
*******
"Hahaha, ada apa Abrials? Apa kau menjadi lemah?"
Elizabeth tertawa melihat Abrials yang terus terkena sihir miliknya tanpa dapat melawan atau bertahan sedikitpun.
*Hoarrr
Dengan wujud naganya Abrials meraung dengan ketas, dia bersiap untuk menyerang Elizabeth dan Argares.
Argares dengan kekuatan penuh miliknya langsung memukul wajah Abrials, akibat dari pukulan itu Abrials tidak jadi jadi menyerang mereka.
karena luka lukanya yang sebelumnya belum sembuh sepenuhnya Abrials jadi lebih mudah diserang oleh Elizabeth dan Argares, dan kini Tubuh Abrials dipenuhi dengan luka luka yang parah.
"Sudahlah Elizabeth, aku sudah bosan. Dia sama sekali sudah tidak memberikan perlawanan."
"Apa maksudnya kau ingin agar aku membunuhnya?"
"Iya, apa kau keberatan?"
"Tidak, sama sekali tidak."
"Kalau begitu lakukanlah sekarang."
"Baiklah."
Elizabeth mendatangi Abrials yang sudah tidak berdaya lagi itu. Elizabeth hendak membuat sebuah sihir untuk membunuh Abrials, namun sebelum dia dapat melakukannya sebuah cahaya yang terang muncul dilangit.
"Apa itu Argares?"
Dengan ekspresi terkejut Elizabeth bertanya kepada Argares.
"Tidak tau, aku sama sekali tidak tau itu Elizabeth."
__ADS_1
Seketika waktu dunia pun langsung berhenti mengalir.
**********
"Huft, ternyata membutuhkan waktu yang lebih lama dari pada yang kuperkirakan."
Dengan tombak miliknya, Lapis telah membunuh raja iblis Dahlia dan raja iblis Remi.
"Sekarang bagaimana keadaan Mabas."
Lapis pergi menuju ketempat Mabas.
"Sepertinya kau bersenang senang Mabas."
Lapis melihat tubuh Mabas yang hanya terdapat luka kecil, sedangkan tubuh Galios sudah terluka parah. Sampai saat ini Mabas masih tidak memiliki sedikit pun niat untuk membunuh Galios, dia hanya ingin menyiksa Galios sedikit lebih lama lagi.
"Bukankah kau juga bersenang senang Lapis?"
"Memang benar aku bersenang senang, hanya saja lawanku lebih sedikit dari pada lawanmu."
Lapis kemudian melihat tempat Elizabeth dan Argares berada, kedua leluhur itu telah membuat Abrials terluka dengan sangat parah hingga dia tidak lagi dapat bergerak. Tidak ada gunanya lagi jika Lapis bergabung dengan mereka.
Selanjutnya Lapis melihat ketempat Zen, ketujuh orang yang menerima pelayan dan Vanes telah terluka dan tidak dapat bergerak. Bahkan rubah es ekor 9 yang ada didepan Zen telah terikat oleh rantai emas.
"Tidak ada gunanya kesana, kurasa aku hanya akan melihat kau bermain dengan Galios."
"Kalau begitu tetaplah disini dengan tenang."
Tiba tiba sebuah cahaya yang terang muncul diatas langit dan waktu dunia berhenti mengalir.
********
Zen memandangi cahaya di langit yang mulai meredup itu, 7 orang terlihat sedang terbang dilangit.
__ADS_1
Salah satu dari mereka yang merupakan Seorang perempuan cantik turun kepermukaan, dari kejauhan Zen melihat perempuan itu turun kedepan Ziyun.
Perempuan itu lalu mengelus kepala Ziyun, sebuah cahaya transparan keluar dari kepala Ziyun dan perempuan itu kemudian memasukkan cahaya itu kedalam tubuh nya. Ziyun terjatuh pingsan dan perempuan itu kembali bergabung dengan yang lainnya.
"Bagaimana Reika, apakah kau sudah mendapatkan kembali pecahan jiwamu?"
"Iya, tuan."
"Baguslah kalau begitu."
Mereka yang ada dilangit melihat pertarungan yang sedang terjadi dibawah nya. Mereka memandang rendah para vampire, naga dan iblis yang ada dibawah.
Terutama seorang pria yang mereka panggil dengan tuan, pria itu melihat mereka yang dibawahnya seperti sedang melihat kotoran. Ekspresi jijik muncul diwajahnya.
Pria itu bernama Arcadia, Arcadia memiliki otoritas terbesar kedua setelah kehendak dunia. otoritas yang dia miliki membuat Arcadia dapat melakukan beberapa hal yang tidak dapat dilakukan oleh mahluk hidup di dunia itu. Keberadaanya sendiri mungkin adalah sesuatu yang biasanya disebut sebagai dewa oleh para manusia.
"Jadi Reika, apakah kau tau siapa leluhur pertama Vampire? Dia adalah orang yang mendapat kan pecahan kekuatan terbesar, keberadaan bisa dibilang cukup merepotkan."
"Iya tuan, leluhur vampir adalah seorang pria yang disana."
Reika menunjuk kearah Zen, namun karena jaraknya cukup jauh Arcadia jadi tidak tau pasti siapa yang ditunjuk oleh Reika.
"Yang mana? Apa pria yang terluka disana?"
"Bukan pria itu tuan, melainkan pria dengan kedua pedang terkutuk ditangannya tuan."
"Ah, begitu ya."
Arcadia kemudian menggerakkan kedua jarinya, semua pedang suci dan pedang terkutuk berterbangan ke atas Zen.
Pada awalnya Zen mencoba untuk menahan pedang terkutuknya dengan kekuatan yang dia miliki, namun dia tidak cukup kuat dan pedangnya ikut terbang diatasnya dengan pedang yang lainnya.
Arcadia kembali menggerakkan kedua jarinya, lalu pedang suci dan pedang terkutuk diatas Zen dengan cepat menuju kearahnya. Zen langsung mencoba untuk menghindar namun itu semua tidak berguna, pedang pedang itu bergerak lebih cepat dari Zen dan pedang pedang itu akhirnya menusuk tubuh Zen.
__ADS_1
10 pedang menusuk tubuhnya, Zen sama sekali tidak dapat bergerak ataupun menggeluarkan kekuatannya.