Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Lin Shuming


__ADS_3

Suara itu menggema dilangit yang luas.


"Bukankah itu suara pejuang surga Lin Shuming."


"Iya, tidak salah lagi itu memang suara."


"Apa kau punya Token Gemuruh Mekai?"


Token gemuruh dapat menghasilkan suara yang dapat menggema dilangit dunia luas ini. Token Gemuruh juga memiliki 2 jenis, yaitu untuk para pengguna mana dan pengguna energi spiritual.


"Apa yang ingin kau lakukan dengan token itu?"


"Bukankah sudah jelas, aku akan membalas perkataannya."


"Hahhh, padahal lebih baik jika kau tidak membalasnya."


Mekai mengeluarkan token miliknya dan memberikannya kepada Zen.


[Aaa, test test. Apa kau mendengarkan ku Lin Shuming?]


[Hahaha, akhirnya kau berbicara juga. Apa kau sudah bosan bersembunyi?]


[Apa kau bercanda Lin Shuming, sejak kapan aku bersembunyi. Bukankah kalian yang terlalu lemah hingga tidak dapat menemukan keberadaan ku.]


[Jaga ucapanmu Zen Cavalier, apa kau ingin mati untuk yang kedua kalinya?]


[Hahaha, tentu saja tidak. Tapi apa kau bisa membunuhku, 2000 tahun yang lalu kalian bahkan menyerangku dengan cara yang sangat buruk.]


[Kemarilah kau Zen Cavalier, maka akan langsung kubunuh kau.]


[Jangan terlalu marah Lin Shuming, ketika semua kekuatan ku telah kembali aku pasti akan datang ketempat mu. Dan pada saat itu aku pasti akan membunuhmu dan menghancurkan semua dunia yang kau kuasai.]


[Dasar Banyak omong.]


[Yo, mengapa kalian sangat berisik sekali.]


Tiba tiba suara pria yang lain muncul.


[Apa kalian akan melakukan pertarungan lagi, kebetulan sekali aku sedang bosan saat ini. Biarkan aku bergabung.]


[Hah, apanya yang bergabung. Kau bahkan belum menyelesaikan urusanmu dengan Sui Ming.]


[Kalau begitu biarkan ratu yang satu ini saja yang bergabung.]


Bertambah lagi suara yang menggema, kali ini adalah suara seorang perempuan.


[Kalian para orang tua berbicaralah, aku akan pergi. Sampai ketemu lagi Lin Shuming.]


[Tunggu jangan pergi kau Zen Cavalier.]


Setelah Zen berbicara token itu langsung hancur.


"Sepertinya tadi adalah yang keseratus."

__ADS_1


Token Gemuruh hanya dapat digunakan sebanyak 100 kali, setelah itu token akan hancur dan tidak akan lagi bisa digunakan.


"Apa kau masih punya Token Gemuruh Mekai?"


"Masih ada tapi aku tidak akan memberikan kepadamu."


"Kau pelit sekali Mekai. Bagaimana denganmu Hao Chen?"


"Aku punya beberapa."


"Kalau begitu berikan padaku, sebagai gantinya aku akan memberikanmu semua barang yang ada dicincin ini."


Zen menunjukan cincin penyimpanan yang dia dapatkan dari Ling Hao. Didalam cincin itu terdapat berbagai macam harta.


"Tidak perlu, lagi pula mungkin yang ada didalam sana hanyalah setumpuk sampah."


Hao Chen lalu mengeluarkan sebuah token Gemuruh dan melemparkannya ke Zen.


"Kau baik sekali Hao Chen. Ling Hao bisakah kau memberikanku beberapa pil untuk meningkatkan kultivasi ku?"


"Saya punya beberapa ayah, saya akan memberikan kepadamu."


Xia Shuang ingin memberikan beberapa pil yang dia miliki, namun Zen menolak.


"Tidak usah, biarkan Ling Hao yang memberikannya kepadaku."


"Sekarang Kau benar benar miskin, hingga meminta sesuatu yang seperti itu padaku."


Dulu semenjak Zen menjadi seorang pemegang mahkota dia memiliki semua yang dia perlukan, mulai dari herbal, pil, tungku ataupun token Gemuruh.


Ling Hao lalu mengeluarkan sebotol pil dan memberikannya kepada Zen.


"Terima kasih Ling Hao, sebagai gantinya aku akan memberikanmu cincin ini."


Zen melemparkan cincin miliknya kepada Ling Hao.


"Kurasa saatnya aku pergi."


"Kemana kau akan pergi?"


Ling Hao bertanya kepada Zen, mereka baru saja bertemu dan Zen Sudah ingin pergi. Ling Hao tau kalau Zen ingin mengambil kembali tubuh Theresia secepat mungkin, namun dia berharap kalau Zen akan tinggal untuk sementara.


