Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Roh Cahaya


__ADS_3

Ratusan tombak hitam berjatuhan dari langit, Setiap kali tombak itu menyentuh sesuatu maka tombak itu akan menghasilkan kekuatan penghancur yang mengerikan. Zen, Accua dan Kufa dilindungi oleh pelayan milik mereka, sedangkan untuk Ziyun dan Sieg tidak diketahui keadaan mereka karena debu debu yang berterbangan. Debu debu itu membuat Zen kesulitan untuk melihat daerah sekitar.


Serangan tombak hitam itu berlangsung selama beberapa saat hingga kemudian berhenti. Tombak tombak hitam yang menancap ditanah dan tubuh pelayan Zen perlahan mulai berhilangan.


Debu debu yang berterbanganpun mulaj menghilang. Seseorang datang menuju kearah Zen dengan berjalan. Meski wajah dari orang itu tidak dapat terlihat karena debu debu itu, namun Zen telah mengetahui siapa orang itu dari aura miliknya yang Zen rasakan.


"Sungguh sihir yang luar biasa. Apakah kau berniat untuk membunuhku Fernanse?"


Orang itu adalah Fernanse, begitu debu debu yang berterbangan itu menghilang sepenuhnya Wajah Fernanse pun dapat dilihat.


"Jika sihir yang seperti itu dapat membunuhmu maka aku akan meragukan posisimu sebagai leluhur pertama Vampire. Dan juga tubuh pelayanmu itu cukup kuat juga."


Leluhur pertama adalah yang paling kuat dari para leluhur lainnya. Jadi akan aneh jika leluhur pertama akan mati hanya karena sihir yang seperti itu.


"Ah, ini ya?"


Zen melihat keatas, namun yang Zen lihat bukanlah langit biru melainkan tubuh dari Satein yang melindungi Zen.


"Dia memang kuat."


Satein mulai menghilang, dan Zen kembali dapat melihat langit biru.


"Jadi, apa yang kau lakukan disini Fernanse? Aku yakin kalau telah memperintahmu untuk tetap tinggal diatas bukit?"


Zen melihat kearah Fernanse yang telah berdiri disampingnya.


"Are? Apakah benar seperti itu? Aku banar benar tidak mengingatnya."


Fernanse mengerluarkan ekspresi seperti dia sedang tidak mengetahui apa yang Zen katakan. Fernanse berharap agar Zen tidak mengungkit hal itu lebih jauh lagi.


"Huft, baiklah. Jadi apa yang kau lakukan disini?".


Harapan Fernanse terkabulkan, Zen tidak mengungkit soal perintahnya lebih jauh lagi. Tentu saja Zen tau kalau itulah yang Fernanse inginkan, jadi dia sengaja untuk tidak mengungkitnya lagi.


"Aku hanya ingin bertemu dengan teman lama."


"Teman lama? Aku tidak tau kalau temanmu ada disekitar sini, jadi dimana orangnya?"

__ADS_1


"Disana."


Fernanse menunjuk sebuah tempat, Zen melihat tempat yang ditunjuk oleh Fernanse itu.


"Itu... Apakah itu Ziyun?"


Ditempat yang ditunjuk oleh Fernanse, Zen dapat melihat Ziyun. Tidak, itu memang tubuh Ziyun namun penampilannya kini telah berubah banyak. Rambut pirangnya kini berubah menjadi warna biru muda, matanya yang berwarna biru langit kini menjadi berwarna merah darah. Dan juga tubuhnya kini mengeluaran seperti sebuah cahaya.


"Tidak, apa mungkin itu adalah roh cahaya yang ada didalam tubuhnya?"


Hanya itu kemungkinan yang ada saat ini. Lagi pula mau dilihat dari manapun, sudah terlihat jelas kalau itu bukanlah lagi Ziyun.


"Seperti yang katakan Zen, itu adalah roh cahaya yang ada ditubuhnya. Hanya saja saat ini dia telah mengambil alih tubuh itu."


Roh cahaya itu mulai mengambil alih tubuh Ziyun ketika Fernanse menggunakan sihirnya tadi. Jika roh cahaya itu tidak mengambil alih tubuhnya maka Ziyun pasti akan mati terkena tombak tombak yang berjatuhan itu.


"Lama tidak berjumpa, Roh Cahaya."


Mendengar perkataan Fernanse, Roh cahaya itu berbalik dan melihat kearah Zen dan Fernanse berada.


"Roh kegelapan Ya? Bentuk kehidupan yang sangat berbeda dari kami. Tidak peduli kau dalam keadaan roh atau tidak, keberadaanmu itu adalah sesuatu yang sangat kami tolak."


