Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Vampire Murni [Arc Alam Bawah]


__ADS_3

Zen keluar dari celah dimensi, Zen melihat kesekitarnya dan dia dapat melihat tanah hitam yang tandus dengan langit yang gelap namun terasa seperti pagi hari.


"Akhirnya aku sampai juga kedunia bawah."


Dunia bawah atau mungkin lebih sering disebut alam bawah adalah tempat bagi mereka yang menyukai kegelapan. Alam bawah ini biasanya digunakan oleh parah iblis dan vampire dari dunia atas untuk berlatih.


Para ras lain seperti elf, naga, keturunan naga, manusia tidak terlalu menyukai berada dialam bawah. Begitu juga dengan para roh, hanya roh kegelapan tingkat tinggi yang biasanya datang kealam bawah ini.


Dialam bawah ini tidak ada sinar matahari, namun konsep pagi dan malam tetap berlaku dialam bawah ini.


Sama seperti dunia atas dan dunia Medan perang, alam bawah ini mengandung energi spiritual dan mana. Dengan adanya kedua energi itu tidak akan mudah bagi Zen untuk dapat membuka gate didunia ini.


"Aku yakin itu seharusnya ada dialam ini, namun mengapa aku tidak dapat merasakannya."


Zen kembali melihat kesekitarnya dan mencoba untuk mengetahui dimana dia berada saat ini.


"Jika aku tidak salah ini adalah gurun yang terdapat angin hitam."


Angin hitam adalah angin yang mengandung hukum sebab akibat, setiap senjata mau itu pedang, tombak, panah ataupun senjata lainnya jika terkena angin itu maka senjata itu akan kembali menjadi sebuah Igot yang belum ditempa.


"Dengan kata lain kota Silkis seharusnya tidak terlalu jauh dari tempat ini."


Zen mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 hari untuk sampai ke kota Silkis dari sini. Namun bagi mereka yang berada dialam dunia dewa atau yang bergelar Baron akan membutuhkan waktu berminggu minggu.


Zen terbang dengan sangat cepat, dia menerobos semua angin hitam yang dia temui. Karena angin hitam hanya berlaku untuk senjata Zen jadi tidak mendapatkan efek apapun.


Zen terus terbang dengan kecepatan itu tanpa sedikitpun beristirahat. Bagi mereka yang berada di alam dewa atau gelar Baron tidak makan atau istirahat selama 1 Minggu bukanlah sebuah Masalah.


Setelah 3 hari terbang Zen akhirnya sampai ke kota Silkis, Zen segara memasuki kota dan berjalan didalamnya.


"Sepertinya biasa sangat banyak iblis dan vampire ditempat ini."


Sebagian orang yang Zen lihat berasal dari ras vampire dan iblis, namun bukan berarti Zen tidak dapat melihat orang dari ras lain disini. Zen sempat melihat beberapa dark elf dan keturunan naga saat memasuki kota.


"Untuk sekarang sebaiknya aku pergi untuk mencari berapa informasi."


Sudah lebih 2000 tahun sejak Zen terakhir kali datang kealam bawah ini, Zen tidak tau telah berapa banyak perubahan yang terjadi.


Zen memasuki sebuah restoran dan memesan sebuah makanan. Zen memiliki telinga yang cukup tajam jadi dia mungkin akan mendapatkan beberapa informasi disini.

__ADS_1


"Hei Cilius, lihat apa yang kutemukan disini."


Baru beberapa menit Zen duduk dan seorang vampire langsung mendekati dirinya. Vampire itu lalu memanggil teman temannya yang lain.


"Apa yang kau temukan Gill?"


Cilius datang mendekat dan melihat kearah Zen yang masih duduk dengan tenang.


"Hmm, manusia? Emang ada apa dengannya?"


Cilius tidak tau apa yang dimaksud oleh Gill, dari yang Cilius lihat dia hanya melihat seorang manusia yang sedang duduk. Meski manusia jarang berada ditempat ini namun bukan berarti tidak ada manusia yang datang.


