yang seperti itu didalam tubuhmu kau pasti akan menjadi sasaran orang lain jika ada yang mengetahui nya. Jika aku boleh tau berapa banyak orang yang tau kalau kau memiliki sesuatu yang seperti itu didalam tubuhmu?"


"Hanya anda yang mengetahui nya."


"Begitu ya, sembunyikanlah sebisa mungkin."


Zen lalu mendekati pria itu dan menyentuh dahinya.


"Ini adalah rasa terima kasihku kepada mu karena telah menunjukkan ku arah."


Zen lalu mengeluarkan sebuah pedang suci yang dia dapatkan dari Ling Hao, dan memberikannya kepada laki laki itu.


"Ini.... Pedang suci."


Laki laki itu terkejut begitu melihat pedang yang diberikan oleh Zen. Baginya Pedang itu bukanlah sesuatu yang dapat dengan mudah didapatkan.


"Pedangmu tidak dapat bertahan dengan jurus itu jadi terimalah pedang ini."

__ADS_1


"Terima kasih banyak."


Laki laki itu sedikit menundukkan kepalanya sambil menerima pedang yang Zen berikan.


"Tidak masalah. Kalau begitu aku pergi dulu."


"Tunggu, bisakah anda memberitahu kan nama anda?"


Zen hanya tersenyum kecil ketika mendengar pertanyaan itu.


"Jika kita dapat bertemu kembali maka pada saat itu aku akan memberitau namaku."


Zen dengan cepat langsung meninggalkan laki laki itu.


Selama berhari hari Zen malakukan perjalan menuju gunung kehidupan, dan akhirnya diapun sampai kekaki gunung.


"Benar Seperti yang Ling Hao katakan, energi spiritual disini jauh lebih kuat dari pada semua tempat yang kulewati."


Meski masih berada dikaki gunung, namun Zen sudah dapat Merasakan kalau banyak energi spiritual yang masuk kedalam dantian nya.


"Sebaiknya aku segera mencari tempat untuk dapat menyerap pecahan kekuatan ini."


Zen dengan cepat langsung mendaki gunung kehidupan itu, karena gunung kehidupan dipenuhi oleh monster yang berbahaya Zen tidak ingin dia menemukan sebuah masalah ketika mendaki.


Zen sebisa mungkin menekan aura miliknya dan selalu menghindari monster monster yang dia temui. Setalah cukup lama mendaki Zen akhirnya menemukan sebuah goa.


Zen memasuki goa itu, dia memeriksa bagian dalam goa dan dia sama sekali tidak menemukan tanda tanda kalau goa itu adalah sebuah sarang Monster.


"Baiklah aku menyerap pecahan itu disini."


Zen berjalan menuju pintu masuk goa dan dia memang sebuah penghalang dipintu masuk itu. Penghalang itu berfungsi sebagai kamuflase sekaligus sebagai pertahanan.


Dengan penghalang itu pintu masuk goa tidak akan dapat terlihat dari luar, dan dengan penghalang itu juga orang ataupun monster dari luar tidak akan dapat masuk.


Setelah selesai memasang penghalang Zen langsung duduk dan mengeluarkan pecahan kekuatan yang dia dapatkan dari kuil abadi.


"Saatnya menyerap kekuatannya."


Zen mengalirkan energi spiritual miliknya kedalam pecahan kekuatan itu dan pecahan kekuatan itu mengelukan cahaya biru terang dengan banyak rantai yang mengelilinginya.


"Ini memang segel yang cukup merepotkan, jika melepaskan satu persatu pasti akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Tapi karena ini adalah segel yang dibuat maka hal ini bukanlah sebuah masalah untukku."


Zen meneteskan darah miliknya kepecahan kekuatan itu, rantai rantai yang mengelilinginya mulai hancur satu persatu dan cahaya yang dikeluarkan berubah menjadi warna mereka darah.


Pecaham kekuatan itu lalu memasuki tubuh Zen, dantian milik Zen langsung menjadi lebih luas dari pada yang sebelumnya.

__ADS_1


"Alam penempaan tulang lapis 1."


Kultivasi Zen saat ini berada ditingkat paling rendah yaitu alam penampakan tulang. Ditingkat ini tulang tulang ditubuh Zen mulai menjadi lebih kuat dari pada yang bisanya. Alam ini terbagi menjadi 5 lapis.


"Lapis 2, 3, 4, 5. Alam Penempatan tubuh lapis 1."


Setelah melewati alam penempaan tulang Zen memasuki alam penempaan tubuh, dialam ini yang diperkuat adalah tubuh. Dan alam ini juga memiliki lima lapis.


"Aaaaargggg."


Karena dia meningkatan kultivasi nya dengan cara yang tidak seperti pada umumnya Zen harus Merakan rasa sakit yang luar biasa hingga dia terus memuntahkan darah.


"Aku tidak bisa seperti ini terus."


Zen lalu bermeditasi dengan lebih fokus dari yang sebelumnya, dia menahan rasa sakit yang dia rasakan.


Zen bermeditasi sambil menahan rasa sakit itu selama 2 tahun lebih. Selama dua tahun itu dia telah melewati alam penempaan tubuh, alam penempaan Jiwa, alam peningkatan Jiwa, alam bencana, dan sekarang dia berada di alam hidup dan mati.


"Hahh, masih tidak bisa ya."


Zen menghela nafas yang dalam, tidak peduli seberapa keras dia mencoba dia sama sekali tidak dapat menembus alam hidup dan mati untuk dapat melanjutkan ke alam dewa.


"Sebaiknya aku mencari tempat lain untuk menyerap sisa kekuatannya."


Saat ini Zen baru dapat menyerap kurang dari setengah dari semua kekuatan yang ada didalam pecahan itu.


"Rambut ku jadi panjang ya."


Zen lalu mengambil sebuah tali dari cincin penyimpanannya dan mengikat rambutnya.


Zen lalu membersihkan debu yang ada dibajunya dan dia berjalan menuju pintu masuk goa. Zen menghilang penghalang yang dia buat dan dia melihat kembali sinar matahari setelah sekian lama.


**********


Pesan dari Author, Mohon Dibaca :


Sekarang Novel ini akhirnya telah mencapai arc dunia energi spiritual. Saya tidak terlalu tau mengenai hal hal yang berkaitan dengan kultivasi Tapi karena arc ini cukup penting jadi saya harus menambahkan nya.


Mungkin akan ada beberapa hal yang akan sangat berbeda cerita yang biasanya mungkin kalian baca, mungkin juga akan ada nama nama karakter yang cukup aneh jadi Mohon dimaklumi.


Jika kalian bertanya mengapa tidak ada penjelasan dalam tingkat kultivasi itu karena saya berfikir untuk saat ini saya tidak perlu memberikan penjelasannya.


Sama seperti sistem pada arc yang sebelumnya, saya juga berencana untuk membuat penjelasan tingkat kultivasi pada cerita yang selanjutnya.


Saya akan sangat terbantu jika kalian mau memberitau saya mengenai hal kultivasi melalui kolom komentar atau melalui chat grub.

__ADS_1


Sekian pesan dari saya, terima kasih karena telah mendukung saya.


__ADS_2