Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Langit Yang Bergetar


__ADS_3

Naga api itu terus menyemburkan apinya, api itu membakar apapun yang ada disekitarnya. Zen merasa mungkin ini telah berakhir, dia menurunkan penjagaan nya. Tiba tiba dari balik aku yang membara itu sebuah pedang emas keluar dan menusuk perut Zen.


"Lin Shuming sialan."


Akibat dari tusukan itu Zen tidak dapat mengendalikan naga api itu, akibatnya naga api itu langsung menghilang. Dengan tidak adanya lagi kobaran api Lin Shuming dapat terlihat dengan jelas. Meski banyak luka ditubunya Lin Shuming berjalan kearah Zen dengan sebuah senyuman diwajahnya.


"Sama seperti sebelumnya kau selalu lengah disaat saat tertentu."


Lin Shuming terus berjalan dengan pedang ditangannya, setiap kali dia melangkah Lin Shuming Merasakan rasa sakit yang luar biasa pada tubuhnya. Namun itu tidak membuat langkah Lin Shuming berhenti, dia menahan rasa sakit itu dan terus berjalan.


"Hahaha kau tau bukan kalau setiap pedang yang ada didunia pedang tak terbatas memiliki garis rune."


Garis rune, itu adalah garis yang hanya dapat digunakan oleh para pengguna energi spiritual. Garis rune biasanya terbuat dari berbagai macam simbol, sangkin banyaknya simbol itu bahkan tidak ada yang tau berapa jumlahnya.


Garis rune biasanya digunakan untuk memperkuat senjata atau membuat sebuah penghalang, seperti sihir para pengguna mana garis rune adalah salah satu berkah untuk para pengguna energi spiritual.


Pedang pedang yang ada didunia pedang tak terbatas memiliki berbagai macam garis rune, namun kebanyakan memiliki efek yang membuat seseorang tidak bisa bergerak Setelah tertusuk oleh pedang itu.


"Sepertinya ini akan menjadi kematian keduamu Zen Cavalier."


Lin Shuming mengangkat pedangnya dan bersiap untuk membunuh Zen.


"Kematian kedua ya? Kau salah Lin Shuming, Ini mungkin akan menjadi kematian yang ketiga. Namun....."


Lin Shuming tidak membiarkan Zen berbicara lebih banyak lagi, dia dengan cepat menggerakkan pedangnya. Namun sayang Lin Shuming terlambat satu langkah, sebelum pedangnya dapat mengenai Zen rantai emas milik Zen telah lebih dulu mengikat tubuhnya.


"Apa kau pikir rantai seperti dapat mrnahanku?"

__ADS_1


"Kurasa tidak jika kau dalam keadaan yang biasanya."


Bagaimanapun rantai itu bukanlah rantai yang dapat menahan kekuatan seorang pemegang mahkota, namun tubuh Lin Shuming sekarang penuh dengan luka. Dia mungkin juga tidak dapat lagi menggunakan kekuatan dalam jumlah yang besar. Dengan keadaannya yang seperti itu akan sangat sulit untuk dapat melepaskan diri dari rantai itu.


"Kau mengincar ini sejak awal."


Wajah Lin Shuming terlihat sangat marah, hanya tinggal satu langkah lagi hingga dia dapat membunuh Zen. Namun satu langkah itu sangatlah berat, dengan sangat banyak rantai yang mengikatnya Lin Shuming tidak lagi dapat menggerakkan tubuhnya.


Lin Shuming lalu berfikir, jika aku tidak dapat menggunakan pedang yang ada ditangannya maka dia akan menggunakan pedang yang lain. Lin Shuming lalu mengeluarkan beberapa pedang emasnya, dengan kondisinya yang seperti itu jumlah pedang itu adalah batasannya.


"Kau sangat keras kepala Lin Shuming."


Zen mengeluarkan bola bola api dan membakar pedang emas Lin Shuming.


"Sudah saatnya kau berhenti keras kepala Lin Shuming."


