Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Untuk Lin Yan


__ADS_3

"kau bilang kalau kau tadi melukainya?"


"Iya, tapi aku tidak sengaja."


"Sengaja atau tidak yang penting kau telah melukainya."


Zen lalu mengeluarkan sebuah belati lagi dan menusuk tangan Luo Xing, dengan begitu kedua tangan Luo Xing sama sama tertusuk oleh belati Zen.


"Maafkan aku, maafkan aku, kumohon tolong cabut kedua belati itu."


Air mata mulai keluar dari mata Luo Xing, kedua tangannya juga terus mengeluarkan darah.


"Tergantung jawabanmu aku mungkin akan mencabut kedua belati itu."


"Aku akan menjawab apapun yang kau tanyakan."


"Apa yang dia ingin kau lakukan setelah membawa mereka berdua kesini?"


"Itu..."


Luo Xing merasa ragu untuk menjawab Zen, Zen merasa kalau Luo Xing Tidak akan menjawab dalam waktu dekat dia pun langsung mengeluarkan sebuah belati lagi.


Melihat belati Zen, Luo Xing langsung ketakutan dan diapun mulai berbicara.


"Setelah membawa mereka kesini aku berencana untuk bermain sebentar lalu aku akan meninggalkan mereka dihutan."


Dengan cepat tangan Zen bergerak dan belati yang ada ditangannya itu memotong leher Luo Xing.


"Ha haah, seharusnya aku lebih tenang."


Zen melihat leher Luo Xing yang terus mengeluarkan darah dan akhirnya Luo Xing pun mati.


"Tapi yasudalah, tidak ada yang perlu kusesalkan."


Zen lalu berdiri dan pergi meninggalkan tempat itu. Zen terus berjalan dengan tenang seolah olah dia tidak ada melakukan apapun.


Setelah beberapa saat Zen akhirnya sampai kembali ketempat dia menginap, Zen membayar semua biaya kerusakan yang dia buat lalu dia kembali ke kamarnya.


"Liu Yu, apa didekat sini ada sebuah sekte?"


"Ada, tapi apa yang ingin kau lakukan?"


"Aku akan memasukan Lin Yan kedalamnya."


"Apa kau berencana untuk meninggalkan dia."


"Iya."


"Kalau begitu kau bisa memasukan Lin Yan ke sakte tempat aku berada. Sebentar lagi akan ada penerimaan murid baru, Disana setidaknya aku dapat melindunginya."


"Begitu ya, kalau begitu aku akan melakukannya."


Lin Yan perlahan membuka matanya.

__ADS_1


"Bersiaplah Lin Yan kita akan pergi sekarang."


"Kemana kita akan pergi?"


"Gunung."


"Tunggu sebentar, dia baru saja terbangun dan kau langsung ingin membawanya ke gunung."


Liu Yu menghentikan Lin Yan yang ingin turun dari kasurnya.


"Iya, apa ada masalah?"


"Kau benar -benar iblis."


"Sayang sekali aku bukanlah iblis, melainkan vampire."


Meski dia tidak menyukai vampire namun Zen tidak dapat menyangkal kalau dirinya saat ini adalah seorang vampire.


"Vampire? Apa itu?"


Liu Yu tidak tau maksud perkataan Zen, sama seperti mengenai tubuh es abadi ini adalah pertama kalinya bagi Liu Yu mendengar kata kata vampire.


"Naiklah kedunia atas maka kau akan mengetahuinya. Ayo kita pergi Lin Yan."


"Baik."


Lin Yan langsung berjalan mengikuti Zen. Meski dia ingin menghentikan Lin Yan namun Liu Yu sama sekali tidak dapat melakukannya.


"Tunggu, aku akan ikut denganmu."


"Lakukanlah sesukamu."


Mereka berdua lalu berjalan menuju gunung tempat mereka pertama kali bertemu. Setelah beberapa saat mereka akhirnya sampai ke gunung itu.


"Liu Yu, dimana tempat yang biasanya terdapat Bandit?"


"Tidak jauh dari sini jika kita pergi ke Utara maka kita mungkin dapat bertemu dengan beberapa bandit."


Zen dengan cepat pergi menuju arah Utara, Lin Yan dan Liu Yu mengikuti dari belakangnya.


"Apa kau serius ingin melawan para bandit?"


