Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Magea Erebea


__ADS_3

Note : Mulai chapter ini nama sihirnya akan mengunakan bahasa Indonesia atau bahasa lainnya.


********


Pertempuran telah dimulai, 2 orang perempuan yang merupakan penjaga kuil abadi melawan 2 orang vampire. Emel dan Vlad terus menerus saling beradu pukulan sambil mengeluarkan sihir.


Sekarang tinggal Zen dan seorang pria penjaga kuil yang masih belum bertarung.


"Bagaimana jika kita berdamai saja?"


Zen memberikan saran kepada pria penjaga itu.


"Itu semua tergantung padamu, apakah kau ingin memasuki kuil atau tidak."


Jika Zen berniat untuk memasuki kuil maka pria penjaga itu tidak memiliki pilihan lain selain bertarung melawan Zen.


"Begitu ya, ngomong ngomong bisakah aku mengetahui nama mu?"


"Siegfried, itu namaku."


"Baiklah Siegfried, apa dewa dunia Bifrost yang menyuruhmu untuk menjaga kuil itu?"


"Bifrost bukanlah dewa dunia ini lagi, sekitar 1000 tahun yang lalu dia memberikan dunia ini kepada aliansi. Jadi bisa dibilang aku adalah utusan dari aliansi."


"Aliansi?"


"Iya."


'sial, aku terlalu gegabah. Aku tidak membaca semua catatan yang terjadi.'


Pada saat membaca akashic record Zen hanya membaca beberapa hal mengenai kehendak dunia dan tentang keberadaan kekuatannya. Dia sama sekali tidak ada membaca hal lain selain kedua hal itu, karena itulah Zen tidak tau kalau Bifrost bukanlah dewa dunia ini lagi.


"Siegfried, jujur saja aku sama sekllai tidak ingin melawan dirimu. Jadi bisakah kau membiarkan ku masuk, aku memiliki keperluan didalam sana."


"Sayang sekali aku tidak bisa melakukan hal itu."


"Hahh, kalau begitu aku sepertinya tidak memiliki pilihan lain."


Zen mengambil ancang- ancang untuk menyerang, melihat itu siegfried tidak membiarkan Zen menyerang dirinya terlebih dahulu.


Dia lalu dengan cepat mengepalkan tinjunya dan menyerang Zen.

__ADS_1


"Terlalu lembut."


Zen dapat dengan mudah menahan pukulan Siegfried itu, Zen lalu mengepalkan tinjunya dan menyerang balik Siegfried.


Pukulan Zen membuat Siegfried memuntahkan darah dan terhempas sangat jauh.


"Meski aku baru menyerap sekitar sepersepuluh ribu dari kekuatan pecahan itu namun sepertinya ini sudah cukup."


Tidak hanya pecahan ingatan, Theresia juga membawa sebagaian besar pecahan kekuatan milik Zen. Semenjak kebangkitan dirinya didunia ini Zen telah berkali kali menyerap pecahan kekutan itu, namun karena kondisi tubuhnya yang sangat lemah Zen jadi hanya dapat menyerap sekitar sepersepuluh ribu saja.


Meski hanya sepersepuluh ribu, namun itu bukanlah kekuatan yang kecil. Sepersepuluh ribu kekuatan pecahan itu setara dengan kekuatan milik dewa dunia Arcadia.


Sekarang Tidak ada lagi penjaga dipintu masuk kuil, Zen berjalan memasuki kuil. Namun langkahnya terhenti, dipintu masuk terdapat sebuah penghalang yang kuat.


"Jangan terburu -buru buru Zen."


Zen ingin menghancurkan penghalang itu, namun Vlad dengan cepat menyerang Zen agar dia dia menghancurkan penghalang itu.


Zen menahan serangan Vlad dan langsung menyerang balik dirinya. Serangan Zen membuat Vlad menjadi terhempas cukup jauh.


Kemudian sama seperti Vlad, Emel juga menghentikan Zen. Emel membuat beberapa bola api yang besar. Bola bola api itu kemudian menyerang Zen, Zen menggerakkan jarinya dan beberapa cincin bercahaya muncul.


Cincin cincin itu menghancurkan semua bola api yang ada. Zen lalu mengeluarkan bola petir dan menyerang Emel.


"Matilah kau."