"Lalu kehancuran apa yang kau maksud itu?"


"Itu adalah Kehancuran dari umat manusia."


Jika perang yang ingin diwujudkan oleh Zen terjadi dengan sesuai rencananya maka dapat dipastikan sebagian ras manusia akan musnah dari dunia ini.


"Manusia ya? Bentuk kehidupan yang paling rapuh dari bentuk kehidupan yang lainnya. Tapi itu semua tidak ada hubungannya bagi kami, sejak awal kami sama sekali tidak pernah berpihak kepada mereka. Tidak peduli berapa banyak doa dan persembahan yang mereka berikan, kami tidak akan memberikan bantuan pada mereka. Tapi.... "


Untuk sesaat roh cahaya itu berhenti berbicara, kemudian dia kembali berbicara.


"Tapi ada situasi dimana kami harus turun tangan secara langsung."


"Lalu situasi seperti apa yang kau maksud?"


"Jika ada kemungkinan akan terjadinya peristiwa dimana sebagian besar dari dunia akan hancur dan sebagian besar mahluk hidup akan musnah maka kami akan turun tangan secara langsung. Namun jika tidak ada peristiwa yang menyebabkan hal itu terjadi maka kami tidak akan turun tangan secara langsung."

__ADS_1


"Huh, itu hanyalah omong kosongmu. Kalian hanya takut untuk datang kedunia ini bukan?"


"Apa yang kau maksud Roh kegelapan?"


"Sepuluh Leluhur Vampire."


Mendengar perkataan Fernanse, Roh cahaya itu membuka matanya dengan lebar lalu dia menyipitkannya.


"Itu adalah sesuatu yang sangat tidak enak untuk didengar."


Hanya dengan melihat ekspresinya saja Zen dapat mengetahui kalau Roh cahaya itu sangat tidak menyukai sepuluh leluhur vampire. Dan tentu saja Zen tau penyebab roh cahaya itu tidak menyukai mereka, dari sepuluh leluhur vampire mungkin hanya Zen yang mengetahui alasannya.


"Ternyata banar kalau kalian takut kepada mereka, yah memang banar kalau mereka itu adalah monster yang mengerikan. Hanya dengan sebagian kecil kekuatan mereka, mereka dapat mengubah bentuk permukaan dari dunia ini. Jika mereka mengabungkan kekuatan mereka, maka mereka pasti akan menjadi ancaman yang sangat besar bagi kalian."


"Pemikiranmu terlalu berlebihan Roh kegelapan, kami sama sekali tidak menganggap mereka sebagai ancaman."


"Tidak, kalian takut kepada mereka. Lebih tepatnya kalian takut kepada kekuatan mereka, kekuatan itu dulunya hanya satu. Dan kalian takut kekuatan itu, karena itulah pada saat itu kalian memecah kekuatan itu menjadi sepuluh bagian."


"Seperti yang kubilang sebelumnya, pemikiranmu itu terlalu berlebihan Roh kegelapan. Lagi pula bagaimana kau dapat menyimpulkan hal itu?"


"Itu dari penelitianku, aku mulai meneliti itu sejak empat ratus tahun lalu. Pada awalnya aku juga tidak percaya dengan hal penelitianku, namun setelah melihat beberapa dari mereka aku yakin kalau kesimpulanku tidaklah salah.


Dan juga kekuatan mereka selalu bertambah kuat setiap generasinya, sedangkan kalian apa yang berubah dari kalian sejak ribuan tahun yang lalu? Tidak ada bukan, mungkin sebentar lagi kalian akan menemukan akhir dari kalian."


"Perkataanmu, membuatku sangat tidak menyukainya."


Roh cahaya menjadi sangat marah karena perkataan Fernanse. Dia membuat banyak lingkaran sihir, sekitar ratusan lingkaran sihir terbentuk disamping kiri, kanan dan diatasnya.


"Dengan kau yang memiliki tubuh fisik, maka kau pasti akan mati dengan ini."


"Oh, begitu."


Fernanse lalu mengeluarkan sebuah kertas, itu adalah kertas yang telah dibuatnya waktu dia sedang berada dikastil Zen.


Fernanse mengalirkan mana miliknya kedalam kertas itu, lalu dinding hitam yang transparanpun terbetuk. Dinding itu membentuk lingkaran yang mengitari Zen dan Fernanse.


"Dengan ini, matilah!!! "

__ADS_1


Ribuan anak panah cahaya keluar dari lingkaran sihir milik roh cahaya, dan anak anak panah itu menuju kearah Zen dan Fernanse berada.


__ADS_2