
Tidak seperti saat menyatukan mahkota pejuang surga, Zen membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyatukan mahkota dosa amarah. Energi spiritual dan mana dalam jumlah yang sangat besar Zen gunakan dalam proses penyatuannya, setelah 20 hari berlalu Zen akhirnya selesai menyatukan mahkota dosa amarah dengan dirinya.
"Setelah cukup lama akhirnya berhasil juga."
Zen merasakan setiap bagian tubuhnya, mulai dari tangan, kaki hingga organ dalamnya. Zen Merasakan semua bagian yang membentuk tubuhnya menjadi lebih kuat berkali kali lipat, bahkan dantian dan Tannalis miliknya juga ikut membesar.
Dengan kekuatannya saat ini bukan jadi masalah bagi Zen jika dia melawan 3 orang seperti Lin Shuming sekaligus. Zen sendiri sekarang sudah setara dengan para pemegang mahkota tingkat tinggi, hanya saja kekuatan Zen yang sekarang masih belum sekuat Cheng Ning atau Verdia Arcadia. Meski kedua orang itu adalah pemegang mahkota tingkat tinggi namun kekutan mereka sendiri sudah melebihi para pemegang mahkota tingkat Tinggi lainnya.
"Saatnya melakukan penaklukan."
Zen lalu mengeluarkan sebuah kertas, kertas itu adalah jimat komunikasi. Meski Jimat itu tidak dapat menjangkau seluruh dunia atas seperti token Gemuruh namun Jimat itu setidaknya dapat menjangkau jarak beberapa dunia.
"Ling Hao, Hao Chen apa kalian mendengar ku?"
Untuk sesaat tidak ada respon yang diberikan oleh Ling Hao ataupun Hao Chen, Zen lalu mengulangi perkataannya lagi. Setelah yang ke 3 kalinya Ling Hao dan Hao Chen merespon perkataan Zen.
"Ada apa Zen?"
"Dimana kalian sekarang?"
"Dunia Seribu gunung."
"Cerpatlah datang ketempat ku, aku akan mengambil kembali tubuh Theresia. Ah dan juga jangan katakan apapun kepada Xia Shuang, jangan biarkan dia mengikuti kalian."
"Apa kau yakin akan mengambil kembali tubuhnya sekarang?"
"Iya, karena itulah cepat datang kesini."
"Baiklah."
__ADS_1
Jimat komunikasi itu lalu langsung terbakar sepenuhnya dan tidak akan lagi dapat digunakan.
"Kurasa aku akan menggerakkan beberapa bintang hingga mereka sampai kesini."
Meski Ling Hao dan Hao Chen sangat cepat namun tetap saja memerlukan beberapa waktu untuk sampai ketempat Zen saat ini. Untuk menghilangkan kebosanannya Zen lalu bermeditasi dan menggerakkan beberapa bintang yang ada dilangit. Zen yang sekarang telah menjalin hubungan baik dengan 4 kehendak bintang, itu jauh lebih sedikit ketika dia berada ditanah tuhan saat itu.
Namun untuk didunia atas ini itu adalah jumlah yang cukup banyak, lagi pula meski Zen melawan orang yang paling kuat didunia atas ini Zen tidak perlu sampai menggunakan kekuatan dari puluhan kehendak Dunia. Bagaimanapun orang yang paling kuat didunia ini masih lebih lemah dibandingkan dengan surga.
Zen terus menggerakkan kedua bintang itu seperti para bintang itu sedang bermain kejar kejaran. Setelah beberapa Zen menggerakkan para bintang itu Zen akhirnya Merasakan kedatangan Ling Hao dan yang lainnya.
"Akhirnya tiba juga."
Zen berhenti bermeditasi dan menggerakkan ke 4 bintang itu, Zen lalu pergi keluar dan menemui Ling hak dan yang lainnya.
"Hmm, kau ikut juga Bifrost?"
"Iya master, Hao Chen yang mengundang saya."
"Kau yang mengundangnya Hao Chen?"
"Iya, lagi pula Kreiz adalah seorang King. Jika kita dapat membunuhnya maka kita dapat memberikan mahkota itu kepada Bifrost."
