
"Seingatku aku sudah pernah memperkenalkan diri kepadamu."
"Iya, kau memang sudah memperkenalkan diri. Namun bukan itu yang kutanyakan, bagaimana bisa kau ataupun Lin Yan dapat meningkatkan kultivasi secepat itu dalam waktu satu bulan."
Tidak peduli sejenius apa seseorang, untuk meningkatkan kultivasi dari alam dewa lapis pertama ke lapis 5 dalam waktu satu bulan adalah sesuatu yang hampir mustahil.
Namun sekarang Liu Yu telah melihat sesuatu yang hampir mustahil itu, meski dia tidak ingin mempercayainya namun dia tidak bisa melakukannya.
"Yah meningkatkan kultivasi dasar dalam waktu singkat bukanlah sesuatu yang sulit."
"Kultivasi dasar?"
"Ya, mulai dari alam penempaan tulang sampai alam dunia dewa adalah dasar dari kultivasi. Setelah melewati alam dunia dewa maka kultivasi yang sebenarnya akan dimulai."
"Dengan kata lain kultivasi yang sebenarnya dimulai ketika seseorang dari dunia bawah telah memasuki dunia atas."
"Iya benar sekali."
"Meski begitu kau masih belum menjawab pertanyaan dariku, bagaimana bisa kau meningkatkan kultivasi dalam waktu singkat?"
"Kau harus mencari tau hal itu sendiri, tidak ada gunanya bagimu jika aku memberitahunya."
"Kalau begitu bagaimana kau menjelaskan tentang kondisi tubuh Lin Yan?"
"Ah, itu karena tubuh es abadi miliknya."
"Tubuh es abadi? Aku belum pernah mendengar hal yang seperti itu."
"Untukmu dunia bawah ini sangatlah luas, jika kau tidak mengetahuinya bukan berarti tidak ada yang namanya tubuh es abadi."
"Kalau begitu beri tau aku apa itu tubuh abadi."
"Aku bisa saja melakukannya, namun sepertinya kita tidak memiliki waktu. Ada orang yang mengikutimu tadi, berapa banyak orang yang telah kalian singgung?"
Sejak Liu Yu datang Zen dapat merasakan ada satu orang yang terus memperhatikan ruangan itu, dan kini beberapa orang telah datang menuju tempat Zen berada saat ini.
"Tidak banyak, hanya tuan muda dari keluarga Luo."
"Keluarga Luo? Apa mereka kuat?"
"Bisa dibilang mereka adalah satu dari 3 keluarga utama pelindung kota ini."
"Begitu ya, jadi mereka cukup kuat."
Ini bukanlah benua dongchen, dibenua kerajaan dewa ini keluarga tingkat atas setidaknya pasti memiliki beberapa ahli yang berada dialam dewa atau dunia dewa.
"Apa itu menjadi masalah buatmu?"
"Tidak, kebetulan sekali aku masih belum pernah melawan musuh yang kuat semenjak aku datang kedunia ini."
Seorang pria menendang pintu kamar Zen dengan sangat kuat hingga pintu itu hancur. Dibelakang pria itu terdapat beberapa pria yang berdiri dengan sombongnya.
"Itu cara bertamu yang sangat buruk."
__ADS_1
"Diamlah, serahkan 2 perempuan itu jika kau masih ingin hidup."
"Apa yang akan kau lakukan dengan mereka?"
"Tuan muda kami menginginkannya, jadi kami akan membawa perempuan itu kehadapannya."
"Begitu ya, jadi dimana tuan muda kalian berada?"
"Itu tidak ada urusannya dengamu, cepat serahkan saja ke 2 perempuan itu."
"Bagaimana jika aku menolak?"
"Maka aku melakukannya dengan paksa."
Pria itu lalu dengan cepat menyerang Zen dengan pukulannya.
"Kuat namun masih kurang."
Zen dengan mudah dapat menahan pukulan pria itu, dan pria itupun langsung terkejut.
"Bagaimana mungkin, aku juga berada dialam dewa lapis ke 5."
Zen dan pria itu sama sama berada dialam dewa lapis ke 5, jarak kekuatan mereka seharusnya tidaklah terlalu jauh. Namun pria itu tau kalau jarak mereka sangatlah jauh. Bahkan pria itu merasa kalau orang yang berada dialam dunia dewa lapis ke 3 pun belum tentu dapat melukai Zen.