Dengan sekuat tenaganya Zen berusaha untuk menggerakkan tubuhnya, dengan melakukan itu secara paksa Zen membuat luka luka kecilnya menjadi besar. Rasa sakit yang luar biasa dapat dia rasakan, namun itu tidak masalah untuk Zen. Kedua tangannya akhirnya dapat memegang pedang emas Lin Shuming yang menusuk tubuhnya.


"Haaa haaaa"


Nafas Zen menjadi sedikit lebih berat.


"Heal."


Begitu pedang sudah terlepas Zen menggunakan sihir untuk menyembuhkan luka tusukan itu, namun luka itu sama sekali tidak menunjukan tanda tanda akan sembuh.


"Tidak bisa ya, sepertinya ini sudah batasnya."

__ADS_1


Sihir penyembuhan ini memang luar biasa, namun sama seperti kemampuan regenerasi Zen sebagai seorang vampire dulu sihir ini juga memiliki batasan. Sekarang Zen telah mencapai batasan itu, dia tidak lagi dapat menyembuhkan lukanya dengan sihir.


"Ya terserahlah."


Walau luka itu tidak dapat disembuhkan untuk saat ini hal itu tidak masalah bagi Zen, dia mengambil pedang miliknya dan dengan luka yang terus mengeluarkan darah Zen berjalan mendekati Lin Shuming.


"Jangan salahkan aku Lin Shuming, bagaimanapun kalianlah yang memulai semua ini."


Mendengar apa yang Zen katakan sebuah senyuman kecil muncul diwajah Lin Shuming.


"Kau tidak akan dapat membunuhku Zen Cavalier."


"Dari mana kepercayaan dirimu itu berasal Lin Shuming?"


Lin Shuming tidak dapat bergerak dan tubuhnya dipenuhi luka sedangkan Zen walau tubuhnya juga dipenuhi luka namun masih dapat menggerakkan pedangnya, Mau dilihat dari manapun ini adalah kemenangan Zen. Namun Lin Shuming mengatakan kalau dia tidak akan mati hari ini, entah itu hanya sebuah perkataan untuk menenangkan dirinya sendiri atau untuk menggertak Zen hanya Lin Shuming yang dapat mengetahui hal itu.


"Ya terserahlah jika kau tidak ingin menjawabnya. Lagi pula meski kau menjawabnya kau juga tetap akan mati."


Sepertinya tidak memiliki emosi sedikitpun Zen menusukkan pedangnya ke jantung Lin Shuming.


"Hahaha, pada akhirnya tidak peduli seberapa jauh kau berjalan selama kau masih berada didunia ini kau tidak akan pernah dapat menghindari takdir yang telah ditentukan oleh surga."


Meski darah terus mengalir dan dia akan mati sebentar lagi namun Tidak ada penyesalan yang terlihat diwajah Lin Shuming.


"Selama surga masih belum berganti maka entah kau atau Theresia tidak akan lama lagi akan menerima apa yang seharusnya kalian terima."


"Terima kasih ada peringatan mu Lin Shuming, tapi aku sama sekali tidak percaya dengan surga."

__ADS_1


Zen menggerakkan pedangnya dan jantung Lin Shuming langsung hancur. Pada saat yang bersamaan langit di 100.000 dunia yang ada didunia atas ini bergetar. Semua mahluk hidup entah itu monster atau ras lainnya melihat kearah langit yang bergetar itu.


Sebagian dari mereka ada yang senang, sebagian lagi ada yang tidak peduli. Bagaimanapun jika langit itu bergetar maka hanya ada satu hal yang pasti terjadi yaitu ada seorang pemegang mahkota yang telah mati. Pada saat itu juga berbagai macam ras mengumpulkan orang orang terhebat mereka untuk melakukan perperangan, perperangan itu adalah sebuah perjuangan untuk merebut mahkota kekutan yang tidak memiliki seorang pemilik lagi itu.


__ADS_2