
"Ziyun, Ziyun."
"Ada apa Marie?"
"Apa kau mendengarnya, para laki laki itu sepertinya sedang mencarimu."
"Tidak mungkin, mungkin kau salah dengar Marie."
"Aku serius Ziyun, tidak mungkin aku salah dengar. Kau juga mendengarnya kan Baal?"
Ziyun terus menerus menolak perkataan Marie, hal itu membuat Marie berbicara dengan Baal yang berada disampingnya untuk membuktikan kebenaran yang dia katakan.
"Entahlah, aku juga kurang dengar dengan apa yang mereka katakan."
"Heh? Mengapa hanya aku yang mendengarnya?"
"Mungkin karena kau sedang lelah, jadi berhalusinasi yang berlebihan."
Ziyun berkata kepada Marie.
"Seperti yang Ziyun katakan, kau pasti sedang berhalusinasi."
"Tidak, aku tidak mungkin berhalusinasi jelas jelas aku..... Ah, lihat mereka mengarah kesini."
Mendengar perkataan Marie, Baal dan Ziyun melihat kearah para laki laki yang sedang berjalan
kearah mereka.
* * * * * * * * * * * * * * * *
Kufa dan tiga pahlawan yang lainnya berjalan kearah Ziyun berada. Karena jarak mereka cukup dekat, hanya butuh beberapa saat bagi Kufa dan pahlawan lainnya untuk dapat mendekati Ziyun.
"Permisi, apakah anda adalah Ziyun?"
Kufa berkata kepada Ziyun, Baal dan Marie hanya melihat kearah Kufa dan para pahlawan.
"Iya, Saya adalah Ziyun.... Anda Siapa?"
"Ah, maaf karena telat memperkenalkan diri. Nama saya Kufa, dan mereka bertiga adalah Indra, Sieg dan....."
"Hiragi, saya Hiragi salam kenal Ziyun."
Sebelum Kufa memnyebut namanya, Hiragi dengan cepat memperkenalkan dirinya sendiri sambil mendekati Ziyun.
"I.. Iya, salam kenal."
Ziyun menjawab dengan ekspresi yang terlihat cukup aneh. Melihat ekpresi yang ada diwajah Ziyun, Kufa langsung menarik Hiragi.
"Hentikan Hiragi, kau membuatnya tidak nyaman. Maafkan lah dia Ziyun."
"Ehhh,"
"Tidak usah khawatir. Aku sama sekali tidak merasa tidak nyaman."
Situasi menjadi sedikit canggung diantara mereka, untuk sesaat mereka hanya diam tanpa berkata apa apa. Bahkan Baal juga hanya diam dan melihat, dia telah mengambil keputusan. Jika Kufa dan yang lainnya hanya ingin berbicara pada Ziyun maka dia tidak akan ikut campur.
Namun Baal merasa kalau tujuan Kufa dan yang lainnya bukan hanya ingin berbicara dengan Ziyun melainkan untuk sesuatu yang lain. Kerena itulah Baal memutuskan kalau untuk saat ini dia hanya akan diam dan mengamati.
__ADS_1
"Ngomong ngomong namamu Kufa Kan, apa tujuanmu kesini? Apakah kau tertarik dengan Ziyun?"
Melihat kecanggungan yang ada diantara mereka Marie langsung bertanya kepada Kufa untuk menghilangkan kecanggungan yang ada. Lagi pula Marie bukanlah orang yang suka dengan situasi canggung.
"Hmm, Mungkin Saya sedikit tertarik dengan Ziyun."
"Apakah tertarik padanya sebagai seorang perempuan?"
Marie bertanya kepada Kufa dengan semangat.
"Untuk saat ini mungkin tidak ada. Saya ingin bertemu dengan Ziyun karena ada beberapa hal yang saya perlukan darinya."
"Ternyata bukan itu ya. Sangat membosankan."
Marie yang tadinya semangat kini menjadi tidak semangat setelah mendengar perkataan Kufa.
"Kufa mungkin tidak tertarik, tapi saya tertarik dengan Ziyun. Tentu saja sebagai seorang perempuan."
Hiragi maju kedepan dan berbicara kepada Marie.
"Kau siapa?"
"Bukankah saya telah memperkenalkan diri tadi. Nama saya Hiragi."
"Oh, maaf aku lupa."
"Baiklah karena saya sudah memperkenlakan diri saya untuk kedua kalinya. Kalau begitu nona Ziyun, maukah anda berkencan dengan Saya?"
Hiragi memegang salah satu tangan Ziyun, Marie yang tadinya sedang tidak semangat kini telah semangat kembali setelah melihat apa yang dilakukan oleh Hiragi.
"Baal, lihat itu Baal. Bukankah ini sedikit menarik?"