Meski begitu pria itu tidak gentar, dengan tangannya yang satu lagi dia kembali menyerang Zen. Zen dengan mudah menghindari serangan itu, Zen lalu memegang kepala pria itu dan menghentakkan nya diatas lantai dengan kuat.
"Sangat sayang sekali, padahal kau cukup berbakat. Namun kau harus mati disini."
Zen lalu memijak kepala pria itu hingga hancur.
Zen menatap yang lainnya dengan tajam.
"Hmp, dia hanya sendiri jika kita menyerangnya bersama maka dia pasti akan kesulitan."
"Ya, dia benar ayo kita serang bersama."
Orang orang itu lalu dengan cepat menyerang Zen.
"Dasar para manusia bodoh."
Zen lalu mengeluarkan pedang semi ilahi miliknya, Zen mengayunkan pedang itu dan sebuah serangan yang sangat kuat langsung keluar. Serangan itu membuat kamarnya menjadi hancur dan beberapa orang itu mati.
"Hoo, masih ada yang hidup ya."
Zen berjalan kearah pria yang masih hidup itu. Zen sedikit mengintimidasi pria itu dan menanyakan berapa hal kepadanya.
"Dimana tuan mudamu berada?"
"Rumah bordil angin, tuan muda berada disana."
Dengan sedikit gemetaran pria itu menjawab pertanyaan Zen.
"Tunjukan jalannya padaku."
__ADS_1
"Ba... Baik."
Pria itu langsung berdiri dan mulai berjalan.
"Liu Yu tolong jaga Lin Yan."
Zen berjalan menyusul pria itu, mereka berdua dengan cepat menuju ke rumah bordil tempat tuan muda keluarga Luo berada.
Sesampainya di sana mereka langsung memasuki sebuah kamar, didalam kamar itu Zen dapat melihat seorang laki laki yang sedang dimanjakan oleh beberapa perempuan. Didekat laki laki itu ada beberapa pria yang menjaganya, para pria itu berada dialam hidup dan mati lapis ke 4.
"Sialan, siapa kau?"
Dengan penuh rasa kesal laki laki itu bertanya kepada Zen.
"Apa dia tuan muda Luo?"
"Iya, dia adalah tuan muda Lou Xing."
"Kerja bagus, sekarang kau kembalilah kekediaman keluarga Luo dan laporkan masalah ini ke kepala keluarga."
"Baik."
Karena dipenuhi oleh rasa takut pria itu berlari dengan sangat cepat menuju kediaman keluarga Luo.
"Beraninya kau mengabaikanku!"
Luo Xing lalu menyuruh beberapa pria yang ada disampingnya untuk menyerang, namun sebelum para pria itu dapat menyerangnya Zen sudah lebih dahulu membuat mereka tidak sadarkan diri.
"Kau.... Siapa kau sebenarnya?"
Luo Xing terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Nona nona, bisakah kalian keluar dari ruangan ini? Jika kalian tidak keluar maka aku tidak dapat menjamin kalian bisa melihat matahari besok."
Zen menatap para perempuan itu dengan tajam, seketika sekujur tubuh para perempuan itu menjadi dingin. Mereka sadar kalau apa yang Zen katakan bukanlah sebuah lelucon, mereka pun dengan cepat langsung pergi keluar meninggalkan Zen dan Luo Xing sendiri.
"Apa yang ingin kau lakukan?"
"Tenang saja, untuk saat ini aku hanya ingin bertanya beberapa hal saja. Selama kau menjawabnya dengan jujur maka aku mungkin akan membiarkanmu untuk tetap hidup."
Dengan santai Zen duduk didepan Luo Xing.
"Apa akhir akhir ini kau melihat 2 orang wanita yang menarik perhatianmu?"
"Ada, tidak lama ini aku melihat 2 orang perempuan yang menarik perhatianku."
"Hoo, lalu apa yang kau lakukan kepada 2 perempuan itu?"
"Aku mengajak mereka untuk bersenang- senang, namun mereka menolaknya."
"Setelah itu apa yang kau lakukan?"
"Aku memaksa mereka dan tidak sengaja membuat perempuan yang berambut merah muda sedikit terluka."
__ADS_1
Mendengar apa yang Luo Xing katakan Zen tanpa sadar mengeluarkan sebuah belati dan menusuk tangan Luo Xing.