Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Petir Emas


__ADS_3

Panah es itu dengan cepat menuju kearah Zen.


"Dinding api."


Panah panah es itu langsung mencair begitu menyentuh dinding api milik Zen.


"Kasar sekali, aku banyak belum menyelesaikan perkataanku namun kalian telah menyerang ku. Tapi yah jika itu yang kalian mau maka aku akan meladeninya."


Zen memberikan aba aba kepada Ling Hao dan yang lainnya untuk mulai bergerak, merekapun langsung berpencar dan mulai bertarung. Zen mengeluarkan pedang miliknya, Zen lalu melihat kesekelilingnya. Dia merasa kalau orang orang itu masih belum semuanya menurut Zen masih ada beberapa orang yang masih belum muncul, kerena Zen tidak dapat merasakan hawa keberadaanya Zen merasa lebih baik jika dia berhati hati.


"Apa kau yang akan melawan ku Kreiz?"


"Tidak mereka yang akan melawanmu."


Kreiz menunjuk kearah Shao Ling dan Ray.


"Sayangnya itu tidak mungkin Kreiz, karena mereka akan segera berpindah tempat."


Tiba Ling Hao dan Hao Chen berada didepan Shao Ling dan Ray. Mereka berdua lalu memukul Ray dan Shao Ling dengan sangat kuat hingga mereka terhempas sampai keluar kastil.


"Apa kita terlalu kuat memukulnya?" Ucap Ling Hao.


"Meski kuat pun kurasa tidak masalah lagi pula tidak mungkin mereka mati hanya karena satu pukulan tadi." Ucap Hao Chen.


"Zen apa Tidak Masalah jika kami membunuh kedua orang itu?"


"Ya tidak masalah, selesaikanlah dengan cepat."


Sebuah senyuman kecil terlihat diwajah Ling Hao dan Hao Chen.

__ADS_1


"Kalau begitu kurasa kami akan akan menggunakan sebagian besar Kekuatan kami."


Kedua orang itu lalu bergerak dengan cepat, hanya dalam satu tarikan nafas kedua orang itu telah menghilang dari hadapan Zen dan Kreiz.


"Kurasa kau memang harus melawanku sendiri kreiz."


"Yah sepertinya memang tidak ada pilihan lain."


Kreiz lalu berdiri dari singgasananya, Kreiz mengeluarkan pedangnya. Pedang itu adalah senjata ultimate ihali yang berada di peringkat ke 20 pada tugu dunia. Dalam satu tarikan nafas Kreiz telah berada didepan Zen, dengan pedang itu Kreiz menyerang Zen dengan sangat kuat.


"Lemah."


Zen dengan mudah dapat menahan serangan itu, Zen lalu menggerakkan kakinya dan menendang perut Kreiz. Kreiz tidak tidak sempat menahan tendangan itu, diapun terhempas hingga cukup jauh.


Namun itu adalah apa yang Kreiz incar, tepat sebelum dia mulai menyerang Zen dia telah mengeluarkan sihir Ars Nova yang memiliki jeda waktu sebelum aktif. Kini sihir aktif dan menyebabkan ledakan yang sangat besar, Karena tendangan Zen Kreiz jadi berada diluar jangkauan ledakan Ars Nova dan dia tidak kena efek apapun dari sihir itu.


Debu debu yang beterbangan mulai berhalangan, dapat dilihat Zen berdiri dengan tegap. Sebelum sihir itu aktif Zen telah memasang banyak pelindung ditubunya, dengan pelindung sebanyak itu Zen jadi tidak menerima luka sedikitpun.


Zen melihat kesekelilingnya, seluruh bangunan kastil hancur karena ledakan tadi, meski begitu ruang bawah tanah tempat tubuh Theresia berada sama sekali tidak menerima kerusakan. Ruang bawah tanah itu dibuat berbeda dengan bangunan kastil, ruang bawah tanah itu telah dipasangi garis rune yang dapat menahan serangan dengan daya hancur yang besar. Tidak hanya itu ruang bawah tanah itu juga telah dilapisi oleh bayak sihir pelindung, dengan sihir Ars Nova saja cukup mustahil untuk dapat menghancurkan ruang bawah tanah itu.


Zen juga dapat melihat orang orang yang berada dialam ilahi dan Duke, mereka menerima luka yang cukup parah karena sihir itu.


"Lebih baik aku mengurangi jumlah mereka."


