
[Penginapan Browly, Kota Urukis]
"Kau telah mendengarnya, katanya akan terjadi perang besar sebentar lagi."
"Perang? Negara mana yang akan menjadi lawan kita?"
"Tidak, tidak, tidak, kita bukan berperang melawan manusia. Melainkan melawan ras lain, dan kudengar semua kerajaan manusia telah bersatu."
"Hehh yang benar saja, apa kali ini kita dapat bertahan?"
Perang antar ras 500 tahun memusnahkan sekitar 50 persen populasi manusia, juga setelah perang itu wilayah yang dapat digunakan oleh ras manusia menjadi lebih kecil.
Semua itu tercatat kedalam sejarah mereka, dan mereka menyebutnya sebagai permusuhan umat manusia.
"Entahlah, yang kudengar kaisar telah memanggil 10 orang pahlawan. Jadi sejarah lama mungkin tidak akan terulang lagi."
"Kuharap begitu."
**********
"Iris! Iris!"
Dilorong kastil Kufa terus memanggili Iris yang berjalan didepannya, namun Iris sama sekali tidak menaggapi panggilan Kufa dan dia terus berjalan ke depan.
"Iris, berhenti Iris."
Kufa akhirnya memegang tangan Iris dan membuat Iris terpaksa berhenti.
"Bisakah kau melepaskan tanganku Kufa, ini sedikit sakit."
"Jawan pertanyaaku maka aku akan melepaskan tanganku."
"Apa yang ingin kau tanyakan?"
"Jangan berpura pura bodoh Iris, kau pasti telah mengetahuinya bukan."
"Bisa dibilang begitu, tapi bukankah lebih baik kau sendiri yang mengatakannya?"
"Mengapa pada saat itu kau malah mendukung perang terjadi dan bukan mencegah perang terjadi?"
"Mengapa aku harus melakukan hal itu?"
"Karena sejak awal itulah tujuan kita!!"
Mereka datang kepertemuan itu bukanlah untuk mendukung perang terjadi melainkan untuk mencegah terjadinya perang.
Namun pada saat pertemuan Iris sama sekali tidak ada mengambil tindakan untuk mencegah perang terjadi, dia malah membuat suasana menjadi lebih panas sehingga perang dapat terjadi.
__ADS_1
"Bukan itu maksudku, mengapa aku harus mengambil tindakan yang dapat memusnahkan seluruh ras manusia?"
"Apa maksudmu Iris?"
"Sejak awal mereka semua sama sekali tidak menginginkan perdamaian, mereka semua menginginkan perperangan karena itulah aku mendukungnya."
Perang pasti akan terjadi, Iris mengetahui itu dengan baik. selain ras manusia, ras yang lainnya menginginkan sebuah perperangan. Jika Iris yang merupakan sebagai perwakilan ras manusia melakukan tindakan yang dapat mencegah terjadinya perang maka pada saat itu pemusnahan ras manusia akan dimulai.
"Yang perlu kita lawan sekarang adalah ras iblis."
"Lalu bagaimana dengan kedua ras yang lainnya?"
"Mereka saling bermusuhan satu sama lain, mereka tidak akan menyerang kita dalam waktu dekat."
Seperti yang Iris katakan, ras naga dan Vampire saling bertarung satu sama lain. Mereka tidak memiliki waktu untuk meladeni ras lemah seperti manusia dan Iblis.
"Jadi bisakah kau melepaskan tanganku sekarang? Kita harus segera berkumpul."
Kufa langsung melepaskan tangan Iris, dan Iris kembali bejalan menyusuri lorong. Setelah beberapa saat berjalan Iris akhirnya sampai ketempat perkumpulan.
Itu adalah tempat berkumpulnya orang orang yang menerima pelayan dari Zen. Orang orang itu adalah Kufa, pemilik pelayan pertama Petrius.
Ether, Pemilik pelayan kedua, Gigael. Gigael memiliki bentuk seekor burung raksasa dengan api yang berkobar ditubuhnya, Gigael menyerang lawannya dengan semburan api hitam dari mulutnya.