"Siapa bilang kalau aku akan melawan para bandit?"


"Bukankah itu tujuanmu mencari mereka?"


"Hmm, bagiamana ya bilangnya..."


Zen merasakan keberadaan beberapa orang yang berjarak tidak terlalu jauh dari didepannya. Zen merasa kalau sekelompok orang itu adalah para bandit, dia pun langsung berhenti.


"Dengarkan aku Lin Yan, ini mungkin adalah ujian terakhir untukmu dariku. Didepan sana mungkin ada beberapa bandit, jadi jika mereka memang para bandit kau harus membunuh mereka semua."


"Tunggu... Apa yang kau perintahkan kepadanya."

__ADS_1


Liu Yu menyatakan keberatannya atas perintah Zen, namun Zen tidak memperdulikan hal itu. Dia lalu menutup mulut Liu Yu agar tidak terlalu banyak bicara.


"Apa aku harus melakukannya?"


"Iya, kau harus melakukannya."


Lin Yan hanya terdiam, dia sebenarnya tidak ingin membunuh para bandit itu. Namun dia sama sekali tidak dapat menolak apa yang Zen perintahkan.


"Jangan mengecewakanku Lin Yan."


Zen lalu mengendong Liu Yu dan pergi menjauh dari Lin Yan. Lin Yan tidak dapat melakukan apapun, dia hanya dapat Zen pergi menjauh darinya.


Saat ini dia tidak lagi memiliki pilihan, satu satunya hal yang harus dia lakukan adalah melakukan apa yang telah Zen perintahkan.


Disisi lain Liu Yu dengan keras mencoba untuk melepaskan diri dari Zen, namun tidak peduli apa yang di lakukan dia masih tidak dapat melakukannya.


Zen akhirnya melepaskan Liu Yu yang telah memasang ekspresi kesal itu.


"Apa yang kau perintahkan padanya?"


"Bukankah kau tadi juga mendengarkan?"


"Aku Mendengarkannya, tapi....."


Liu Yu menjadi marah kepada Zen, Liu Yu tidak dapat menyangka kalau Zen akan menyuruh gadis polos seperti Lin Yan untuk membunuh orang.


"Terserahlah, aku akan membantu dirinya."


Liu Yu hendak pergi ketempat Lin Yan, namun Zen dengan kuat memegang tangannya hingga Liu Yu tidak dapat melakukan apa yang dia inginkan.


"Jangan ikut campur terlalu jauh Liu Yu."


"Apa kau sama sekali tidak peduli dengan dirinya?"


"Ini adalah bentuk kepedulian ku."


"Apanya yang bentuk kepedulianmu? Kau hanya membuatnya melakukan apa yang tidak dapat dia lakukan. Kau sama sekali tidak pernah peduli terhadap dirinya."


"Aku? Tidak peduli kepadanya?"


"Iya, bukankah aku benar?"


Zen sedikit tersinggung dengan apa yang Liu Yu katakan, jika mengenai masalah kepedulian maka kepedulian Zen kepada Lin Yan mungkin lebih besar dari pada Liu Yu.


Meski begitu Liu Yu mengatakan kalau Zen tidak peduli terhadap Lin Yan. Jika bukan untuk kebaikan Lin Yan, Zen juga tidak akan melakukan berbagai hal yang menurutnya sangat merepotkan.


"Kau sendiri bagaimana? Mengapa kau sangat peduli kepada Lin Yan yang baru saja kau kenal Tidak lama ini?"


"Itu..."


Liu Yu ragu untuk mengatakan alasannya, tidak mungkin lebih tepatnya dia tidak ingin mengatakannya.


Ketika dia melihat Lin Yan dia merasa milihat dirinya yang dulu, seorang gadis yang menganggap dunia luar itu indah. Namun semua itu hancur setelah dia melihat dunia luar yang sesungguhnya.

__ADS_1


Dunia dimana tidak ada hukum untuk melindungi yang lemah, yang ada hanya hukum dimana yang kuat akan selalu memangsanya yang lemah.


Setelah satu bulan lebih bersama Lin Yan, Liu Yu tau kalau Lin Yan belum terlalu banyak melihat berbagai hal didunia luar. Dimata Liu Yu, Lin Yan terlihat seperti seekor burung yang baru saja terlepas dari sangkarnya.


__ADS_2