
"Jadi apa kau masih merasakan sakit Theresia?"
"Iya meski tidak sesakit sebelumnya."
Untuk seorang perempuan Theresia cukuplah kuat, normalnya seseorang akan menunjukan ekspresi kesakitan jika orang itu merasa sakit. Namun Theresia sama sekali tidak ada menunjukan ekspresi seperti itu, meski rasa sakit yang dia rasakan cukup besar namun Theresia bersikap seperti itu hanyalah luka kecil saja dan rasa sakit yang dia rasakan bukankah apa apa.
"Baguslah kalau begitu, sekarang ayo kita pergi."
Sama seperti Theresia saat ini Zen tidak bisa melakukan terlalu banyak untuk menyembuhkan luka pada organ dalamnya itu, saat ini pilihan yang terbaik adalah Kembali dan menyembuhkan luka itu secara perlahan.
"Iya, mari kita kembali. Tapi ngomong ngomong bagaimana dengan Feng Nianyun?"
"Kita akan membawanya, lagi pula dia pasti akan mati jika kita membiarkannya disini saja."
Meski Tan Shin telah menyembuhkan sebagian besar lukanya namun tetap saja Feng Nianyun masih terluka cukup parah, akan berbahaya jika dia bertemu dengan Atlanta dengan kondisi yang seperti itu.
"Bukankah kau tidak menginginkannya hal itu terjadi?"
__ADS_1
Juga Zen tidak bisa membiarkan Feng Nianyun mati begitu saja, bagaimanapun Theresia sudah melakukan cukup banyak hal untuknya. Ditambah lagi perjanjian yang Theresia buat dengan naga sejati membuat Zen tidak dapat membiarkan mati pada saat dia melihat Feng Nianyun yang dengan penuh luka.
"Ling Hao, Hao Chen Ayo kita segera pergi dari sini. Akan merepotkan jika Atlanta datang kesini."
Meski Hao Chen ataupun Ling Hao dapat melawan Atlanta namun sama seperti yang sebelumnya Zen tidak dapat membiarkan Atlanta mati ditangan mereka berdua.
"Bagaimana dengan Cicilia, kudengar dia datang kesini?"
"Lawannya adalah Veldra, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dia pasti akan kembali dengan selamat."
"Yah kau benar."
Mereka lalu segera pergi meninggalkan tempat itu, dan karena mereka tidak ingin menarik sesuatu yang sangat tidak diperlukan mereka kembali dengan menggunakan gate Zen.
Dalam pertempuran yang terjadi itu sekitar 7 dunia mengalami kerusakan yang besar, 2 diantara disebabkan oleh Zen dan Verdia, 4 diantaranya disebabkan oleh para leluhur vampire dan Cheng Ning, sedang 2 yang lainnya disebabkan oleh Cicilia dan Veldra. Diantara semua dunia itu dunia bintang hijau adalah yang paling parah, sebagian besar wilayahnya hancur karena Kekuatan pemindahan Verdia. Juga taman es Theresia akan menghancurkan dunia itu segera perlahan, es itu bukanlah es biasa, dalam waktu sekitar 100 tahun seluruh wilayah dunia bintang hijau mungkin akan tertutup oleh taman es itu.
pertarungan itu juga memakan korban jiwa lebih dari 10 juta, meski begitu tidak ada satupun mahluk hidup didunia atas ini yang berani membicarakan hal itu. Bagaimanapun jika mereka membahas hal itu ataupun menyalahkan Zen, Verdia atau yang terlibat dalam pertarungan maka mereka pasti akan dihancurkan tidak peduli dari mana mereka berasal.
__ADS_1
Meski banyak korban jiwa akibat pertarungan itu namun mereka yang bertarung tidak ada yang mati satupun, paling parah mereka hanya menerima luka yang akan sembuh dalam beberapa tahun.
Gate terbuka dirumah Zen, disana Zen dapat melihat Xia Shuang dengan sebuah senyuman. Orang yang pertama kali mendatangi Xia Shuang bukanlah Zen ataupun Tan Shin melainkan Theresia, Theresia dengan erat memeluk Xia Shuang.
Zen hanya tersenyum melihat hal itu, bagaimanapun tujuan pertamanya sudah terwujud. Sekarang saatnya Zen untuk mewujudkan tujuannya yang lain, berbeda dengan tujuan pertamanya ditujuan yang kedua ini Zen akan melakukan segalanya dengan kekuatan penuh. Bahkan jika itu harus mengorbankan ratusan dunia atau ratusan juta jiwa Zen tidak peduli.
Untuk mewujudkan tujuan itu Zen memerlukan karakter yang berfungsi sebagai kunci, kini semua kunci yang Zen persiapan telah berada dunia atas. Ketika waktunya tiba Zen membuat semua karakter kunci itu untuk memainkan peran yang telah dia tentukan.
"Ketika saatnya tiba maka aku tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada siapapun yang mencoba untuk menghalangi ku." Ucap Zen sambil menatap langit biru dengan sebuah tatapan yang hampir seperti tidak memiliki emosi.
********
Yah ini adalah chapter terakhir dari Novel ini, saya mengucapkan terima kasih kepada kalian yang terus mendukung saya dengan membaca novel ini. Yah meskipun pada 50 chapter awal agak sudah membacanya karena kalian mungkin agak kesulitan dengan sudut pandang seperti itu, dan juga meskipun banyak hal yang cukup sulit untuk dimengerti ataupun terlalu banyak hal yang tidak dijelaskan.
Mungkin menurut kalian akhirnya agak gantung karena Zen belum menyelesaikan tujuan yang keduanya. Untuk tujuan yang kedua Zen itu saya akan menceritakan disebuah cerita yang berbeda dan tentu saja dengan MC yang beberapa. MC itu adalah salah satu dari beberapa karakter kunci yang telah Zen persiapan.
Yah mungkin hanya segini saja perkataan dari saya, sampai jumpa dicerita saya yang selanjutnya.
__ADS_1