Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Sedikit Informasi


__ADS_3

Sudah beberapa hari berlalu setelah Zen menerima malapetaka miliknya, berkat kemampuan regenerasi vampire miliknya semua luka yang ada ditubunya telah sembuh.


Diatas gunung yang terletak tidak jauh dari rumah Duan Jie, Zen sedang melatih Lin Yan ilmu berpedang. Padang mereka terus menerus beradu, Zen menyuru Lin Yan untuk menyerang dengan sekuat tenaga sedangkan Zen hanya menahan tanpa menyerang sedikitpun.


"Hahah."


Zen menghelahkan Nafas yang cukup dalam, dia sudah mulai bosan dengan semua itu. Zen lalu dengan cepat menyerang Lin Yan dan membuat pedang Lin Yan terlepas dari tangannya.


Lin Yan menjadi cukup kaget karena gerakan cepat Zen, Zen lalu mengarahkan pedangnya kewajah Lin Yan.


"Kau masih terlalu baik Lin Yan, apa kau ingin kembali menjadi seperti dulu?"


Zen telah menyuruh untuk menyerang dengan sekuat tenaga, namun Lin Yan tidak malakukan apa yang Zen katakan. Lin Yan masih ragu ragu untuk mengarahkan pedangnya ke orang lain.


"Aku sudah menggunakan sekuat tenaga ku."


"Tidak, kau bohong."


Lin Yan sekarang sudah berada di alam penempaan tubuh lapis ke 2. Kekuatan sudah jauh melebihi manusia normal, namun kekuatan yang Lin Yan gunakan tadi tidak beda jauh dari manusia normal.


"Kau tidak bisa seperti ini terus Lin Yan, suatu hari nanti kau harus mengarahkan senjata mu kearah orang lain."


"Kau ada disampingku, jadi aku tidak perlu melakukan hal itu bukan."


Lin Yan bersikap seperti anak kecil yang tidak ingin melakukan apa yang tidak mereka inginkan.


"Dengarkan aku Lin Yan, aku tidak bisa selalu bersama mu. Suatu hari nanti kau harus hidup sendiri dengan mengandalkan kekuatanmu, jadi selama aku masih bersamamu aku akan terus melatihmu."


Mendengar perkataan Zen, Lin Yan dengan cepat langsung berlari kearah Zen dan menatapnya.


"Apa kau suatu hari nanti akan pergi meninggalkanku?"


"Iya."


"Kenapa kau pergi meninggalkanku?"


"Ada hal penting yang harus kulakukan."


Bagi Zen membebaskan tubuh Theresia adalah yang terpenting melebihi apapun. Untuk dapat melakukan itu dia harus menyerap kembali pecahan kekuatannya yang tersebar diberbagai dunia.


"Kapan kau akan pergi meninggalkanku?"

__ADS_1


"Entahlah, aku juga tidak tau."


Zen bahkan baru menyerap sekitar setengah dari pecahan kekuatan yang dia dapatkan dari kuil abadi. Dia sama sekali tidak tau betapa lama waktu yang dia butuhkan untuk dapat menyerap semua kekuatan itu.


"Begitu ya."


Lin Yan menjadi sedikit sedih, pada awalnya dia mengira kalau Zen akan selalu bersama dirinya. Namun sekarang dia mengetahui kalau suatu hari nanti Zen akan pergi meninggalkan nya.


Zen lalu mengeluarkan sebuah pil dan memberikannya kepada Lin Yan.


"Pakailah ini, untuk saat ini itu mungkin adalah pil terakhir yang dapat kuberikan padamu."


Lin Yan tanpa ragu langsung mengambil pil yang Zen berikan dan langsung dia gunakan.


"Untuk sekarang Berlatihlah disini, aku memiliki sedikit urusan dengan Duan Jie."


Lin Yan langsung bermeditasi untuk melakukan peningkatan menuju alam penempaan tubuh lapis ke 3, dan Zen langsung pergi kembali kerumah Duan Jie.


Zen akhirnya sampai dirumah dan langsung memasukinya, didalam Duan Jie telah duduk seperti dia sedang menunggu Zen.


"Oh, kau telah kembali. Bagaimana dengan muridmu?"


Duan Jie langsung tersenyum tipis begitu mendengar perkataan Zen.


