Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Berhenti bertarung


__ADS_3

Pada akhirnya tidak peduli sebanyak apa Zen terluka dan sebanyak apa Verdia menyerang Zen namun sampai sekarang Zen masih belum mengeluarkan kekuatan penuhnya, Zen masih belum marah sama sekali. Dengan tidak marahnya Zen maka dapat dikatakan kalau Zen sama sekali belum menggunakan kekutan mahkota dosa amarah, Kekuatan dosa amarah sendiri sangatlah kuat.


Kekuatan yang didapatkan dari Mahkota dosa amarah juga sama dengan mahkota dosa lainnya, semakin marah Zen maka akan semakin kuat pula dia. Tidak seperti teknik Magea Erebea atau ledakan darah yang memiliki batasan waktu aktifnya Kekuatan mahkota dosa amarah tidak memiliki batasan waktu, dengan kata lain tidak peduli seberapa lama Zen marah mahkota itu akan terus memberikan Zen Kekuatan.


Disatu sisi efek itu memang bagus untuk Zen namun disisi lain efek itu sangatlah buruk untuk kebanyakan orang, jika mereka melawan Zen saat dia Marah mereka pasti akan mengalami kerugian. Kekuatan Zen akan terus bertambah dan Kekuatan orang itu akan terus berkurang itu adalah salah satu faktor kekalahan, karena hal itulah biasanya hanya pemegang mahkota dosa saja yang mau melawan pemegang mahkota dosa yang lain.


Juga sisi buruk yang lain adalah pada saat Zen dipenuhi oleh amarah dan kehilangan kesadaran, tidak hanya bagi orang lain hal itu juga berdampak pada dunia. Dengan hilangnya kesadaran Zen dia akan terus menerus menggila seperti sebuah mesin pembunuh, Zen tidak akan pernah berhenti sampai dia tersadar kembali atau ada orang lain yang menghentikannya.


Untuk sesaat Verdia memikirkan apa yang Zen usulkan, Verdia tau dengan benar Kekuatan dari mahkota amarah. Akan berbahaya bagi Verdia jika Zen mulai menggunakan kekuatan itu, Verdia berfikir untuk setuju dengan apa yang Zen tawarkan namun disisi lain Verdia juga masih ingin melanjutkan pertarungan. Dia tau kalau Zen pasti tidak akan membunuhnya namun Verdia kembali teringat kalau ada kemungkinan pihak lain akan ikut campur dalam pertempuran mereka.


Jika saat itu terjadi Zen mungkin dapat kabur Kekuatannya yang masih banyak tersisa namun tidak bagi Verdia, meskipun dia menggunakan kekuatan mahkota dosa kesombongan kemungkinan dia terbunuh juga masihlah tinggi. Lagi pula berbeda dengan mahkota dosa amarah Kekuatan yang diberikan mahkota dosa kesombongan sangat tidak stabil, itu karena berbeda dengan amarah yang dapat bertahan sampai berjam jam atau berhari hari kesombongan dapat berubah setiap menit tergantung dari situasi.


Jika situasi yang dialami Verdia sangat tidak menguntungkannya maka kesombongan Verdia akan menurun begitu juga dengan kekuatan yang diberikan oleh mahkota dosa kesombongan.


"Cepatlah berikan jawabanmu Verdia."


"Baiklah aku setuju dengan usulan mu."

__ADS_1


Pada akhirnya Verdia tidak memiliki pilihan lain selain setuju dengan apa yang Zen tawarkan, tidak ada alasan bagi Verdia untuk mati disini. Bagaimanapun Verdia hanya mencari hiburan saja dalam pertarungan ini, dia juga tidak memiliki keinginan untuk mati sebelum dia dapat meninggalkan dunia ini dan pergi ketanah tuhan.


"Baguslah, kalau begitu aku akan pergi dari sini."


Zen lalu dengan cepat segera pergi dari tempat itu, pertarungan mereka telah menarik perhatian banyak pihak. Jika Zen terlalu lama disana maka pasti akan muncul sebuah situasi dimana Zen tidak akan diuntungkan.


