Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Tubuh Es Abadi


__ADS_3

"Sial, bagaimana ini bisa terjadi begitu cepat."


Dengan penuh kecemasan Zen mengeluarkan sebuah pil dan memasukannya kedalam mulut Lin Yan.


"Apa energi spiritual dibenua ini yang memicunya untuk aktif."


Lin Yan memiliki sebuah tubuh yang sangat langka, tubuh itu disebut dengan tubuh es abadi. Jika kemampuan Magea Erebea berfungsi seperti sebuah dopping yang membuat pengguna dapat menggunakan kekuatan yang besar dalam beberapa waktu, maka tubuh es abadi adalah sebuah tubuh yang dapat membuat seseorang untuk dapat menjadi kuat dengan capat.


Tubuh ini adalah alasan mengapa Zen menyelamatkan Lin Yan. Zen sekarang sedang menghadapi sebuah situasi yang sangat tidak dia inginkan.


Lin Yan yang sebelumnya hidup dibenua dongchen dengan energi spiritual yang tipis kini sedang berada dibenua kerajaan dewa dengan energi spiritual yang tebal.


Energi spiritual yang tebal itu dengan cepat memasuki dantian Lin Yan dan mengaktifkan tubuh itu lebih cepat dari pada yang seharusnya.


Jika hal itu terus berlangsung maka Lin Yan akan dipastikan mati dalam waktu yang tidak lama lagi.


"Sekarang bagaimana caraku menyelamatkannya. Tidak seperti Xia Shuang, Lin Yan tidak memiliki Tanallis ditubunya."


Ada beberapa cara untuk membuat pemilik tubuh itu untuk tidak mati, pertama orang itu harus berada dialam bencana lapis pertama sebelum berusia 17 tahun. Namun Lin Yan sekarang baru saja berada dialam penempaan tubuh lapis ke 4, mustahil baginya untuk melakukan cara yang seperti ini.


Yang kedua adalah dengan menggunakan mana yang ada didalam Tanallis (wadah mana), namun cara ini hanya bisa dilakukan bagi mereka yang dapat menggunakan energi spiritual dan mana jadi cara ini juga tidak dapat dilakukan untuk Lin Yan.


"Apa aku harus membuat Tanallis sementara untuknya. Tidak, kurasa aku tidak dapat bisa melakukan itu."


Jika Zen melakukan itu maka akan muncul sebuah ke abnormal pada tubuh Lin Yan.


"Apa aku biarkan saja dia mati sekarang, lagi pula aku sudah terlihat cukup banyak didunia bawah ini. Bahkan didunia dengan sistem sebelumnya aku tidak sengaja melepaskan skill 7 dosa besar keseluruh dunia itu."


Skill dosa besar series, seperti namanya itu adalah skill yang melambangkan 7 dosa besar. Setiap skill itu memiliki kekuatan yang sangat besar, dan Zen secara tidak sengaja melepaskan skill itu.


"Tidak, aku sudah menyelamatkannya. Setidaknya dia tidak boleh mati dihadapan ku."


Meski dia mengatakan hal itu, namun Zen sama sekali tidak banyak mengetahui mengenainya tubuh es abadi. Cara untuk menyelamatkan Lin Yan yang dia tau kini tidak dapat digunakan.


Zen berfikir dengan keras, dia mencoba mengingat kembali tentang tubuh es abadi ini hingga akhirnya dia dapat mengingat sesuatu.


"Jika aku tidak salah ingat Xia Shuang saat itu mengatakan kalau mana dari luar dapat membantu menunda aktifnya tubuh es abadi untuk sementara."


Zen lalu menyentuh tubuh Lin Yan dan mengalirkan mana miliknya kedalam tubuh Lin Yan. Hasilnya sama seperti yang Zen inginkan, energi spiritual yang bergejolak didalam dantian Lin Yan perlahan mulai tenang dan tubuh Lin Yan secara perlahan mulai membaik.

__ADS_1


"Meski hanya dapat menunda namun ini sudah bagus, selanjutnya aku mungkin harus dengan cepat membuatnya berada dialam bencana lapis pertama."


Masih ada 2 tahun lagi sampai Lin Yan berusia 17 tahun, dalam jangka waktu itu Zen akan terus menunda aktifnya tubuh es abadi itu dan membuat Lin Yan berada dialam bencana.