"Lihat dengan baik baik Cilius."


Menuruti perkataan Gill, Cilius melihat Zen dengan seksama dan dia akhirnya mengerti apa yang dimaksud oleh Gill.


"Hoo, sepertinya dia salah satu darah kotor yang ada."


Darah kotor atau darah campuran adalah sebutan bagi para vampire murni dunia atas kepada para vempire darah campuran.


"Menarik bukan, meski dia adalah vampire darah kotor namun dia sangat terlihat seperti manusia."


"Ya, apa yang akan kita lakukan padanya?"


Vampire darah campuran sangat dibenci oleh para darah murni, vampire darah campuran biasanya tinggal di daerah kekuasaan milik ras lain agar mereka tidak di deskriminasi.


"Lebih baik lupakan hal itu Gill, entah kenapa aku merasa lebih baik jika kita tidak menggangu dirinya."


Cilius memiliki insting yang cukup tajam, dia merasa Zen bukanlah orang yang dapat mereka singgung.


"Hah, dia hanyalah seorang darah kotor apa yang kau takutkan dari dirinya."


Gill memiliki pemikiran yang sangat berbeda dengan Cilius, dengan penuh kesombongan dia memegang pundak Zen.


"Hoi jika kau tetap ingin hidup maka keluarakan semua barang milikmu."


"Bagaimana jika aku menolak? Dan juga singkirkan tanganmu."


"Jika kau menolak maka kau akan menanggung akibatnya."

__ADS_1


Gill mengeluarkan aura miliknya, dan dia tersenyum dengan sangat lebar.


"Hoo, ini aura yang cukup besar."


Zen masih tetap tenang dan tidak mengeluarkan aura miliknya. Namun aura yang Gill keluarakan menarik perhatian orang orang yang ada ditempat itu.


"Sepertinya ada sedikit perselisihan disana." Ucap salah satu iblis yang melihat mereka.


"Kau benar, sepertinya vampire murni itu mencoba untuk membunuh vampire campuran itu. Dan juga kekuatan mereka sangat berbeda jauh." Ucap iblis lainnya.


"Kau benar, vampire murni itu berada ditingkat Viscount sedangkan vampire campuran itu berada ditingkat Baron. Dia pasti akan mati."


Meski hanya beda satu tingkat namun jarak kekuatan antara tingkat Viscount dan baron sangatlah jauh.


"Mati tidaknya dia bukanlah urusan kita, namun karena ini adalah sesuatu yang menarik maka kita pasti akan menontonnya."


"Menurutku Vampire campuran itu Tidak akan mati, dan dialah yang akan menang."


Seorang manusia yang berada dimeja dekat kedua iblis itu mengeluarkan pendapatnya.


"Apa yang kau pikirkan manusia, apa kau tidak lihat jarak kekuatan mereka sangatlah jauh."


"Tidak apa jika kau tidak percaya, namun bagaimana jika kita sedikit bertaruh?"


"Apa yang akan kita pertaruhkan?"


"Bagaimana dengan pedang tingkat semi ilahi?"


"Hah, apa kau gila? Meski aku memiliki pedang semi ilahi namun apa kau memilikinya?"


"Tentu saja aku memilikinya."


Manusia itu lalu menunjukan pedangnya, dan seperti Yang dia katakan pedang itu adalah pedang semi ilahi tingkat 3.


"Jadi apa kau ingin bertaruh?"


Meski pedang semi ilahi tingkat 3 bukanlah sesuatu yang sulit untuk didapatkan namun tetap saja berharga. Lagi pula iblis itu sangat yakin akan kemenagan Gill, dengan penuh percaya diri diapun setuju untuk bertaruh dengan manusia itu.


"Baiklah, aku akan bertaruh denganmu. Dan jangan pernah berfikir untuk kabur manusia, jika kau melakukannya maka aku akan membuatmu lebih memilih untuk mati."

__ADS_1


"Itu seharusnya adalah perkataanku."


Mereka berdua telah saling setuju dan kembali melihat kearah Gill dan Zen berada.


__ADS_2