Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Informasi Dari Cristine


__ADS_3

Didalam hutan Zen berlari dengan cepat sambil mengendong Tina yang masih ketakutan.


"Dia tidak mengejar ya."


Jika dia mau Zen bisa saja melawan pria itu sampai salah satu dari mereka terbunuh, namun Zen sekarang sedang tidak ingin bertarung. Karena itu Zen lebih memilih untuk kabur dan memprioritaskan keselamatan Tina.


Setelah beberapa saat berlari Zen tidak lagi dapat Merasakan aura milik pria itu dan dia langsung berhenti berlari.


"Tina, Tina."


Zen terus memanggil Tina yang masih ketakutan itu, namun Tina sama sekali tidak ada merespon panggilnya. Zen tidak tahan lagi dengan tingkah Tina saat ini, Zen lalu menampar pipi Tina dengan cukup kuat.


"Sadarkah Tina."


"Zen?... Ini dimana?"


Tina langsung tersadar setelah ditampar oleh Zen, meski tubuhnya masih bergetar ketakutan namun ini masih lebih mending dari pada yang sebelumnya.


"Kita Dihutan dekat kota."


"Bagaimana dengan Cristine dan Aulis? Pria itu, apa pria itu membunuh mereka?"


Tina kembali merasakan ketakutan ketika dia mengingat kembali tentang apa yang terjadi.


"Tenanglah Tina. Meski aku tidak tau keadaan mereka saat ini, setidaknya mereka mungkin masih hidup."


"Apa benar?"


"Iya."


Tina menjadi sedikit lebih tenang.


"Aku akan membawamu kembali ke penginapan sekarang."


"Bagaimana dengan mereka?"


"Mereka pasti akan kembali."


Zen sedikit tersenyum kepada Tina, dan Tina langsung mempercayai apa yang Zen katakan. Sejujurnya Zen bahkan tidak tau keadaan Cristine dan yang lainnya sekarang, namun bagi Zen keberadaan mereka sangatlah tidak penting.


Meski mereka dapat memberikan informasi mengenai kuil abadi namun Zen merasa tidak ada gunanya jika dia membuat Tina berada dalam bahaya. Bagi Zen saat ini yang terpenting adalah keberadaan Tina.


Zen langsung membuka gate dan pergi memasukinya. Gate terbuka dikamar Tina yang ada di penginapan, dan Zen langsung menaruh Tina dikasurnya.


Zen hendak pergi meninggalkan Tina, namun Tina memegang tangan Zen dengan kuat.


"Apa kau akan pergi?"


Tina menunjukkan sebuah ekspresi sedih dan sebuah mata yang berkaca- kaca, setelah melihat hal itu Zen jadi tidak memiliki pilihan lain selain berada didekatnya.

__ADS_1


"Tidak, aku akan mengambil kursi itu."


"Begitu ya."


Tina melepaskan tangannya dan Zen langsung berjalan untuk mengambil sebuah kursi yang ada didalam kamar itu.


Zen menaruh kursi dan duduk didekat Kasur Tina. Tina yang melihat Zen berada didekatnya langsung menutup matanya dan tertidur.


'Perempuan ini meskipun kekuatan fisiknya cukup kuat namun mentalnya sangatlah lemah.'


Aura intimidasi yang Tina rasakan dari pria itu hanyalah sebagiannya saja dan langsung membuat mentalnya hancur. Zen jadi tidak ingin memikirkan apa yang akan terjadi pada Tina jika dia Merasakan semua aura milik pria itu.


'Jika aku tidak salah ingat, sepertinya aku juga pernah mengalami hal ini.'


Zen melihat Tina yang sedang tertidur, dan begitu Zen yakin kalau Tina telah tertidur dengan pulas dia langsung pergi menuju ke kamarnya.


*******


Sudah 2 hari semenjak Tina tertidur dan sampai sekarang dia masih juga belum terbangun. Selama Tina masih tertidur Zen tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju kuil abadi, selama 2 hari itu Zen terus berkeliling kota dan mengunjungi beberapa restoran untuk menghabiskan waktunya.


Hari menjadi mulai gelap, dan Zen berjalan kembali menuju penginapan. Begitu dia masuk ke penginapan dia melihat Tina yang sedang makan dengan lahapnya, dan Zen pun langsung mendekatinya.


"Apa kau sudah baik baik saja Tina?"


"Iya, aku sudah baik baik saja."


"Baguslah, kalau begitu kita akan melanjutkan perjalanan besok."


"Bagaimana apanya?"


"Apa mereka telah kembali?"