"Aku sudah menduga kalau kau agar segera bertanya kepadaku, hanya saja aku tidak tau kalau akan secepat ini. Untuk sekarang kau duduklah terlebih dahulu."


Mendengarkan apa yang Duan Jie katakan Zen langsung duduk disebuah kursi yang ada didepannya.


"Jadi apa yang ingin kau tanyakan?"


"Mengenai benua ini, entah mengapa aku merasa ada yang aneh dengan benua ini."


"Apanya yang aneh?"


"Para seniman beladiri disini sangatlah lemah."


Meski Zen baru mengunjungi 2 kota namun dia dapat menyimpulkan kalau Para seniman beladiri yang ada dibenua ini sangatlah lemah.


Didunia bawah ini untuk mencapai alam hidup dan mati bukanlah sesuatu yang sulit, namun sejauh ini Zen hanya dapat beberapa orang saja yang telah mencapai alam itu.


"Ah, masalah itu ya. Itu karena benua ini adalah benua yang sangat buruk."

__ADS_1


"Sangat buruk? Apa maksudmu?"


"Benua ini adalah yang terburuk dari benua yang lainnya. Dibenua ini hampir mustahil untuk mendapatkan pil tingkat tinggi ataupun bahan untuk menempa senjata tingkat tinggi."


Dengan kata lain benua ini dapat diibaratkan seperti sebuah gurun pasir, meski dapat ditumbuhi oleh tanaman namun tanaman yang muncul hanyalah kaktus.


"Bahkan sangkin buruknya untuk dapat mencapai alam bencana atau hidup dan mati seseorang harus menghabiskan sumber daya yang sangat banyak."


Dengan kata lain hanya orang dengan status tinggi yang dapat mencapai alam hidup dan mati seperti kepala keluarga Qiu ataupun Lin.


"Dan Dibenua ini untuk mencapai alam dewa atau dunia dewa hampir mustahil."


"Hampir mustahil, tapi dari yang kulihat kau berada dialam Dewa."


"Itu karena aku bukan berasal dari benua ini."


"Kalau begitu dari benua mana kau berasal?"


"Aku berasal dari benua kerajaan dewa, jika dibandingkan dengan benua itu maka benua ini tidak akan ada apa apanya. Bahkan energi spiritual disana jauh lebih banyak dari benua ini."


Benua kerajaan dewa, dibandingkan dengan benua dongchen ini benua itu jauh lebih baik dalam segala hal. Mau itu dalam banyaknya pil tingkat tinggi, bahan untuk menempa ataupun banyaknya energi spiritual.


'Jika energi spiritual dibenua itu jauh lebih Banyak mengapa Ling Hao mengirimku ke dunia ini?"


Zen memikirkan alasan mengapa Ling Hao mengirimkan nya kebenua ini jika ada benua yang energi spiritualnya lebih banyak. Zen terus memutar kepalanya, hingga dia akhirnya dapat menemukan alasannya.


"Ngomong ngomong Duan Jie, jika gunung tempat kita berada saat ini dibandingkan dengan salah satu gunung yang ada dibenua itu mana yang lebih berbahaya?"


"Sudah jelas gunung yang ada dibenua sana puluhan kali lebih berbahaya."


"Begitu ya."


Zen akhirnya tau alasan mengapa Ling Hao mengirimnya kebenua ini, meski pada saat Zen datang kedunia ini dia sudah lebih kuat dari orang yang berada di alam dunia dewa namun sumber kekuatannya pada saat itu adalah mana bukan energi spiritual.


Didunia ini Zen memiliki batasan dalam menggunakan kekuatannya, jadi Ling Hao sengaja mengirim Zen kebenua ini agar setidaknya Zen dapat menyerap setengah dari pecahan kekuatan itu. Dengan begitu Zen akan memiliki kekuatan untuk dapat pergi ketempat yang penuh dengan energi spiritual meskipun dipenuhi oleh monster yang berbahaya.


'Sepertinya mereka sangat tidak sabaran.'


Bagi Ling Hao dan beberapa orang lainnya keberadaan Zen adalah sesuatu yang sangat penting. Setelah ribuan tahun Zen akhirnya bereinkarnasi, tentu saja Ling Hao dan yang lainnya Tidak akan membiarkan Zen mati dengan begitu mudah.


'jika sudah begini kurasa aku harus cepat menyerap pecahan kekuatan ini dan menemui mereka.'

__ADS_1


__ADS_2