Zen dengan cepat menuju ketempat ini orang orang itu, mereka sama sekali tidak dapat melihat gerakan Zen. Tanpa mereka sadari beberapa orang dari mereka telah mati, tubuh orang yang berada dialam ilahi dan tingkat Duke sudah sangat kuat jika menggunakan pedang biasa maka akan sangat cukup untuk memotong tubuh mereka. Namun pedang yang Zen pedang sekarang adalah senjata peringkat ke 8 terkuat didunia ini, dengan tubuh mereka yang terluka jadi semakin mudah bagi Zen untuk membunuh mereka.


Zen sama sekali tidak peduli dengan orang Orang itu, bagaimanapun merekalah yang mau berkerja sama dengan Kreiz. Orang orang itu tidak bisa membiarkan Zen membunuh lebih banyak lagi, mereka lalu berkerja sama menyerang Zen. Berbagai macam sihir dan teknik mereka gunakan untuk membunuh Zen, namun sayangnya jarak antara seorang pemegang mahkota dengan alam ilahi atau Duke cukuplah besar. Zen dapat dengan mudah menghindari dan mengahancurkan serangan mereka.


"Lemah."

__ADS_1


Sebuah lingkaran sihir muncul dilangit, lingkaran itu lalu mengeluarkan banyak petir emas. Petir petir emas itu turun dengan cepat seperti malapetaka seseorang yang baru saja naik tingkatan. Petir emas itu tidak hanya menyerang Zen melainkan juga orang orang yang berkerja sama dengan Kreiz.


Beberapa dari mereka menggunakan sihir pelindung dan beberapa lagi menggunakan pelindung energi spiritual untuk menahan serangan petir emas itu. Zen bergerak dengan cepat untuk menghindari serangan petir emas itu, namun jumlahnya sangat banyak dan area jangkauan mencapai 5 km. Tidak peduli secepat apa Zen menghindar pada akhirnya dia tetap terkena petir emas itu.


"Sial. Heal."


Kerena petir itu Zen jadi menerima sebuah luka seperti terbeset pedang, luka itu lalu langsung menghilang setelah Zen menggunakan sihir penyembuh.


"Akan berbahaya jika aku terus berada disini."


Meski petir itu tidak menyebabkan luka yang parah pada tubuhnya namun tetap saja akan merepotkan bagi Zen jika dia mendapatkan beberapa luka kerena petir itu. Zen lalu dengan celah meninggalkan zona tempat petir itu, Zen bergerak dengan sangat cepat menuju ketempat Kreiz terhempas.


Zen akhirnya dapat melihat Kreiz, Zen lalu mengayunkan pedangnya dan puluhan bilah hitam keluar. Bilah bilah itu menuju kearah Kreiz dengan sangat cepat, dengan pedangnya Kreiz mencoba menghancurkan semua bilah itu.


Satu persatu bilah hitam dia hancurkan, namun sayangnya pergerakan Kreiz masih kurang cepat. Salah satu bilah mengenai dirinya dan memotong tangannya.


"Ah,"


Kreiz hanya melihat tangannya yang terpotong itu, Zen tidak membiarkan Kreiz menyembuhkan luka miliknya. Dia dengan cepat menuju kearah Kreiz sambil mengeluarkan cincin hitamnya, Kreiz melihat Zen menuju kearahnya dengan cepat. Sebuah senyuman kecil muncul diwajah Kreiz, setelah Zen Hanya berjarak beberapa puluh meter dari dirinya senyuman Kreiz menjadi lebih lebar.


"Kena kau."


Sebuah lingkaran sihir muncul dibawah Zen, lingkaran sihir itu lalu membentuk sebuah penghalang yang mengurung Zen. Dengan pedangnya Zen mencoba untuk menghancurkan lingkaran sihir itu, namun pedang Zen hanya dapat membuat penghalang itu retak saja.


"Percuma percuma penghalang itu memiliki hukum sebab akibat pertahan mutlak."


Hukum sebab akibat adalah hukum yang paling kuat, contoh dari hukum sebab akibat adalah orang mati karena orang itu hidup. Sedangkan untuk penghalang itu dia kuat karena Zen kuat. Jika saja seekor **** hutan yang dikurung di penghalang itu maka kekuatan penghalang itu hanya sebesar kekuatan **** hutan itu.


"Penghalang ini memang kuat, tapi bagaimana jika aku menghancurkannya dengan Serangan ruang?"

__ADS_1


Mendengar perkataan Zen senyuman diwajah Kreiz menjadi mengecil.


__ADS_2