"Ntahlah, untuk saat ini mungkin aku akan mencari tempat untuk berlatih."


"Jika ingin mencari tempat berlatih bagaimana jika pergi kedunia seribu gunung bersamaku ayah?"


"Tidak, itu telalu berbahaya untuk mu."


Musuh Zen sangatlah banyak, meski Xia Shuang adalah seorang pejuang surga dia tidak tetap tidak sebanding dengan mereka. Zen sebisa mungkin tidak ingin membuat Xia Shuang ikut terlibat dalam pertarungan yang akan datang.


"Ah bukankah kau menyimpan mahkota milikku?"


"Iya, saya akan mengembalikannya sekarang."

__ADS_1


Xia Shuang mengelukan mahkota pejuang surga kekuatan api dan memberikannya kepada Zen. Tidak seperti saat dengan Rubia, kali ini Zen menerima mahkota itu dan langsung menyimpannya.


"Kalau begitu jaga dirimu baik baik Xia Shuang."


Zen langsung pergi meninggalkan mereka semua. Xia Shuang hanya dapat melihat punggung Zen terus menjauh, padahal dia sangat ingin bercerita banyak hal dengan Zen. namun Xia Shuang tau kalau sekarang bukanlah saat yang tepat.


"Dia pergi begitu saja. Ngomong ngomong Bifrost mengapa kau tidak ada mengatakan apapun?"


Dari semua orang yang ada disana Bifrost mungkin adalah orang yang paling ingin bertemu dengan Zen setelah Xia Shuang. Namun dia sama sekali tidak mengatakan apapun setelah bertemu dengan Zen, hal itu membuat Hao Chen sedikit penasaran dan Hao Chen bertanya kepada Bifrost.


"Untuk sekarang tidak ada yang perlu kukatakan."


"Begitu ya."


"Lihat ini Hao Chen, seperti yang katakan didalam cincin ini hanya ada setumpuk sampah. Dia pasti mengambil semua ini dari beberapa keluarga didunia ku."


Begitu Zen pergi Ling Hao langsung mengeluarkan semua yang ada didalam cincin penyimpanan itu. Didalam cincin itu hanya ada beberapa pedang suci, pedang semi ilahi, sebuah tungku, dan beberapa jenis herbal yang Zen dapatkan dari dunia Bawah.


Bagi orang didunia bawah apa yang ada didalam cincin itu memang sangatlah berharga, namun dimata mereka semua semua itu hanyalah sampah. Tidak ada satupun yang memiliki kegunaan untuk mereka.


"Sepertinya dia hanya beberapa kali menggunakan pil untuk meningkatkan kultivasinya."


Melihat apa yang ada didalam cincin itu sudah jelas tidak ada yang berguna bagi Zen untuk meningkatkan kultivasinya. Karena itulah dia meminta beberapa pil dari Ling Hao dan memberikannya cincin itu kepadanya.


"Tidak ada gunanya menyimpan sesuatu yang seperti ini."


Ling Hao memasukan kembali semua barang itu kedalam cincin. Ling Hao lalu melemparkannya cincin itu kedalam sebuah hutan.


"Siapapun yang mendapatkan cincin itu pasti akan sangat beruntung."


Meski tidak berguna bagi mereka setidaknya apa yang ada didalam cincin itu masih cukup berguna untuk beberapa orang.


"Kurasa aku akan pergi juga."


Ling Hao lalu berdiri dan pergi menuju sebuah tempat.


"Aku juga akan pergi, ada beberapa hal yang harus ku urus."


Mekai juga pergi, tak lama kemudian Xia Shuang juga pergi dan ditempat itu hanya menyisakan Hao Chen dan Bifrost.


"Apa kau tidak akan pergi juga Bifrost?"


"Kemana aku harus pergi?"


"Lebih baik kau mencari seorang pemegang mahkota King dan merebut mahkotanya. Kau sudah cukup lama berada ditingkat Duke, lagi pula dengan kekuatanmu yang sekarang kau tidak akan dapat membantu banyak untuk Zen."


"Jika kau bisa mendapatkan mahkota king semudah itu aku tidak akan berada ditingkat Duke sampai sekarang."


"Kau benar, tapi yah karena Zen tadi menggunakan token Gemuruh para orang tua itu pasti akan segera keluar dan memburunya."


Hao Chen lalu melihat kearah langit yang luas, dia tidak tau betapa lama lagi waktu yang tersisa hingga semuanya dimulai.


***********

__ADS_1


Note: token Gemuruh disini memiliki kegunaan yang sama seperti di forged success. Bagi kalian yang sudah membaca manhuanya pasti tau.


__ADS_2