
"Bagaimana jika kita berlatih tanding, tuan Kufa?"
"Apa anda serius tuan putri?"
"Iya, saya serius."
Semua orang yang berada diruangan itupun terkejut dengan perkataan Iris. Bagaimanapun ini bukanlah sebuah perkembangan yang dapat mereka pikirkan sebelumnya.
"Apa yang katakan Iris, ini bisa jadi masalah besar jika utusan itu tersinggung."
Sang raja menjadi khawatir dengan perilaku Iris terhadap Kufa. Kekaisaran suci jauh lebih kuat dari kerajaan Brumund, jika utusan kekaisaran suci merasa tersinggung dan menyatakan perang maka kerajaan Brumund dapat hancur kapanpun.
"Anda tenang saja ayah, bagaimanapun mereka membutuhkan saya. Jadi mereka tidak akan tersinggung hanya dengan ini."
"Tapi Iris...."
"Jadi, apakah anda menerima nya tuan Kufa?"
"Tuan Putri, saya akan menanyakan nya sekali lagi. Apakah anda serius dengan apa yang anda katakan?"
"Iya, saya sangat serius."
"Baiklah jika itu keinginan anda, saya akan menerima nya."
"Kalau begitu mari kita pergi ketempat latihan."
Iris mengajak Kufa pergi ketempat latihan, Accua dan Sieg pun mengikuti Kufa. Sang raja yang sedikit khawatir juga mengikuti Iris ditemani oleh sang perdana menteri dan 2 jendral nya.
Setelah beberapa saat berjalan mereka akhir ya sampai ketempat latihan.
"Tuan Kufa, saya tidak tau tipe serang seperti apa yang digunakan pelayan anda. Tapi sebelum ini dimulai saya akan memberitahu Anda kalau pelayan saya adalah tipe serangan jarak jauh."
__ADS_1
"Pelayan saya adalah tipe serangan jarak dekat tuan putri."
"Begitu ya, anda orang yang baik tuan. Namun itu bukanlah sesuatu yang bagus."
Menjadi orang yang baik kepada siapapun bukanlah sesuatu yang selalu bagus, hal itu bisa membuat seseorang menuju kematian lebih cepat. Hanya orang yang bandar benar kuat yang boleh melakukan hal itu.
Iris dan Kufa sama menarik pedang suci mereka, mereka sama sama mengeluarkan aura yang cukup besar. Selama beberapa saat Mereka hanya saling menatap dan mengeluarkan aura.
"Kalau begitu biar saya yang menyerang anda duluan tuan putri."
Kufa menjadi sangat tidak sabar dia pun langsung menyerang, Iris hanya tersenyum tipis melihat tindakan yang Kufa lakukan.
"Anda sangat tidak sabar tuan Kufa. Keluarlah Ares."
Iris mengeluarkan pelayan miliknya, itu pelayan ke 3 Ares. Ares Menggunakan sebuah panah untuk menyerang musuhnya, karena itulah Iris bilang kalau dia tipe serangan jarak jauh.
Ares langsung menggunakan panah miliknya untuk menyerang Kufa, sekali serang 5 anak panah dengan cepat langsung menuju kearah Kufa.
Petrius langsung keluar dan menghalangi anak panah milik Ares.
"Sebuah pedang? Begitu ya.
"Apa masih ada waktu bagi anda untuk berbicara tuan putri."
Kufa telah berada didepan Iris, tanpa ada niat untuk menahan kekuatannya Kufa menyerang Iris dengan kekuatan penuh. Sayangnya serangan Kufa dapat dengan mudah dapat ditahan oleh Iris.
"Sayang sekali masih kurang kuat."
Dengan sedikit angkuh Iris tersenyum kepada Kufa, Kufa merasa kesal dengan senyuman itu. Dia pun dengan cepat kembali menyerang Iris.
Pedang mereka saling beradu satu sama lain, gelombang kejut yang dihasilkan dari 2 pedang suci sangatlah besar. Permukaan tanah tempat latihan itu menjadi hancur sedikit demi sedikit.
__ADS_1
Kufa merasa kalau mereka terus beradu pedang maka ini akan menjadi sebuah pertarungan dengan tanpa akhir. Diapun segera mengambil jarak dari Iris dan kembali mengamati Iris.
"Dia dapat menahan nya dengan mudah, kalau begitu selanjutnya aku akan menambahkan manaku."
Kufa kembali mengambil ancang- ancang, dia mengalirkan mana miliknya kedalam pedang. Pada umumnya pedang suci sudah jauh lebih kuat dari pedang biasa bahkan tanpa dialiri mana. Namun setelah setelah pedang suci dialiri mana maka pedang akan menjadi lebih kuat dan lebih tajam dari sebelumnya.
Sekali lagi Kufa dan Iris kembali beradu pedang, namun berbeda dengan Kufa, Iris sama sekali tidak mengaliri mana miliknya kedalam pedangnya.
Meski tidak mengalirkan mana miliknya kedalam pedang, Iris merasa kalau serangan Kufa sama sekali bukanlah sebuah ancaman dan dia yakin bahwa kemenangan adalah miliknya.
"Anda terlalu buru buru tuan Kufa, anda tidak mengamati musuh anda dengan seksama."
Iris berbicara sambil terus menahan serangan pedang dari Kufa, sejauh ini Iris hanya bertahan tanpa menyerang Kufa sedikitpun.
"Diamlah, jangan terlalu banyak bicara."
Kufa menyerang Iris 2 kali lebih kuat dari yang sebelumnya, serangan itu membuat tangan Iris sedikit tergores dan mengerluakan darah.
Iris segera mundur dan mengambil jarak dari Kufa. Iris melihat luka goresan kecil yang ada ditangannya dan Iris tersenyum tipis.
"Cukup lumayan Tuan Kufa, anda dapat membuat saya mendapatkan sebuah luka goresan. Namun tidak ada selanjutnya."
Iris mengeluarkan aura yang lebih besar dari sebelumnya, dan juga tatapannya menjadi jauh lebih tajam. Namun dia masih belum mengalirkan mana miliknya kedalam pedang.
"Kali ini giliran saya yang menyerang anda."
Dengan cepat Iris langsung menyerang Kufa dengan sangat kuat, meski sedikit terlambat namun Kufa dapat menahan serangan itu.
Iris kembali menyerang Kufa, dan Kufa masih dapat menahan serang itu. Namun berbeda dengan serangan yang sebelumnya, begitu pedang miliknya ditahan Iris langsung menendang perut Kufa sekuat tenaganya.
Tendangan itu sama sekali tidak dapat diprediksi oleh Kufa, diapun terlempar hingga Kedinding ruang latihan yang berjarak 50 meter dari tempat Iris berdiri.
__ADS_1