
Zen terus memuntahkan darah dari mulutnya, pukulan Zmei juga membuat sekujur tubuh Zen dipenuhi oleh luka.
'Bagaimana dia bisa terluka seperti itu?'
Elizabeth tidak percaya dengan apa yang dia lihat, meski sebagian kekuatannya telah tidak ada didalam tubuhnya namun Zen bukanlah leluhur yang mudah untuk dibuat terluka parah.
'Apa Gadis kecil itu yang melukainya?'
Sejak pertempuran dimulai Elizabeth tau kalau Iris pergi menuju ketempat Zen, namun karena dia tidak tertarik dengan Iris jadi dia membiarkannya.
"Leluhur pertama!!!"
Suara teriakan terdengar dari atas, yang berteriak itu adalah Zmei. Dengan cepat Zmei menuju arah Zen dan menyerangnya.
Kali ini tidak seperti sebelumnya, dengan tubuh yang dipenuhi luka Zen dapat menahan pukulan dari Zmei. Lalu dengan cepat Zen mengeluarkan pedang terkutuknya dan memotong tangan Zmei. Tidak berhenti disitu Zen kemudian menendang Zmei tanpa menahan sedikitpun kekuatannya, tendangan itu membuat Zmei terhempas lebih jauh dari pada dia menghepasakan Zen.
Zen kemudian langsung berpindah ketempat Elizabeth dan Argares berada, dia telah berhenti memuntahkan darah dan luka lukanya pun mulai sembuh secara perlahan.
"Apa Zmei yang membuatmu terluka seperti ini?"
"Iya."
"Bagaimana dia bisa melukaimu sampai seperti ini?"
Elizabeth sedikit penasaran dengan cara yang digunakan Zmei untuk melukai Zen, luka yang Zen dapat bukanlah dari serangan sihir melainkan serangan Fisik. Namun jika hanya serangan fisik Zmei saja mustahil untuk dapat melukai Zen hingga separah itu.
"Dia menambahkan sihir kedalam pukulannya."
"Ah, jadi begitu ya."
Sekarang jadi lebih masuk akal bagi Elizabeth, sama seperti ketika pemilik pedang suci atau pedang terkutuk mengalirkan mananya kedalam pedang, dengan menambahkan sihir Zmei dapat membuat pukulannya jauh lebih kuat dari yang semestinya.
"Ngomong ngomong, apa yang terjadi dengan gadis kecil yang mengejarmu?"
__ADS_1
"Entahlah, Zmei menyerangku dengan tiba tiba jadi aku tidak apa yang terjadi setelahnya."
Pada saat itu Zmei hanya fokus kepada Zen, jadi dia sama sekali tidak peduli dengan Iris dan yang lainnya. Dengan kata lain, Zmei sama sekali tidak ada menyentuh Iris dan yang lainnya sedikitpun.
"Meski tubuh ini dapat pulih kembali, tapi tetap saja rasanya sangat sakit."
"Kita lupakan dulu tentang Zmei, yang lebih penting sekarang bagaimana cara kita mengalahkan naga itu."
"Benar juga, bagaimanpun juga dia sangatlah berbahaya."
Elizabeth, Argares dan Zen melihat kearah Abrials yang sedang marah itu. Semenjak Zen menghempaskan Zmei hingga sangat jauh, amarah Abrials naik dengan sangat cepat.
Ketiga raja naga yang ada disekitarnya bukanlan sesuatu yang sulit untuk mereka hadapi, satu satunya musuh yang paling sulit mereka hadapi saat ini adalah Abrials yang sedang marah itu.
"Bagaimana jika nona Elizabeth dan tuan Argares yang melawan Abrials, saya yang akan melawan para raja naga itu."
"Baiklah, mungkin itu yang terbaik saat ini."
Mereka bertiga langsung berpencar, Zen langsung menyerang ketiga raja naga. Sedangkan Elizabeth dan Argares langsung menyerang Abrials.