Kemudian Iris, yang merupakan pemilik pelayan ke 3, Ares.
Lilfy seorang gadis cantik yang merupakan pemilik pelayan ke 4, Pulen. Pulen memiliki bentuk seekor singa yang besar dengan petir emas yang mengelilinginya, Pulen menyerang musuhnya dengan menggunakan Petir miliknya.
Accua siPemilik pelayan ke 6, Tiamat Albums dan Sieg si pemilik pelayan ke 7 Satein.
"Maaf telah membuat kalian menunggu."
"Tidak masalah Iris, jadi apa yang diinginkan oleh kaisar itu?"
Lilfy bertanya kepada Iris, bagaimanapun kaisar adalah orang yang membuat Iris datang terlambat.
"Dia ingin agar kita pergi ke dataran Vampire ketika ras naga menyerang mereka."
"Mudah sekali dia mengatakan, apa dia pikir ras Vampire dan naga itu lemah."
"Memang benar, perintah darinya benar benar tidak masuk akal."
"Apa perlu kita membunuh kaisar itu sekarang?"
"Itu adalah ide yang bagus."
"Apa yang kalian berdua katakan, akan jadi masalah jika ada orang lainnya yang mendengarnya."
__ADS_1
Kufa langsung menghentikan mereka berdua, jika orang lain mendengar apa yang mereka katakan dan melaporkan nya kepada kaisar maka mereka akan mendapatkan masalah.
Meski mereka berdua adalah kekuatan utama ras manusia, namun untuk menjaga nama baiknya sang kaisar pasti akan menganggap mereka berdua sebagai pemberontak.
"Kami hanya bercanda Kufa, kau tidak perlu terlalu memikirkan nya."
"Baguslah kalau begitu."
"Jadi Iris, apa yang dilakukan oleh para pahlawan itu?"
"Mereka akan memimpin pasukan untuk pergi ke dataran iblis."
"Bagaimana dengan Kufa dan Sieg, mereka akan pergi dengan siapa?"
Selain pemilik pelayan dari Zen, Kufa dan Sieg jugalah seorang pahlawan yang terpanggil.
"Mereka akan ikut dengan Kita."
"Baguslah, jadi kapan kita akan pergi?"
"Kita tidak tau kapan kedua ras itu akan saling bertempur, jadi untuk sekarang mari kita pergi ke kota Urukis."
Kota Urukis adalah kota di barat kekaisaran suci, kota Urukis juga merupakan kota yang paling dekat dengan dataran naga ataupun dataran vampire.
"Eh? Sekarang?"
"Iya, karena itulah kemasi barang barang kalian."
"Baiklah."
Mereka berpencar dan kembali ketempat masing -masing untuk mengemasi barang sebelum pergi ke kota Urukis.
Hanya Iris dan Lilfy yang masih ada ditempat itu, ketika yang lain sudah mulai tidak terlihat dan hawa keberadaan mereka telah tidak lagi terasa mereka berdua mulai berbicara.
"Jadi Iris, apakah kau bertemu dengan Zen sebelumya?"
"Iya, aku bertemu dengannya."
"Bagaimana dengan kekuatan yang dimilikinya?"
Mereka berdua telah lama mengenal Zen, namun Zen yang mereka kenal bukan Zen sebagai leluhur Vampire melainkan Zen yang berpura pura sebagai manusia dengan menyembunyikan kekuatannya.
"Aku tidak tau seberapa besar kekuatannya, namun yang bisa kukatakan adalah dia sangat kuat."
"Begitu ya, kita akan bertarung tanpa tau sebesar apa kekuatan lawan. Meski begitu aku tidak bisa pergi meninggalkan kalian, kerena aku telah berjanji kepadanya."
Lilfy berjalan menjauh dari Iris, sampai pada akhirnya Iris tidak lagi dapat lagi melihat Lilfy.
__ADS_1
"Aku juga sama sepertimu Lilfy, aku juga telah berjanji kepadanya."
Iris pun berbalik dan berjalan kembali ketempatnya untuk mengemasi barang- barang nya.