"Tenaglah Marie, aku melihatnya. Dan juga mari kita lihat apa yang akan dilakukan oleh Ziyun."
Baal sedikit menenangkan Marie, disisi lain Sieg tertawa melihat apa yang dilakukan oleh Hiragi.
"Lihat itu Indra, dia benar benar melakukannya lagi."
Sieg berbicara kepada Indra sambil menahan tawanya agar tidak terlalu jelas terdengar.
"Iya, dia benar benar melakukan itu lagi pada orang yang baru dia temui. Mari kita lihat apa yang akan dilakukan oleh perempuan itu."
Orang orang itu sangat menantikan apa yang akan dikatakan oleh Ziyun. Mereka melihat kearah Ziyun dengan seksama. Ziyun menjadi merasa sedikit tidak nyaman dengan tatapan mereka. Ziyun kemudian melihat kearah Hiragi, disitu Ziyun melihat Hiragi yang sedang tersenyum kepadanya.
Melihat senyuman itu, Ziyun menjadi merasa lebih tidak nyaman. Ziyun merasa kalau dia kurang menyukai senyuman dan tatapan dari Hiragi yang dipenuhi harapan itu, Ziyun kemudian berbicara.
"Maaf, aku tidak bisa. Ada hal yang harus aku lakukan."
Ziyun menolak ajakan dari Hiragi dengan sedikit tersenyum. Mendengar kalau ajakanya ditolak, Hiragi terdiam untuk sesaat.
"Yang benar saja, dia menolaknya."
"Yah, itu sudah biasa."
Marie menjadi kecewa setelah Ziyun menolak Hiragi. Sedangkan Baal hanya bersikap seperti biasa.
"Hahaha, dia tolak lagi."
__ADS_1
"Hahaha, bukankah itu sudah biasa."
Sieg dan Indra tidak dapat lagi menahan tawa mereka, mereka berdua tertawa dengan kuat setelah mendengar tolakan dari Ziyun.
"Ini sudah yang keberapa?"
Kufa bertanya kepada Sieg dan Indra. Meski dia tidak tertawa dengan kuat, Namun Kufa tetap tertawa hanya saja dia menahan tawanya.
"Entahlah aku sudah lupa."
Indra menjawab Kufa dengan sedikit tertawa.
"Menurut perhitunganku, ini adalah yang kedua belas."
"Yang benar saja, sudah sebanyak itu?"
"Iya."
Kedua belas. Ziyun adalah orang yang kedua belas menolak ajakan kencan dari Hiragi. Sebelumnya Hiragi juga pernah melakukan hal sama dengan yang dia lakukan kepada Ziyun, dan jawaban mereka sama dengan jawaban Ziyun.
"Tenanglah Hiragi, masih ada kesempatan lain."
Sieg memegang pundak Hiragi.
"Sieg, kau memang yang terbaik. Apakah memang benar masih ada kesempatan?"
"Iya tenang saja Hiragi, ini baru yang kedua belas."
"Sieg.... "
Hiragi melihat kearah Sieg. Hiragi dapat melihat kalau tiga pahlawan yang ada dibelakangnya sedang menahan tawa.
"Sial, kau selalu megatakan hal yang sama setiap kali aku ditolak. Dan juga apa apaan wajah yang sedang menahan tawa itu."
"Mau bagaimana lagi, kau yang membuat kami tertawa. Jadi ini bukan salah kami."
"Betul kata Sieg."
"Tenang saja Hiragi. Setelah ini kita akan merayakan momen kau ditolak yang kedua belas kalinya."
"Aku tidak butuh itu, kau Sieg sialan."
Para pahlawan itu terus menerus bercanda dengan Hiragi. Ziyun melihat mereka yang sedang bercanda itu, dan ingin menenagkan mereka. Namun Ziyun kembali teringat kalau Kufa memiliki sesuath yang ingin dikatakan kepadanya, Ziyun pun bertanya kepada Kufa.
"Kufa, bukankah kau memiliki sesuatu yang kau inginkan dariku. Bisakah kau mengatakannya?"
Mendengar perkataan Ziyun, para pahlawan itu berhenti bercanda dengan Hiragi. Dalam sesaat mereka kembali tenang, seolah oleh candaan sebelumnya seperti tidak ada.
"Betul juga, kami memiliki sesuatu yang kami inginkan darimu Ziyun."
"Apa itu?"
"Kami ingin mengajakmu untuk ikut serta dalam sebuah penaklukan."
Baal yang pada awalnya tidak ingin terlalu ikut campur dan hanya mengamati kini menjadi serius setelah mendengar perkataan Kufa, dia kemudian berkata.
"Masalah itu, bisakah kau mengatakannya lebih detail?"
__ADS_1
"Ya, tentu saja."
Keempat pahlawan itu duduk dimeja yang sama dengan kelompok Baal.