Namun apa yang Zen pikirkan benar benar terjadi, sebuah bola bola angin yang sangat tajam menuju kearah dengan cepat. Kekuatan yang ada didalam bola angin itu bukanlah sesuatu yang dapat dibuat oleh orang yang lemah, Kekuatan itu adalah sesuatu yang dibuat oleh pemegang mahkota tingkat menengah.


Zen terus menghindari bola angin itu sambil terus menghancurkan beberapa yang mungkin akan mengenai tubuhnya, Setelah beberapa bola angin itu hancur Zen dengan cepat pergi dari sana. Tidak ada waktu bagi Zen untuk mencari tau siapa orang yang menggunakan bola bola angin itu untuk menyerangnya, lagi pula meskipun Zen mengetahui siapa yang menggunakan bola angin itu Zen juga tidak akan membunuhnya.


Hanya dalam satu tahun ini Zen telah membunuh beberapa pemegang mahkota tingkat menengah, jika Zen membunuh pemegang mahkota tingkat menengah yang lainnya lagi maka jumlah mereka pasti akan menjadi sangat sedikit. Meskipun para pemegang mahkota yang baru akan muncul namun akan sangat merepotkan bagi Zen jika saat hari kehancuran tiba hanya pemegang mahkota tingkat rendah yang tersisa.


Zen segera kembali ke rumah Verdia didunia bintang hijau, meski Zen pada awalnya ingin segera kembali kerumah namun Zen teringat kalau Theresia masih berada Disana. Dengan kecepatan penuh Zen terbang dilangit, dari atas langit Zen dapat melihat taman bunga yang terbuat dari es. Zen menyadari kalau itu adalah es milik Theresia, dengan munculnya es itu maka dapat dikatakan kalau Theresia terlibat kedalam sebuah pertarungan.


Zen menambah kecepatannya dan dia akhirnya sampai ketempat Theresia berada, Zen pada awalnya sedikit khawatir dengan keadaan Theresia namun setelah dia melihat Ling Hao dan yang lainnya ada didekatnya rasa khawatir Zen langsung menghilang.


Zen segara mendatangi mereka, Zen dapat melihat Tan Shin sedang menyembuhkan luka yang ada ditubuh Feng Nianyun.

__ADS_1


"Akhirnya kau datang juga Zen, jadi bagaimana dengan Verdia? Apa kau membunuhnya?" Tanya Ling Hao


"Tidak, kami sepakat untuk berhenti bertarung."


"Begitu ya."


Zen lalu melihat kearah Theresia, hanya dengan sekilas Zen tau kalau Theresia terluka. Meski tubuh luar Theresia tidak mengalami luka namun Zen dapat mengetahui kalau sebagian besar organ dalam Theresia tidak berfungsi dengan baik.


"Heal."


Tanpa berbicara apapun Zen langsung menyembuhkan luka Theresia, meskipun pada akhirnya Zen tidak salah menyembuhkan semuanya namun itu lebih baik dari pada terus dibiarkan.


"Kau menyadarinya ya."


"Iya."


Zen memang tidak ada disana pada saat Theresia bertarung namun dengan melihat apa yang terjadi saat ini Zen dapat menyimpulkan dengan kasar apa yang telah terjadi. Zen juga dapat mengetahui mengapa Tan Shin menyembuhkan luka Feng Nianyun, kemungkinan besar itu adalah perintah dari Theresia.

__ADS_1


Juga Zen tau alasan mengapa Theresia Tidak membunuh Feng Nianyun, semua itu ada hubungannya dengan perjanjian yang Theresia buat dengan naga sejati. Bagaimanapun Theresia adalah orang yang selalu menepati janji yang dibuatnya, meski Feng Nianyun membuatnya terluka sangat parah namun selama perjanjian itu masih berlaku Theresia tidak akan membunuh Feng Nianyun apapun yang terjadi.


"Jadi apa kau masih merasakan sakit Theresia?"


__ADS_2