
Dengan begini Zen sudah dapat menjamin keselamatan Lin Yan untuk sementara waktu.
"Ngomong ngomong mengapa kau masih belum naik kedunia atas?"
Para seniman beladiri selalu berlatih agar dapat naik kedunia atas, namun pria tua disamping Zen ini malah tidak melakukannya meskipun dia telah mencapai alam dunia dewa lapis ke 5.
"Pria tua ini sedang menunggu Liu Yu."
"Menunggunya? Apa kau berencana untuk naik kedunia atas bersama dirinya? Bukankah kau tau berapa lama waktu yang diperlukan oleh dirinya?"
Liu Yu yang sekarang masih berada dialam dewa, mungkin membutuhkan waktu sekitar puluhan tahun hingga dia dapat memasuki alam dunia dewa lapis kelima.
"Tentu saja pria tua ini tau, namun apa yang pria Tua ini inginkan sangat berbeda dengan apa yang kau pikirkan."
"Kalau begitu apa yang kau inginkan?"
"Saat ini Liu Yu adalah satu satunya murid dari pria tua ini, dan dengan kata lain dia adalah satu satunya kadidat untuk menjadi master sakte yang selanjutnya."
"Jadi begitu ya, dengan kata lain kau akan menunggu Liu Yu sampai dia dapat menjadi master sakte yang selanjutnya."
Menjadi master sakte bukanlah sesuatu yang mudah, jika master sakte tidak memiliki kekuatan atau dukungan yang besar dia akan terus mendapatkan tekanan dari luar ataupun dalam sakte.
Karena itulah sampai Liu Yu memiliki kekuatan yang cukup untuk menjadi master sakte pria tua itu akan terus didunia ini sambil mengamati dirinya.
"Iya, itulah yang pria tua ini inginkan. Apa menurutmu Liu Yu cocok untuk menjadi master sakte?"
"Sejauh yang kulihat mungkin dia masih perlu banyak belajar, namun bukan berarti dia tidak cocok untuk menjadi master sakte."
Dalam hal bakat ataupun keberuntungan Liu Yu memang tidaklah buruk, namun dalam hal pikiran Liu Yu masih sangat kekanak- kanakan.
Hatinya terlalu mudah tergerak dan untuk sekarang dia masih belum bisa dikatakan cocok sebagai master sakte.
"Begitu ya, maka pria tua ini akan melatih Liu Yu lebih banyak lagi."
__ADS_1
"Dari yang kulihat kau sepertinya berlatih ilmu seribu tapak Budha, namun sepertinya kau tidak mengalami sedikitpun kemajuan setelah bertahun tahun."
"Ya, seperti yang kau tebak pria tua ini sama sekali tidak mengalami kemajuan."
"Kalau begitu karena kau akan menjaga Lin Yan aku akan memberikanmu versi lebih baik dari seribu tapak Budha itu."
Zen menyentuh kening pria tua itu dan memberikannya ilmu tentang seribu tapak Budha.
"Ini...."
Pria tua itu langsung terkejut, apa yang Zen berikan ini jauh lebih baik dari pada yang dia latih.
"Meski itu lebih baik namun itu masih belum sempurna."
"Kau bilang ini masih belum sempurna?"
"Iya, seribu tapak Budha bukanlah ilmu ciptaan ku jadi aku tidak mengetahui versi sempurnanya. Dan juga ilmu seribu tapak Budha ini mengandung hukum sebab akibat didalamnya, jika kau dapat melatihnya dengan baik maka itu akan menjadi ilmu yang sangat kuat didunia bawah ini."
"Terima kasih banyak, pria tua ini tidak tau apa yang harus dilakukan untuk membayar hal ini."
Zen lalu membuka sebuah gate yang cukup besar.
"Kalau begitu aku akan pergi sekarang, kuharap kau dapat memenuhi janjimu."
"Kau tenang saja, pria tua ini pasti akan memenuhinya."
Zen jadi sedikit tersenyum halus mendengar hal itu, dan dia langsung memasuki gate itu.
"Kurasa pria tua ini harus turun dan mengangkat gadis kecil itu menjadi murid."
Pria tua itu lalu langsung turun dari gunung itu dan mendatangi tempat ujian sedang berlangsung.
Disisi lain Zen yang sedang berada dicelah dimensi tertawa dengan sangat keras. Dia tidak menyangka kalau apa yang dia inginkan berjalan dengan sangat lancar.
__ADS_1
Namun tawa itu langsung menghilang ketika dia melihat monster yang ada didepannya.
"Kenapa keberuntunganku sangatlah buruk."
3 monster kehampaan palahap jiwa mendekati Zen dengan sangat cepat. Ke 3 mosnter itu memiliki tubuh yang jauh lebih besar daripada pelahap jiwa yang Zen temui sebelumnya.
Para pelahap jiwa itu juga memiliki banyak ekor yang menandakan kalau mereka telah berusia ribuan tahun.
Salah satu pelahap jiwa membuka mulutnya dan mencoba untuk memakan Zen, namun Zen segera mengeluarkan pedang milik dan menyerang pelayan jiwa itu.
Serangan sama sekali tidak dapat melukai pelahap jiwa itu, meski begitu bukan berarti serangan itu Tidak memiliki efek. Seranganya tadi membuat pelahap jiwa mengambil jarak darinya dan berhenti mencoba untuk melahap Zen.
Ke 3 pelahap jiwa itu lalu menggunakan ekor mereka untuk menyerang Zen. Ratusan ekor bergerak dengan sangat cepat, Zen terus menerus menghindari dan menahan serangan itu.
Namun itu tidak berjalan seperti yang Zen pikirkan, tidak peduli sekuat apa dirinya sekarang Zen masih tidak akan dapat bisa menghindari semua ekor pelahap jiwa itu.
Pada akhirnya salah satu ekor milik pelahap jiwa itu menusuk perutnya, ekor pelahap jiwa itu terus menyerap kekuatan Zen hingga membuatnya sedikit sulit untuk bergerak.
"Sial, jika begini terus."
Kini 10 ekor pelahap jiwa telah menusuk tubuh Zen dan membuat Zen sama sekali tidak dapat bergerak. Jika ekor para pelahap jiwa itu terus menusuk tubuh Zen maka pada akhirnya Zen pasti akan mati.
"Keluarlah Ariel."
Pelayan kesembilan Ariel langsung keluar sesuai dengan perintah Zen. Ariel kemudian mengeluarkan tombak miliknya dan menghancurkan semua ekor yang menusuk tubuh Zen.
"Kerja bagus Ariel."
Zen kini telah dapat bergerak dengan bebas kembali, meski dia telah dapat bergerak dengan bebas namun melawan 3 pelahap jiwa berusia ribuan tahun tetap saja cukup sulit untuk Zen.
Zen lalu dengan cepat pergi menjauh dari para pelahap jiwa itu dan keluar dari celah dimensi menuju dunia yang lain.
******
__ADS_1
Yap arc dunia dengan energi spiritual berakhir disini, mungkin ada beberapa dari kalian yang bertanya mengapa tidak ada penjelasan mengenai tingkatan pil atau penjelasan untuk setiap tingkatan kultivasi.
Saya tidak melakukan hal itu karena itu bisa mempengaruhi cerita yang selanjutnya jadi seperti yang saya katakan sebelumnya saya berencana untuk membuat penjelasannya melalui cerita yang selanjutnya.