Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Cristine dan Aulis


__ADS_3

Bilah bilah angin menyerang perempuan itu dengan cepat, namun perempuan itu dapat dengan mudah menghindarinya.


Perempuan itu dengan cepat langsung membalas serang pria itu dengan tombaknya dan sekali lagi senjata Meraka saling beradu.


Kali ini Perempuan itu juga mendominasi pertarungan. Semaking banyak luka yang didapat oleh pria itu, pada saat pria itu menjadi sedikit lengah perempuan itu langsung dengan cepat menyerang leher pria itu.


Tombak berhenti tepat depan leher pria itu, bukan karena perempuan itu tidak ingin membunuhnya melainkan mereka berdua sama sekali tidak dapat bergerak.


Suhu didalam bangunan guild perlahan mulai menurun, dan muncul es dipermukaan. Tidak hanya ditempat kedua orang itu, es mulai mengelilingi bangunan guild bahkan es itu juga mengenai Zen.


"Hentikan pertarungan kalian sekarang."


Suara seorang pria dapat terdengar, Zen kemudian melihat kearah suara itu berasal, disana dapat terlihat seorang pria yang penuh wibawa. Disamping pria dapat terlihat seorang perempuan dengan tatapan yang tajam.


"Lakukan sekarang Cristine."


Pria itu menyuruh perempuan yang ada disampingnya, dan perempuan itu langsung mengeluarkan sebuah sihir. 2 Golem tanah seukuran tubuh manusia terbentuk, Golem tanah itu kemudian memeluk dan mengunci pergerakan 2 orang yang tadi bertarung itu.


"Yang benar saja, sekarang sudah selesai."


Zen merasa sedikit kecewa, pertarungan yang tadinya cukup menarik untuk dilihat sekarang telah selesai.


"Aku tidak tau apa yang kau harapkan, tapi kuharap itu tidak akan menjadi kenyataan."


Es yang ada didalam bangunan guild telah menghilang, Tina berjalan menuju lantai 2 bangunan dan Zen mengikutinya dari belakang.


Tina berhenti di depan 2 orang yang menghentikan pertarungan dilantai bawah, dan mengapa mereka.


"Lama tidak bertemu Cristine, Aulis."


"Hmm, Tina. Apa yang kau lakukan disini?"


Pria yang penuh wibawa itu sedikit terkejut dengan kehadiran Tina, bagaimanapun Tina adalah seorang petualang dari kota milim jadi sangat jarang untuk dapat melihatnya berada dikota ini.


"Hanya mampir sebentar saja."


"Begitu ya."


"Kurasa itu sudah cukup Cristine, bisa bisa kau membuat mereka mati."


Tina melihat kearah 2 orang yang hampir tidak dapat bernafas karena pelukan dari Golem tanah itu.


"Ya kurasa kau benar, lagi pula akan cukup merepotkan jika mereka berdua mati."


Cristine segera membatalkan sihirnya dan kedua golem tanah itu langsung menghilang.


"Ngomong ngomong Tina, siapa laki laki yang ada disampingmu itu? Apa dia pacarku?"


"Mana mungkin, dia hanyalah klien ku."


"Heh, hanya klien ya."


"Iya, hanya klien."

__ADS_1


"Ya terserahlah, perkenalkan namaku adalah Cristine dan dia adalah Aulis."


Cristine memperkenalkan dirinya dan Aulis yang ada disampingnya.


"Ah, salam kenal namaku adalah Zen Cavalier."


"Lalu apa yang kau inginkan disini Tina?"


"Bukankah tadi aku mengatakan kalau aku hanya mampir sebentar."


"Ya, memang benar tadi kau mengatakan hal itu. Namun dari yang kutahu kau bukanlah tipe orang yang seperti itu."


Cristine telah mengenal Tina cukup lama, dan dalam jangka waktu itu Cristine telah cukup banyak memahami tentang Tina.


Cristine tau kalau Tina bukanlah tipe orang yang akan melakukan perjalan yang lama hanya untuk berkunjung saja.


"Kau cukup memahami diriku, ya bagaimanapun mengenai aku mampir sebentar kesini bukanlah sebuah kebohongan. Namun aku juga juga memiliki sesuatu yang ingin kumintanya darimu."


"Seharusnya kau mengatakannya dari tadi, jadi apa yang ingin kau minta?"


"Bisahkan kau memberikanku informasi mengenai kuil abadi?"