Siegfried yang Zen hempasan tadi telah kembali, dengan pedangnya Siegfried menyerang Zen dengan penuh amarah. Zen lalu mengeluarkan pedang miliknya dan mereka saling beradu pedang.


"Amel, Alice bantu aku sekarang."


Siegfried Merasa kalau dia tidak akan dapat mengalahkan Zen, dia pun meminta bantuan kedua penjaga perempuan itu.


Amel dan Alice langsung meninggalkan vampire yang mereka lawan, mereka berdua kemudian menggabungkan kekuatan dan membuat sebuah sihir.


"Ars Nova."


Sebuah bola hitam besar muncul dilangit, bola itu secara perlahan mulai turun dan juga mengecil.


"Orang bodoh, bagaimana mungkin mereka bisa mengeluarkan sihir seperti itu ditempat ini."


Melihat sihir yang mereka berdua buat, Zen langsung menghempaskan Siegfried dan membuat pelindung pada tubuhnya.

__ADS_1


Bola hitam itu akhirnya menjadi sekecil bola kasti, bola itu kemudian menyentuh permukaan tanah dan langsung meledak.


Ledakan yang dihasilkan sangatlah besar, penghalang yang mengelilingi kota di buat oleh Alice tidak dapat menahan ledakan itu dan hancur.


Tidak hanya kota, bahkan daerah sekitarnya langsung rata hanya dalam satu ledakan itu.


Untungnya sebelum bola itu meledak Zen telah membuat pelindung pada tubuhnya, dan sebagai hasilnya dia hanya mengalami luka kecil saja.


Debu debu yang berterbangan mulai menghilang, Zen segera melihat kesekelilingnya.


"Seberapa kuat penghalang yang mengelilingi kuil itu?"


Zen melihat kalau kuil abadi sama sekali tidak mengalami sedikitpun kerusakan karena ledakan tadi. Zen kemudian melihat kearah lain, dia sama sekali tidak dapat melihat apapun selain permukaan tanah.


"Yah, setidaknya sihir itu pasti membunuh beberapa orang dari dunia atas itu."


Zen berjalan menuju kuil abadi, namun sebelum dia sampai kesana Vlad menuju kearahnya dengan cepat.


Vlad menyerang Zen dengan pukulannya, Zen telah menahan pukulan itu namun dia tetap saja terhempas.


"Kekuatan ini....."


Sebelum Zen dapat bersiap Vlad kembali menyerang Zen dari atas dengan tendangannya. Zen menahan tendangan itu, namun gelombang kejutnya membuat permukaan tanah dalam radius ratusan meter menjadi hancur.


"Sial, ini kekuatan Magea Erebea."


Magea Erebea, itu adalah salah satu dari 10 kemampuan paling langka milik ras vampire. Magea Erebea dapat meningkat kemapuan penggunanya hingga 4 kali lipat.


Tentu saja kemampuan hebat seperti itu memiliki resiko, jika vampire yang memiliki kemampuan itu tidak dapat mengendalikannya maka kesadaran miliknya akan hilang dan dia akan terus bertarung dengan insting sampai efek Magea Erebea menghilang.


"Jadi ini alasan leluhur sialan itu membuatnya menjadi bawahannya."


Sangking langka nya Vampire yang terlahir dengan Magea Erebea hanya ada satu diantara puluhan juta. Saat seorang leluhur vampire memiliki seorang bawahan dengan kemampuan Magea Erebea maka leluhur itu dapat mengamankan posisinya untuk sementara.


"Sial, tidak ada celah bagiku untuk menyerang balik."


Zen terus menerus diserang Vlad tanpa dapat melawan sedikitpun. Tidak peduli sekuat apa dia menahan serangan Vlad, dengan kekuatannya yang sekarang Zen hanya akan terus terhempas.


Selagi terus menerus diserang, Zen sekilas dapat melihat Siegfried yang terluka dengan cukup parah.


Zen kemudian membuat tubuhnya terhempas kearah Siegfried, selama jeda waktu serangan Vlad yang selanjutnya, Zen dengan cepat langsung memegang tubuh Siegfried dan membuatnya menjadi pelindung.

__ADS_1


Dan sesuai dengan apa yang Zen inginkan, karena Vlad telah tertelan oleh Magea Erebea dia jadi tidak mengenali Zen, dan serangannya mengenai tubuh Siegfried.


__ADS_2