Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Zen dan Theresia


__ADS_3

*********


Pada saat yang sama saat kemunculan Arcadia, ditempat yang berjarak triliunan mil dari dunia Zen berada.


Dibawah pohon besar yang rimbun terdapat sebuah kursi dan meja yang terbuat dari kayu. Ditempat itu ada 2 orang laki laki yang duduk dengan tenang.


"Apa dia reinkarnasi nya?"


Tanya seorang laki laki dengan rambut hitam panjang yang diikat.


"Iya, dia adalah reinkarnasi nya."


Jawab laki laki yang lain, laki laki itu memiliki rambut berwarna abu abu pendek.


"Jika itu terus berlangsung maka dia pasti akan mati, apa kau tidak akan membantu nya?"


"Kita tidak boleh terlalu banyak ikut campur, lagi pula itu adalah langkah awal untuknya."


"Begitu ya, tapi entah kenapa aku merasa kalau sangat tidak asing dengan kekuatan dewa kecil itu."


"Bukankah itu karena kekuatan dewa kecil itu adalah pecahan kekuatan yang kabur itu."


"Ah begitu. Tapi aku merasa ada yang aneh dengan situasi ini, kenapa aku tidak dapat merasakan keberadaan Theresia didekatnya."


"Aku juga tidak dapat merasakannya, dan juga semua pecahan jiwa milik Theresia yang dia sebar di seluruh dunia juga telah menghilang."


"Theresia adalah orang yang membawa semua pecahan ingatannya, Tanpa Theresia dia tidak akan dapat terbangun."


"Theresia mungkin tidak ada bersamanya, tapi untuk sekarang mari kita biarkan dulu."


**********


"Hahh, apakah akhirnya aku akan mati sekarang?"


Zen tidak lagi berdaya, mulai dari kaki, tangan, dan badannya telah ditusuk oleh 10 pedang. Untung saja pedang pedang itu tidak mengenai jantung atau kepalanya, jika kedua bagian itu terkena maka Zen pasti akan langsung mati.


Zen tidak lagi dapat mengeluarkan kekuatan ataupun menggerakkan tubuhnya, kesadarannya perlahan mulai menghilang.


Dengan mata yang hampir tertutup Zen terus melihat kearah Arcadia, 6 orang yang dibelakangnya mulia bergerak. Ke 6 orang itu mengarah ketempat para leluhur vampire berada, mereka terus menyerang para leluhur vampire itu dan membuat mereka menjadi tidak berdaya.


"Pada akhirnya untuk apa aku memberikan ke 7 pelayanku kepada 7 orang manusia."

__ADS_1


Zen bertanya tanya kepada dirinya, setelah memberikan 7 pelayan nya kepada 7 orang manusia Zen sama sekali tidak dapat melihat manfaatnya. Yang dia rasakan hanyalah sebuah kesulitan karena sebagian kekuatan miliknya telah menghilang.


"Selain sebagian besar kekuatanku yang hilang, apa yang telah kudapatkan dari melakukan hal itu."


Zen perlahan menutup matanya, dia mengingat kembali tentang hari dimana pewaris sebelumnya Theresia memberikannya sebuah perintah.


*******


"Zen, apa kau tau mengapa aku ingin melatih dirimu?"


Dibawah pohon rimbun yang terletak dipinggir danau Theresia bertanya kepada Zen sambil melihat matahari yang perlahan mulai tenggelam.


"Bukankah untuk membuatku menjadi pewaris anda yang selanjutnya?"


"Ya memang tidak salah, namun itu semua hanyalah awalnya saja."


"Awal? Awal dari apa?"


"Kau akan mengetahuinya suatu hari nanti."


Mereka berdua melihat danau yang indah itu dengan angin yang berhembus dengan perlahan.


"Nona Theresia, sejak dulu aku penasaran dengan hal ini. Apa perlu aku menerima wariskan kekuatan anda?"


"Biasanya orang yang memberikan sebuah warisan adalah mereka yang akan mati. Namun anda berbeda, anda abadi. Anda tidak akan mati, jadi mengapa anda mewariskan kekuatan anda kepada saya?"


"Abadi ya? Didunia manapun tidak ada orang yang dapat hidup abadi. Pada akhirnya semua mahluk hidup akan mati, termasuk dirimu juga."