Zen menyerang ketiga raja naga itu dengan sihir bola api yang memiliki diameter 2 meter. Begitu bola api itu mengenai para raja naga itu, bola api akan langsung meledak. Ledakan satu bola api itu cukup untuk menghancurkan 10 rumah sekaligus.
Ledakan bola api itu cukup ampuh, ketiga raja itu mulai kehilangan keseimbangan. Tidak berhenti disana, Zen kemudian menyerang para raja naga itu dengan sihir petir dari atas.
Sihir itu membuat para raja naga terpaksa harus turun kedaratan.
"Apa kalian akan memakai wujud itu untuk melawanku?"
Sambil bertanya Zen menatap para raja itu seperti mahluk rendahan.
"Beraninya kau melihat kami dengan tatapan yang seperti itu, dasar Vampire rendahan."
Zen sedikit kesal dengan ucapan Legion, dengan cepat Zen langsung mengalirkan mana kedalam pedang terkutuknya dan memotong saah satu sayap Legion.
__ADS_1
Zen bergerak dengan sangat cepat, bahkan Legion tidak dapat melihatnya sampai salah satu sayapnya telah terpotong.
"Terserah kalianlah, lagi pula lebih mudah bagiku untuk memotong kalian saat dalam wujud naga."
"Dasar kau Vampire rendahan."
Legion menjadi sangat marah, dia bahkan terus mencaci maki Zen. Meski begitu, saat ini tidak ada yang dapat dia lakukan dengan sayapnya yang terpotong itu.
Bahkan saat ini dia tidak dapat berubah kewujud humanoidnya, satu satunya yang dapat dilakukan Legion saat ini adalah melihat kedua raja naga yang lain bertarung dengan Zen.
Zen hendak memotong sayap Legion yang satu lagi, namun Vanes yang telah berubah kedalam bentuk humanoid menyerang Zen dengan pedangnya.
"Apa kita akan beradu pedang lagi, tuan raja naga?"
"Hanya itu satu satunya pilihan yang ada, namun kali ini aku tidak akan menahan diriku seperti yang sebelumnya."
"Kalau begitu gunakanlah semua kekuatan anda tuan raja naga Vanes."
Zen dan Vanes langsung beradu pedang, pertarungan pedang ini jauh lebih dahsyat dari pada pertarungan antara Zen dan Iris.
Pedang terkutuk mereka berdua saling beradu dengan sangat cepat dan kuat, disela sela pertarungan Zen dapat melihat kalau Daelus sedang mempersiapkan sebuah sihir dengan daya hancur yang besar.
Zen pun langsung mengambil jarak dari Vanes dan menuju kearah Daelus dengan sangat cepat. Daelus sangat fokus dalam mempersiapkan sihirnya, dia tidak sadar kalau Zen telah berada didepannya.
Zen telah bersiap untuk menebas Daelus dengan sekuat tenaga, namun seorang raja naga yang sangat tidak Zen harapkan kehadirannya langsung mendoronga Daelus dan menerima serangan Zen.
"Zmei, sialan kau!!!!"
Zen menjadi sangat kesal karena Zmei telah berhasil mencegahnya menebas Daelus. Zen tidak peduli lagi dengan kehidupan Zmei, dengan amarah yang mengelilinginya Zen menusuk jantung Zmei.
Kemudian dengan pedangnya yang satu lagi Zen memotong kepala Zmei. Walau Zmei memiliki kekuatan regenerasi yang tinggi namun itu tidak lagi berguna saat jantung telah hancur dan kepalanya telah terputus. Dengan kata lain kekuatan Regenerasi Zmei tidak akan berguna lagi karena dia telah mati.
"Sialan kau!!! Apa yang telah kau lakukan pada Zmei!!!"
__ADS_1
Vanes menjadi sangat marah, dengan sekuat tenaga Dia mencoba untuk menyerang Zen. Namun sebelum Seranganya mengenai Zen, sebuah serangan seperti leser hitam telah lebih dulu mengenai Zen.