Zen terkejut mendengar perkataan Tina, dia tidak menyangka kalau Tina juga akan mencari informasi mengenai kuil abadi. Dengan begini semakin banyak informasi yang didapat maka semakin mudah bagi Zen untuk dapat mengetahui mengenai situasi kuil abadi saat ini.


Namun tidak hanya Zen, Cristine dan Aulis juga terkejut begitu mendengar perkataan Tina. Mereka Tidak menyangka kalau Tina akan menanyakan hal itu.


"Apa kau ingin pergi ke kuil abadi?"


"Ya, bisa dibilang begitu."


"Aku sudah mendengar mengenai pertempuran itu, namun bisakah kau memberitauku detailnya."


"Pertempuran itu....."


Aulis ingin memberitau Tina mengenai pertempuran yang dimaksud, namun Cristine dengan cepat menutup mulut Aulis.


"Mulai dari sini informasinya tidak gratis."


"Berapa yang kau inginkan?"


"Aku tidak menginginkan uang, namun aku ingin kau ikut kedalam penaklukan besok."


"Apa yang ingin kalian taklukan?"


"Akhir akhir ini ada beberapa naga yang berkeliaran di hutan, jadi kami berniat untuk meratakan mereka."


"Aku sih tidak masalah hanya saja."


Tina kemudian melihat kearah Zen yang sejak tadi hanya mendengarkan saja.


"Apa kau tidak masalah jika kita tinggal disini selama beberapa hari?"


"Aku tidak masalah, hanya saja aku tidak akan ikut kedalam penaklukan kalian."

__ADS_1


"Heh kenapa?"


Pada awalnya Tina sedikit berharap agar Zen mau ikut kedalam penaklukan, dengan begitu akan menjadi lebih mudah bagi mereka untuk membunuh semua naga yang ada.


"Aku..... Sudah bosan melawan mereka."


"Apa? Alasan macam apa itu?"


Tina sedikit binggung mendengar alasan Zen, dia pikir Zen tidak ingin ikut karena adalah sesuatu yang cukup penting untuk dia lakukan. Namun alasan yang Zen berikan sangat sederhana, dia tidak ingin ikut karena dia sudah bosan melawan naga.


"Ya meskipun aku bilang tidak ikut namun aku tetap akan pergi dengamu. Namun aku hanya akan melihat saja, dan aku akan bergerak jika kau berada dalam bahaya."


"Jika kau juga ikut pergi bukankah akan jadi lebih baik jika kau juga ikut membunuh para naga itu?"


"Memang lebih baik jika aku melakukan sepertinya kau katakan, tapi kau tau Tina. Aku memiliki alasan sendiri mengapa aku tidak melakukan apa yang kau katakan."


"Apa itu alasan yang baru saja kau katakan tadi?"


"Itu memang termasuk, namun ada juga alasan yang lain. Kau tidak perlu tau alasan itu sekarang, kau akan mengetahuinya suatu hari nanti."


"Meski kau bilang seperti itu..."


"Cukup Tina, aku akan mencari penginapan sekarang. Kau bicaralah dengan mereka."


Zen pergi berjalan meninggalkan Tina dan segera mencari penginapan untuk mereka.


"Apa apaan sikapnya itu tadi."


Tina sedikit kesal dengan sikap Zen, dia melakukan ini untuknya namun Zen malah tidak mau membantunya.


Dengan begini Tina tidak memiliki pilihan lain selain berusaha dengan sekuat tenaganya pada saat pernaklukan nanti.


"Sepertinya kau cukup dekat dengannya."


Cristine memeluk Tina dengan sedikit menggodanya.


"Sudah kubilang kalau dia itu klien ku, dan kami baru bertemu belum lama ini."


"Bagiku tidak terlihat seperti itu."


Cristine terus menggoda Tina dan membuatnya sedikit kesal.


"Terserahlah, aku akan menyusulnya sekarang."


Tina langsung pergi menyusul Zen dan meninggalkan mereka berdua.


"Bagaimana menurutmu mengenai Tina, Aulis?"


"Aku juga tidak tau pasti dengan jawaban dari pertanyaanmu, hanya saja dia terlihat sedikit berbeda sejak terakhir kali kita bertemu Dengannya."


"Ternyata bukan cuma aku ya yang merasakan hal itu. Tapi ya terserahlah, yang lebih penting sekarang kita harus bersiap untuk penaklukan besok."


"Ya kau benar."

__ADS_1


Cristine dan Aulis berjalan memasuki sebuah ruangan yang ada didalam bangunan guild.


__ADS_2