
[Bukit DiHutan Timur. Mantan Manusia, Zen]
Lemah, kau sungguh lemah accua. Kau masih belum bisa memadukan antara sihir dengan kekutan fisikmu yang kuat. Kau masih belum dapat menghilangkan auramu dalam waktu yang lama, bahkan untuk melawan beberapa sampah seperti mereka kau harus menggunakan Tiamat. Kekuatan asli Tiamat dapat menghancurkan sebuah kota dalam satu serangan, sedangkan Saat Tiamat Sedang bersamamu kekuatan serangannya bahkan tidak mencapai 5 persen dari kekuatan aslinya. Jika aku mengatakannya padamu maka aku akan mengatan kalau 'Perkembanganmu sungguh mengecewakan accua'.
Jika aku membandingkan dirimu dengan 5 orang lainnya, maka perbedaanya akan sangat jauh. Levelmu sendiri mungkin masih disekitar petualang rank A, sedangkan 5 orang lainnya sudah berada pada level pahlawan. Perbedaan antara kau dan 5 orang lainnya bagaikan seekor hewan dan manusia, meskipun hewan memiliki kekuatan tapi mereka tidak memiliki akal. Sungguh perbedaan yang sangat besar.
-Sudah berakhir, semua manusia selain manusia yang satu itu sudah terluka cukup parah. Meskipun dia dapat bertarung itu juga tidak akan bertahan lama. Dan juga mereka bahkan belum menyadari keberadaan orc king dan para jendralnya.-
-Benar juga, seperti yang kau bilang 'meskipun orc king membuat sedikit kesalahan, namun belum tentu para manusia itu dapat mengalahkannya'. Dan juga Expektasiku terhadapnya sepertinya terlalu berlebihan.-
-Expektasimu terhadap siapa?-
-Terhadap manusia yang masih bertahan sendirian itu.-
-Hmm, memang benar sihir dan sesuatu yang dipanggilnya tadi cukup menarik, tidak heran kau menaruh Expektasi yang tinggi terhadapnya. Namun, dia terlalu banyak mengeluarkan gerakan yang sia sia. Seolah olah dia dulunya hanya manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan.-
Kurasa tidak ada yang salah dari perkataanya, pada awalnya dia hanya manusia biasa yang tiba tiba mendapatkan kekuatan yang besar. Tidak heran jika dia tidak dapat mengendalikannya. Meski begitu tetap saja tidak ada harapan baginya, kemampuannya dalam memahami sesuatu sangat lambat. Itulah faktor yang membuatnya menjadi lebih lemah dari 5 orang lainnya.
-Dan juga entah mengapa aku merasa tidak asing dengan sesuatu yang dipanggilnya tadi.-
__ADS_1
-Apa kau pernah melihatnya?-
-Kurasa aku pernah melihatnya.-
-Dimana?-
-Entahlah aku sendiri juga kurang ingat.-
-Kalau begitu kapan kau pernah melihatnya?-
-Aku juga tidak ingat mengenai hal itu.
-Sudahlah hal itu sudah tidak penting lagi, yang lebih penting sekarang mari kita lihat bagaimana manusia yang satu itu dapat bertahan.-
Kurasa dia betul, yang lebih penting saat ini adalah melihat bagaimana cara accua untuk melawan mereka semua. Kuharap dia dapat membunuh mereka semua, jika dia tidak bisa melakukannya maka, aku akan mengambil tindakan yang sebenarnya tidak ingin aku lakukan. Karena itulah accua, kuharap kau tidak membuatku melakukannya.
°°°°°°
[Pemilik Sementara Pelayan Keenam, Accua.]
__ADS_1
Sial, ada apa dengan situasi ini. Semua petualang selain aku telah terluka cukup parah, dan juga saat ini hanya aku yang masih dapat bertarung. Mau dilihat dari manapun kemungkinan untuk mengalahkan mereka semua sangatlah kecil. Tidak, tidak hanya kecil, aku bahkan tidak tau apakah masih ada peluang untukku mengalahkan mereka. Bahkan jika aku menggunakan Sihir , aku masih kesulitan untuk melawan mereka sambil menekan auraku.
Pilihan yang kumiliki sekarang adalah Lari Atau bertarung. Namun berlari dalam situasi ini sangatlah tidak mungkin, disekitarku masih ada sekitar 10 high orc. Kalau begitu pilihanku adalah bertarung melawan mereka, kekuatan fisikku lebih besar dari pada mereka. Maka aku akan bertarung hanya dengan skill berpedangku saja, untuk tiamat sendiri kurasa aku akan menggunakannya sebagai kartu as terakhir karena aku sendiri masih belum mengetahui siapa yang memimpin para high orc ini.
Aku mengeluarakan pedangku dari sarungnya, begitu melihat aku bersiap untuk menyerang para high orc itu langsung waspada. Sepertinya para high orc itu tau kalau kekuatan fisikku melebihi mereka, namun hal itu tidak masalah bagiku.
Aku mulai menyerang para high orc itu, tanpa menggunakan sihir gerakanku hanya sedikit lebih cepat dari pada para high orc itu. Akibatnya pedangku dan tongkat batu mereka terus menerus beradu.
Terus, terus, terus menerus beradu hingga 5 tongkat batu dari 10 high orc itu hancur, melihat kesempatan ini aku segera menyerang para high orc yang tongkat batunya hancur. Namun semua itu tidak berjalan sesuai keinginanku, aku hanya mampu membunuh 2 dari 5 high orc yang tongkat batunya hancur.
Para high orc itu memiliki kerja sama yang cukup bagus, para high orc yang tongkat batunya hancur langsung dilindungi oleh high orc yang tongkat batunya tidak hancur.
Meski para high orc yang tongkat batunya hancur dilindungi oleh high orc lainnya aku kembali menyerang mereka, itu adalah pilihan terbaik menurutku. Meskipun resiko diserang oleh high orc yang tongkat batunya tidak hancur itu tinggi, namun itu masih lebih baik dari pada para high orc itu mendapatkan tongkat batu dari para high orc yang sudah mati.
Aku telah membunuh 3 sisa dari high orc yang tongkat batunya hancur, saat ini tinggal 5 high orc lagi yang harus kulawan. Aku segera menyerang ke 5 high orc itu, seperti dugaanku senjata mereka sudah retak cukup parah sehingga hanya beberapa kali pedangku dan tongkat mereka beradu itu sudah cukup untuk menghancurkan tongkat batu mereka.
Aku langsung membunuh ke 5 high orc itu, karena sudah tidak ada lagi high orc yang memiliki senjata aku menjadi lebih mudah untuk membunuh mereka. Dengan begitu ke 10 high orc yang mengepungku sudah kubunuh dengan sedikit susah.
Aku tau kalau ada sosok yang memimpin para high orc itu, jadi aku pergi untuk melihatnya. Kerena aku sedang tidak bertarung, menekan auraku menjadi lebih mudah. Aku berjalan kedekat gua yang pada awalnya disebut sebagai sarang dari para high orc itu. Jarakku dengan gua itu tidaklah jauh, hanya saja ada sebuah semak semak yang menghalangiku untuk melihat gua itu dari kejauhan. Karena tidak bisa melihat dari kejauhan, aku mengambil resiki dengan mengintip dari semak semak itu. Melalui semak semak aku dapat meilhat 4 high orc yang berada didepan pintu gua.
__ADS_1