"Bukankah itu sudah pasti kalau saya akan mati, lagi pula saya hanyalah manusia biasa."


"Sekarang kau memang hanyalah manusia biasa, namun suatu hari nanti kau pasti akan sangat berbeda dengan yang sekarang. Lagi pula aku bukan memberikan kekuatanku kepadamu, aku hanya mengembalikan kekuatan ini kepada pemilik aslinya."


"Nona Theresia, anda dari tadi terus mengatakan suatu hari nanti. Apakah anda dapat melihat masa depan?"


"Aku tidak dapat melihat masa depan dengan pasti, masa depan itu memiliki kemungkinan yang tak terbatas."


Untuk melihat sesuatu yang pasti terjadi dimasa depan sangat sulit, didunia ini memang ada beberapa orang yang dapat melihat masa depan. Jika terjadi sesuatu yang sedikit berbeda dari yang seharusnya maka masa depan akan menjadi berbeda lagi.


Itulah yang dimaksud dengan masa depan yang tak terbatas, jika terjadi sesuatu yang seharusnya tidak terjadi maka masa depan akan terus menerus berubah.


"Zen bisakah kau berjanji untuk melakukan apa yang kusuruh?"

__ADS_1


"Iya saya berjanji."


Theresia sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Zen. Hal itu dapat dilihat dari ekspresi yang dia buat, Zen yang melihat ekspresi Theresia itu pun langsung bertanya.


"Ada apa dengan anda nona Theresia?"


"Tidak ada, aku hanya sedikit terkejut karena kau mau berjanji begitu saja."


"Nona Theresia, saya bukanlah orang yang dengan mudah dapat berjanji kepada siapapun. Saya dan anda bukanlah orang asing, dan juga saya ingin membalas Budi anda kepada saya."


"Kalau begitu, ketika kau mewariskan kekuatan ku sesuatu hari nanti kau harus melakukan hal ini."


Theresia mulai memberikan perintah kepada Zen, perintah yang pertama adalah ketika Zen telah menjadi leluhur pertama Vampire dia harus hidup seperti manusia biasa dan dia tidak boleh menggunakan kekuatan penuhnya.


pada dasarnya manusia takut dengan hal hal yang tidak mereka ketahui, manusia juga takut akan kematian karena itulah manusia sering menjauhi seorang pembunuh.


Perintah yang ke 2 adalah, Zen harus memberikan 7 pelayan miliknya kepada 7 orang manusia.


"Ketika kau telah memberikan 6 pelayanmu kepada 6 orang manusia maka sebagian besar ingatan dan kekuatanmu sebagai leluhur pertama akan langsung tersegel. Dan kau akan hidup seperti manusia pada umumnya."


"Apa hal itu mungkin nona Theresia?"


"Dengan kekuatan milikku melakukan hal seperti itu bukankah sesuatu yang mustahil."


"Jika hal itu terjadi lalu apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan kembali ingatan saya?"


"Meski kau melupakan apa yang kukatakan ini, tapi suatu hari nanti kau pasti akan melakukan."


Untuk melepaskan segelnya Zen harus pergi ke menara Ai dan mencabut pedang yang suci yang ada didalamnya.


"Pelayan ke 9 Ariel adalah kunci agar kau dapat masuk kedalam menara Ai."


Pada awalnya penghalang dimenara Ai dibuat oleh kehendak dunia, namun Theresia menghancurkan penghalang itu dan menggantinya dengan penghalang yang dia buat.


Penghalang yang dibuat Theresia sangatlah kuat, kehendak dunia bahkan tidak akan dapat menghancurkan penghalang itu. Satu satunya cara untuk dapat menembus penghalang itu adalah dengan memiliki pelayan ke 9 Ariel.


"Setelah kau mendapatkan kembali ingatanmu, maka yang selanjutnya kau harus membuat sebuah perang yang melibatkan semua ras."


Itu adalah perintah terakhir dari Theresia, meski Zen tidak tau apa manfaat dari melakukan semua yang disuruh oleh Theresia tapi Zen tetap melakukan nya.


"Apa kau telah mengerti apa yang kukatakan Zen?"

__ADS_1


"Iya, saat hari itu tiba saya akan melakukan apa yang anda perintah kan."


Pada akhirnya Zen telah melakukan semua perintah Theresia dan membuat Arcadia keluar sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Theresia.


__ADS_2