Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Pertempuran I


__ADS_3

[Hutan didekat kota]


"Mereka sudah memulainya Iris."


Dari hutan itu, Kufa dan yang lainnya dapat melihat banyak ledakan yang berasal dari kastil milik Zen.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang Iris?" Tanya Lilfy


"Agar lebih mudah bergerak kita semua akan berpencar."


Jika mereka semua bergerak secara terpisah mereka juga akan lebih aman dari pada bergerak secara bersamaan.


"Tapi khusus untuk Solfage, dia akan mengikuti seseorang."


"Benar juga, lagi pula dia adalah seorang pengguna panah."


Pengguna panah adalah petarung jarak jauh bukan jarak dekat, akan sangat merugikan bagi Solfage jika dia bergerak sendiri dan bertemu dengan seorang Vampire atau naga.


"Iris, aku tidak masalah untuk pergi sendiri."


"Apa yang kau katakan, jika kau bergerak sendirian siapa yang akan melindungi mu?"


"Ah, untuk masalah itu kau tidak perlu khawatir. Karena aku bisa menggunakan pedang."


Solfage kemudian mengeluarkan sebuah pedang, dan menunjukan kepada yang lainnya.


'pedang suci.'


Iris sedikit terkejut dengan pedang yang dipegang oleh Solfage, Iris tidak menyangka kalau pedang suci yang kelima dipegang oleh Dirinya.


Dengan begini semua pedang terkuat di dunia ini telah memiliki seorang pemilik. 5 orang pemilik pedang suci adalah Iris, Sieg, Kufa, Ether dan Solfage.


Sedangkan orang pengguna pedang terkutuk adalah, leluhur pertama Vampire Zen, raja naga hijau Vanes, Kemudian Lilfy dan Accua.

__ADS_1


"Aku baru tau kalau kau bisa menggunakan pedang. Apa kau sengaja tidak memberitahu kami?" Tanya Lilfy.


"Meski aku cukup hebat dalam berpedang, tapi aku lebih suka menggunakan panah."


"Hebat dalam berpedang dan panah ya, apa kau Monster?"


Biasanya seseorang hanya ahli dalam menggunakan 1 senjata saja, seperti ahli pedang atau ahli tombak. Namun Solfage ahli dalam 2 bidang, itu membuat Lilfy merasa kalau Solfage terlihat seperti monster.


"Aku tidak ingin mendengar hal itu darimu Lilfy."


"Hahaha, untuk apa kedua monster seperti kalian saling berdebat."


"Tidak usah membahas hal itu Ether, lagi pula jika dilihat dari sudut pandang manusia biasa maka kita semua akan terlihat seperti monster."


Memiliki pelayan yang biasanya hanya dimiliki oleh para leluhur Vampire, dan dapat dengan mudah menggunakan pedang terkutuk ataupun pedang suci. Sudah jelas jika dari mata manusia biasa mereka ber 7 adalah seorang monster.


"Iya, iya, kita semua memanglah monster. Dan sekarang kita akan mencoba untuk memangsa monster yang jauh lebih besar dari kita."


"Sekarang berpencar lah dan lakukan tugas kalian."


Mereka semua langsung berpencar dan tersisa Iris sendiri ditempat.


"Zen pasti berada dikastil nya, jadi sebaiknya aku pergi kesana."


Dengan cepat dan hati hati, Iris langsung menuju kekastil Zen.


********


Ledakan besar terjadi tempat pertarungan antara Zen Abrials, banyak debu debu yang berterbangan. Debu debu itu kini mulai menghilang, terlihat Zen dan Abrials berdiri dengan beberapa luka ditubuh mereka.


Luka luka itu kini mulai pulih secara perlahan, Abrials melihat kearah Zen dan dia berbicara.


"Sebelumnya aku memang pernah sekilas melihatmu menggunakan kedua pedang itu secara bersamaan. Aku penasaran sekuat apa dirimu?"

__ADS_1


Normalnya seseorang hanya dapat menggunakan satu pedang saja, entah itu pedang terkutuk atau pedang suci. Jika seseorang memegang pedang dua pedang tingkat tinggi itu secara bersamaan maka tubuh orang itu akan hancur karena tidak dapat menahan kekuatannya.


Namun Zen berbeda, dia dapat menggunakan dua pedang tingkat tinggi itu dengan mudah. Tubuhnya sama sekali tidak mendapatkan sedikitpun efek samping.


"Apa Theresia ada melakukan sesuatu pada tubuhmu?"


"Tidak, mungkin aku dapat menggunakan keduanya secara bersamaan karena ikatanku dengan mereka cukup kuat."


"Jadi begitu ya, kalau begitu aku ingin melihat sekuat apa ikatanku dengan kedua pedang itu."


Sekali lagi Abrials bergerak dengan sangat cepat, dengan belati miliknya dia kembali menyerang Zen dengan sangat kuat.


Belati dan pedang mereka terus beradu, hingga akhirnya belati milik Abrials hancur menjadi banyak pecahan.


Meski senjatanya telah hancur itu bukanlah sebuah masalah buat Abrials. Dia kembali menggunakan keahliannya, yaitu pukulan dan tendangan.


Akan bahaya bagi Zen jika dia menggunakan pedang untuk melawan Abrials yang tanpa senjata, Zen pun kemudian langsung menyimpan pedang miliknya dan mereka kembali beradu pukulan.


Dalam hal kekuatan fisik, Zen jauh berada dibawah Abrials. Karena itulah Zen terus membuat lingkaran sihir dibanyak tempat sambil menahan pukulan Abrials.


Setelah beberapa kali menahan pukulan Abrials, Zen akhirnya mencapai batasnya. Pukulan Abrials mengenai wajahnya tanpa sedikitpun dapat ditahan Zen.


Zen terhempas dengan jauh, namun bukan berarti dia hanya terhempas tanpa melakukan apapun. Lingkaran sihir yang dia buat telah selesai dan Zen pun langsung mengaktifkan nya. Bebagai Jenis sihir langsung menyerang Abrials, dan Abrials terkena sihir tersebut tanpa dapat bertahan.


Zen yang terhempas itu mulai bangun, dia melihat Elizabeth, Argares dan Lapis sedang melawan para raja naga.


"Nona Elizabeth, tolong tahan Abrials."


Zen merasa kalau dia pasti tidak akan dapat menahan beberapa serangan lagi dari Abrials, diapun langsung meminta bantuan dari Elizabeth.


Elizabeth menjadi cukup senang setelah mendengar perkataan Zen, dia langsung menyerang Vanes dengan sekuat tenaga dan membuatnya terhempas jauh. Elizabeth kemudian langsung menuju ketempat Abrials berada.


Zen hendak pergi menyusul Elizabeth, namun tanpa dia sadari sebuah pedang menusuk dadanya dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2