********


Hari telah berganti, dan Liu Yu datang sesuai dengan apa yang dia katakan kemarin.


"Kebetulan kau ada disini, bisakah kau keluar dan belikan aku beberapa barang."


Zen memberikan sebuah catatan dan sebuah kantung berisikan uang kepada Liu Yu.


"Hah, kenapa aku yang harus membelikan mu barang barang ini?"


Liu Yu menolak apa yang Zen minta, lagi pula mereka baru saja kenal dan Liu Yu datang untuk melihat keadaan Lin Yan.


"Hanya kau yang dapat kuminta tolong. Ah apa kau punya cincin penyimpanan?"


"Tentu saja aku punya."


Bagi para seniman beladiri cincin penyimpanan adalah sesuatu yang sangat penting. Mereka biasanya selalu menyimpan pil, herbal ataupun senjata mereka didalam cincin itu.


Zen mengusir Liu Yu keluar dari kamar itu dan dia langsung menutup pintunya.


"Apa apaan ini, apa begitu cara dia meminta tolong."


Diluar Liu Yu sedikit kesal dengan perbuatan Zen, meski begitu dia tetap saja pergi membeli apa yang Zen suruh.


Disisi lain Zen mengeluarkan semua herbal dan pil yang dia miliki, dari semua itu Zen mencari barang yang dapat membantu Lin Yan untuk dapat memasuki alam bencana dengan cepat.


Saat ini yang Zen khawatirkan bukankah batas waktu yang selama kurang lebih 2 tahun itu, melainkan dia menghawatirkan jumlah mana yang dia miliki.


Setiap kali dia menunda aktifnya tubuh Lin Yan, Zen akan kehilangan sebagian besar mana miliknya. Didunia dimana dia tidak dapat mengisi kembali mana nya itu Zen tidak tau tinggal berapa kali lagi dia dapat menahan aktifnya tubuh Lin Yan.


Setelah cukup lama pergi Liu Yu akhirnya kembali dengan membawa barang yang diinginkan Zen. Zen lalu langsung mengisi sebuah wadah besar berbentuk lingkaran dengan air panas.


Zen kemudian menambahkan beberapa herbal dan pil kedalam air panas itu dan mengaduknya.


"Ngomong ngomong Liu Yu, bisakah kau membangunkan Lin Yan?"

__ADS_1


"Bukankah dia tidak sadarkan diri?"


"Paksa saja, dia pasti akan bangun."


"Aku tidak bisa melakukan hal itu."


"Kalau begitu aku tidak punya pilihan lain."


Zen lalu berjalan kearah Lin Yan dan membukan bajunya secara perlahan.


"Kau apa yang kau lakukan?"


Liu Yu langsung terkejut begitu dia melihat apa yang Zen lakukan, Liu yu lalu sekuat tenaga untuk membuat Zen menjauh dari Lin Yan.


"Seperti yang kau lihat, aku membuka bajunya."


"Kau tidak boleh melakukan hal itu."


"Kalau begitu bangunkan dia atau aku yang akan membuka bajunya."


"Baiklah aku akan melakukannya."


"Baguslah."


Zen berjalan kembali ketempat wadah besar yang berisi air panas yang telah hangat itu. Zen lalu terus mengaduk aduk air itu hingga merata.


disisi lain Dengan pelan Liu Yu mencoba untuk membangunkan Lin Yan.


"Dia tidak akan bangun jika kau melakukannya seperti itu."


"Diamlah, setidaknya biarkan aku melakukannya dengan caraku sendiri."


Liu Yu juga tau kalau Lin Yan tidak akan terbangun jika dia membangunkannya dengan cara seperti itu, namun dia sama sekali tidak ingin menggunakan cara kasar untuk membangunkan Lin Yan.


"Terserahmu, namun jika dia belum terbangun jika tidak terbangun saat aku telah sesekali maka aku akan membuka bajunya sendiri."


Liu Yu tau kalau Zen tidak hanya sekedar berbicara saja, untuk mencegah Zen membuka baju Lin Yan dengan tangannya sendiri Liu Yu lalu mencoba untuk membangunkan Lin Yan dengan sedikit kasar.


Cara yang dia lakukan cukup efektif dan tidak membutuhkan waktu lama Lin Yan pun akhirnya membuka matanya.

__ADS_1


__ADS_2