"Jadi begitu."
"Jadi apa kau akan bertarung sendirian lagi Zen?" Tanya Ling Hao.
"Tidak, akan sangat merepotkan jika aku harus melawan mereka semua. Kali ini kalian juga akan membantu ku."
Meski kekuatan Zen saat ini sudah dapat melawan Kreiz dan Shao Ling secara bersamaan namun Zen tatap akan berhati hati kali ini. Tidak seperti saat dia melawan Lin Shuming kali ini mungkin akan ada pihak lain yang ikut campur.
__ADS_1
Zen sebisa mungkin akan menghemat tenaganya sampai pihak lain itu masuk kedalam pertempuran.
"Yah kurasa kami juga sudah mulai bosan hanya melihat saja, jadi apa kita akan berangkat sekarang?"
"Iya, tapi kita akan menggunakan gate."
Tubuh Theresia saat ini berada didunia api abadi, dunia itu berjarak ratusan dunia dari tempat mereka berada saat ini. Dunia api abadi sendiri mungkin sudah tidak ada lagi lingkaran teleportasi jadi mereka tidak dapat menggunakannya.
Jadi meski cukup berbahaya Zen lebih memilih untuk menggunakan gate, bertemu dengan monster kehampaan yang berusia ratusan tahun masih lebih baik dari pada menarik perhatian pada para orang tua yang masih diam hingga saat ini.
Sama seperti didunia bawah untuk dapat menggunakan gate seseorang harus pernah pergi ketempat itu, Zen telah berkali kali pergi kedunia api abadi jadi dia dapat membuka gate disana.
Zen lalu membuka gate dan langsung memasukinya. Ling Hao dan yang lainnya mengikuti Zen dari belakang. Zen dan yang lainnya cukup beruntung kali ini, didalam celah Dimensi mereka sama sekali tidak bertemu dengan monster kehampaan.
Gate lalu terbuka didunia api abadi tidak jauh dari tempat tubuh Theresia berada, mereka lalu melihat kesekitarnya sejauh mata memandang mereka hanya dapat melihat api abadi yang berkobar. Meski begitu api abadi itu tidak terlalu panas karena hanya mengandung hukum api lapis ke 2.
Api abadi yang ada didunia ini sendiri bukanlah sesuatu yang muncul dengan sendirinya, api abadi sendiri berasal dari alam bawah jadi tidak mungkin api abadi itu bisa datang kedunia ini dengan sendirinya. Api abadi ini adalah api yang Zen buat ketika dia sedang marah pada saat ini, sekitar 40 wilayah dunia ini dipenuhi oleh api abadi karena itulah dunia ini disebut dengan dunia api abadi.
Meski begitu bukan hanya api abadi saja yang ada didunia ini, sekitar 30 persen wilayah dunia ini juga dipenuhi oleh es yang sulit untuk dihilangkan. Es itu adalah es yang dibuat oleh Theresia tepat setelah kematian Zen, para pemegang mahkota tingkat tinggi mungkin dapat menghilangkan semua es yang ada didunia ini namun hal itu tidak ada gunanya bagi mereka.
Dunia ini sendiri sudah termasuk kedalam dunia yang rusak, ada cukup banyak badai hukum yang ada didunia ini. Badai hukum itu terdiri dari segala jenis hukum seperti api, air, ruang, waktu dan hukum lainnya. Badai hukum tidak selalu muncul, meski begitu badai hukum tetaplah sesuatu yang berbahaya.
"Terlalu banyak api disini, bagaimana jika kau menghilangkan saja semuanya Zen."
"Itu tidak perlu, kita juga akan terbang. lagi pula ini hanya mengandung hukum api lapis ke 2 tidak akan berbahaya untuk kalian, dan juga jika mengenai tubuh kalian aku akan langsung menghilangkan nya."
Semua api abadi yang ada didunia ini adalah milik Zen, dia dapat mengontrol api didunia ini sesuka hatinya entah membuat api itu menghilang semua ataupun menjadi lebih panas.
"Tidak baik terlalu lama disini, kita akan akan pergi kekastil ku."
__ADS_1