Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Akhir Kekacauan : Waktu Yang Terhenti


__ADS_3

******


"Abrials sialan, dia benar -benar kehilangan kendali."


Raja iblis Galios melihat kearah gunung yang kini berbentuk seperti bulan sabit karena serangan dari Abrials.


"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya Galios? Para pahlawan itu juga bukan lawan yang mudah untuk kita hadapi."


Raja iblis Dahlia bertanya kepada Galios. Bagaimanpun situasi mereka saat ini benar benar buruk, mereka bertiga dikelilingi oleh sebagian besar pahlawan yang terpanggil.


Pasukan iblis mereka juga tinggal sedikit yang tersisa, sebagian besar pasukan mereka telah dibunuh oleh para jendral dan wakil jendral milik Zen.


"Kurasa kita memang harus mundur, para pahlawan itu mungkin dapat kita lawan dengan mudah namun manusia yang satu itu benar benar merepotkan."


Galios melihat kearah seorang gadis dengan rambut berwarna merah darah yang menyala. Gadis itu terus tersenyum merendahkan Galios sambil memegang pedang terkutuk miliknya.


"Kau benar, manusia yang satu itu benar benar merepotkan. Lagi pula bagaiman bisa seorang manusia mempunyai seorang pelayan seperti leluhur Vampire."


Keina setuju dengan pendapat Galios, gadis yang ada didepan mereka bukanlah lawan yang bisa mereka anggap remeh. Lagi pula gadis itu merupakan salah 1 dari 7 orang yang mendapatkan pelayan dari Zen.


"Kita akan mundur sekarang, Dahlia buka gate nya sekarang."


Sesuai dengan perintah Galios, Raja iblis langsung membuka sebuah gate yang besar. Gate itu memiliki ukuran tinggi 5 meter dan lebar 10 meter. Dengan gate itu mereka berencana untuk menarik semua pasukan mereka yang masih selamat.


Namun sebelum para pasukan mereka dapat bergerak, waktu dunia telah dihentikan.


"Sialan, apa lagi yang terjadi sekarang?"


Para prajurit iblis yang sekarang hanya tersisa para iblis tingkat rendah tidak ada yang dapat bergerak. Galios menjadi marah dengan situasi yang terjadi saat ini.


Dia melihat kearah Abrials, dan dia dapat melihat seorang perempuan dengan rambut berwarna putih salju berdiri dengan sebuah senyuman.


*********


Zen terluka sangat parah karena serangan dari Abrials, untung saja tepat sebelum serangan Abrials mengenai dirinya pelayan ke 9 nya keluar.


Semua palayan Zen memiliki kesadarannya sendiri sendiri, meski Zen tidak memanggilnya namun karena Zen berada dalam bahaya Ariel keluar atas kemauannya sendiri dan melindungi Zen.


Ariel melindungi Zen tepat pada waktunya, sebagai hasilnya Zen hanya terluka parah dan terus memuntahkan darah. Jika pada saat itu Ariel tidak melindungi Zen maka bagian bagian tubuh Zen pasti akan bercerai berai.


"Leluhur yang satu ini bahkan masih tetap utuh setelah menerima serangan yang semengerikan itu."


Vanes tidak percaya kalau Zen masih tetap utuh setelah terkena serangan yang bahkan dapat menghancurkan sebuah gunung.

__ADS_1


"Yah terserahlah, dengan tubuh yang seperti itu dia tidak akan dapat menahan serangan ku."


Dengan pedang terkutuk ditangannya, Vanes bergerak dengan cepat kearah Zen. Dengan pedang terkutuk itu Vanes menyerang Zen sekuat tenaga.


Namun serangan Vanes tidak dapat mengenai Zen, seorang perempuan dengan rambut seputih salju menghentikan serangan Vanes dengan kedua jarinya.


"Time Stop."


Perempuan itu kemudian menghentikan waktu dunia, semua mahluk lemah didunia ini tidak akan dapat bergerak ataupun berfikir.


"Tidak mau patah?"


Dengan kedua jari miliknya, perempuan itu mencoba mematahkan pedang milik Vanes namun gagal.


"Apa mungkin ini pedang terkutuk? Yah terserahlah, lagi pula aku juga tidak mungkin dapat mematahkan nya."


Perempuan itu kemudian mengeluarkan pelayan miliknya dan menyerang Vanes dengan sangat kuat.


Akibat dari serangan itu Vanes menderita luka yang sangat parah dan dia tidak dapat bergerak.


Perempuan itu kemudian melihat kearah Zen yang terluka parah, dia berjalan kearah Zen lalu memegang pipinya.


"Lihatlah leluhur kecil kita ini, bagaimana kau bisa terluka seperti ini."


"Sebelum kita berbicara mengapa kau tidak menyembuhkan lukamu itu terlebih dahulu."


"Baiklah, kaluarlah La Tiami!!"


Pelayan ke 10 La Tiami keluar, dia langsung menyembuhkan luka luka Zen. Namun luka Zen tidaklah pulih sepenuhnya, beberapa bagian tubuhnya masih terluka parah.


"Tidak dapat pulih sepenuhnya ya!!"


Kemudian seorang wanita dan pria mendekati Lapis, kedua orang itu menundukkan kepalanya.


"Yang mulia, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"


"Kalian berdua, bunuhlah semua orang yang tidak dapat bergerak."


"Baiklah yang Mulia."


Kedua orang itu langsung pergi dan melukai sebuah pembantaian. Tidak lama setelah kedua orang itu pergi melakukan pembantaian, Jendral Taks mendatangai Lapis.


"Bagaimana keadaan yang mulia, Nona Lapis?"

__ADS_1


"Cukup buruk, lukanya tidak pulih sepenuhnya."


"Kalau begitu saya yang akan membawa yang mulia."


"Baiklah, tapi apakah kau dapat menggunakan sihir Gate?"


"Tidak nona."


"Kalau begitu kau bawalah dia dan ikuti aku."


"Baik Nona."


Taks langsung merangkul Zen dan berjalan mengikuti Lapis menuju tempat Elizabeth dan Argares berada. Setelah beberapa saat berjalan mereka akhirnya sampai ketempat kedua orang itu.


"Sepertinya kau sedikit kesulitan Elizabeth."


"Lapis, sejak kapan kau ada disini?"


"Baru saja."


"Apa kau yang menghentikan waktu ini."


"Iya."


Lapis melihat Abrials yang terluka sangat parah dan hampir tidak dapat bergerak.


"Luar biasa Elizabeth, kau akhirnya dapat membuatnya terluka seperti ini."


"Yah meskipun yang melukainya aku dan Argares."


"Meski begitu ini tetaplah luar biasa."


Selagi mereka berbicara, kedua orang bawahan Lapis yang melakukan pembantaian datang untuk melapor.


"Yang mulia kami telah selesai melakukannya."


"Kerja bagus. Jadi apakah kau ingin ikut kami kembali Elizabeth?"


"Kurasa aku akan ikut, lagi pula disini sudah sangat kacau."


"Baiklah kalau begitu ayo kita pergi sekarang."


Lapis menjentikkan jarinya dan waktu yang terhenti kembali mengalir. Taks telah memanggil semua jendral dan wakil jendral milik Zen jadi mereka bisa kembali bersama dengan lapis.

__ADS_1


Lapis kemudian membuka gate dan mereka semua memasuki gate itu.


__ADS_2