Meski pada saat itu dia dipenuhi oleh rasa takut namun Tina dapat mendengar dengan jelas kalau Zen mengatakan mereka akan segera kembali. Sekarang dia bertanya untuk mengkonfirmasi hal itu.


"Mereka telah kembali kemarin."


"Begitu ya. Lalu apa kau telah mendapatkan informasinya?"


"Tidak, aku tidak mendapatkannya."


"Mengapa bisa begitu, bukankah kau bilang mereka telah kembali?"


"Kesepakatan itu dibuat oleh kau dan Cristine, jadi kau yang harus menagihnya kepada Cristine."


Meskipun Zen bisa saja menggunakan nama Tina untuk mendapatkan informasi yang dijanjikan namun dia lebih memilih untuk tidak melakukan hal itu. Bagaimanapun yang membuat kesepakatan adalah Tina, Zen merasa kalau dia tidak berhak untuk menagihnya kepada Cristine.


"Kalau begitu aku akan meminta informasi itu sekarang."


"Berhenti Tina."

__ADS_1


Tina tadinya hendak berdiri dan bertemu dengan Cristine namun Zen menghentikan dirinya.


"Sekarang sudah malam, kau bisa memintanya besok."


"Kau benar, kalau begitu aku akan beristirahat dulu sekarang."


Tina pergi ke kamarnya dan meninggalkan Zen, setelah cukup lama Zen pun kembali ke kamarnya dan beristirahat.


Hari telah berganti, Tina dan Zen bersiap pergi keguild untuk menemui Cristine dan Aulis.


Namun begitu mereka baru saja menuruni lantai 2 penginapan Cristine dan Aulis telah menunggu mereka berdua disana.


"Akhirnya kau keluar juga Tina."


"Kebetulan aku ingin mencari kalian, namun karena kalian telah berada disini itu jadi menghemat waktuku. Jadi Apa yang kalian lakukan disini?"


"Aku hanya ingin memberikan apa yang telah ku janjikan padamu."


Kesepakatan yang mereka berdua buat adalah Tina harus bergabung kedalam penaklukan. Meski Tina tidak ada membunuh satupun naga namun dengan dirinya bergabung saja kesepakatan telah tercapai.


"Begitu ya, lalu biskaah kau memberitauku mengenai kuil abadi?"


"Sebelumnya aku mengatakan kalau disana terdapat sebuah pertempuran bukan. Semenjak beberapa hari terakhir ini skala pertempurannya menjadi semangkin besar."


"Bisakah kau memberitauku detailnya?"


"Seperti yang kubilang, akhir akhir ini skala pertempuran menjadi lebih besar. Sebagian besar bangunan yang ada disekitar kuil telah hancur, bahkan gereja yang ada disana juga telah diratakan. Kaisar kekaisaran Zilion telah mengeluarkan perintah untuk mengosongkan kota, sekarang dikota itu hanya ada pasukan yang ingin bertempur saja. Juga dari informasi yang terkahir kali kudapatkan, dikatakan disana juga terdapat beberapa naga."


"Ngomong ngomong Kapan kau terakhir kali mendapatkan informasi itu?"


"Jika aku tidak salah ingat itu sekitar 2 sampai 3 hari sebelum kau datang kesini."


"Kalau begitu situasi disana pasti sudah lebih parah dari yang kau katakan."


Tina sudah berada dikota ini sekitar 4 hari, yang berarti sekitar seminggu yang lalu skala pertempuran disekitar kuil abadi mulai meningkat. Dalam waktu 7 hari itu pertempuran pasti akan terus meningkat hingga ke level dimana kota dapat diratakan dengan mudah.


"Terima kasih Cristine karena telah memberi tahuku."


"Tidak masalah, lagi pula kau juga telah membantu kami. Tapi Tina apa kau yakin akan pergi kesana?"


Dengan sedikit cemas Cristine bertanya kepada Tina.


"Aku akan tetap pergi kesana, lagi pula itu adalah tugasku."


Sesuai dengan kesepakatan Tugas Tina adalah mengantar Zen sampai ke kuil abadi apapun yang terjadi.


"Begitu ya, kalau begitu aku tidak bisa mencegahmu untuk kesana."


Cristine melihat tekad yang ada pada Tina dan dia tau tidak peduli seperti apa dia membujuknya Tina tetap akan pergi kesana.

__ADS_1


"Kalau begitu kami pergi dulu, sampai jumpa Cristine Aulis."


Zen dan Tina pergi meninggalkan mereka berdua untuk melanjutkan perjalanan.


__ADS_2