Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Tidak Sesuai Rencana


__ADS_3

Raja naga merah melihat kearah Zen. Dia mengeluarakan raungan yang sangat kuat. Itu bukanlah hanyalah sebuah raungan biasa, namun itu juga sebuah raungan yang mengintimidasi.


Para prajurit manusia yang mendengar raungan itu satu persatu mulai pingsan. Mereka tidak dapat menahan rasa intimidasi kuat yang dikeluarkan oleh raja naga merah itu.


Namun raungan intimidasi itu tidak sedikitpun berpengaruh bagi Zen. Zen menatap tajam kearah raja naga merah itu, raja naga itu tidak menyukai tatapan yang Zen keluarakan. Raja naga itupun langsung menyerang Zen dengan cepat menyerang Zen menggunkan tubuh besarnya itu.


Ekor raja naga itu langsung menyerang Zen dari atas. Zen menahan serangan itu dengan tangan kosong. Raja naga itu terkejut begitu mengetahui kalau serangannnya ditahan dengan tangan kosong oleh Zen.


"Hmm, kurasa itu sudah cukup lumayan untuk seorang manusia."


"Sayang sekali, aku bukanlah seorang manusia."


Zen meningkatkan kekuatannya, Zen lalu meninju raja naga itu. Raja naga yang terkena pukulan itu menjadi sedikit terhempas.


Zen lalu mengeluarkan sayap miliknya dan terbang mendekati raja naga merah itu.


"Kau adalah seorang vampire?"


Raja naga itu langsung tau ras Zen begitu dia melihat sayap yang ada dipunggung Zen. Bagaimanapun ras naga, iblis dan vampire memiliki bentuk sayap yang berbeda beda. Jadi meskipun tubuh mereka dapat terlihat seperti tubuh manusia biasa, tapi mereka dapat dengan mudah dikenali begitu mereka memperlihatkan sayap mereka.


"Betul sekali."


Zen lalu mengangkat tangannya keatas langit dan sebuah lingkaran sihir berwarna ungu besar terbentuk.


Lingkaran sihir itu langsung mengeluarakan petir berwarna ungu dan mengarah kearah raja naga itu.


Sebuah ledakan besar tercipta, banyak debu yang berterbangan. Zen tidak dapat melihat sosok raja naga merah itu karena debu debu itu. Namun Zen sudah dapat melihat hasilnya.


"Tidak cukup ya?..."

__ADS_1


Sihir petir Zen itu tidak dapat melukai raja naga itu dengan parah. Sihir itu hanya dapat membuat beberapa luka kecil disekitar tubuh raja naga itu.


Untuk beberapa saat raja naga itu diam dibalik debu debu yang berterbangan. Zen tidak dapat melihat raja naga itu dengan jelas karena debu debu itu. Zen pun memutuskan untuk menunggu dan mengamati dari langit.


Begitu debu debu itu mulai menghilang, sebuah semburan api milik raja naga itu mengarah kearah Zen.


"Api biru?.."


Api itu memiliki warna biru, itu adalah api terpanas kedua setelah api hitam.


"Sial, sihir air ataupun es tidak akan dapat melawannya dengan keadaanku yang sekarang."


Jika Zen sekarang menggunakan sihir air ataupun sihir es itu tidak akan berguna. Dengan keadaan Zen yang sekarang, kedua sihir itu akan langsung lenyap begitu mengenai api itu.


Apabila Zen mencoba untuk menghindar sekarang, dia tidak akan sempat menghindari api itu secara sempurna. Zen memilih untuk mengambil tindakan dengan sedikit resiko.


Zen mengeluarkan pedang terkutuk yang dia ambil dari menara Ai. Pada pedang terkutuk itu terdapat elemen es, meskipun sihir miliknya tidak menahan api itu. Tapi sihir Es pedang terkutuk itu mungkin dapat mengurangi setengah api itu.


Dinding es yang Zen buat langsung menguap begitu api milik raja naga itu mengenainya. Dengan tidak adanya lagi pertahanan, Zen langsung terkena api itu.


Pada saat yang sama juga, lingkaran sihir milik Zen mengeluarkan banyak leser yang mengandung tujuh elemen. Leser leser itu menyerang secara acak, bahkan para manusia dan naga yang ada dalam jangkauan leser itu juga terkena serangan itu.


Zen yang terkena api milik raja naga itupun tidak lagi dapat terbang. Zen langsung terjatuh ketanah, tubuhnya dipenuhi luka yang cukup serius. Tanpa perintah dari Zen, La Taimi pun langsung keluar dan menyembuhkan luka Zen.


Semua luka langsung sembuh secara instan. Zen langsung berdiri dan kembali menyimpan pedang terkutuknya. Didepannya Zen dapat melihat leser dari sihirnya menyerang secara membabi buta.


"Dengan tubuh sebesar itu seharusnya dia mendapatkan luka yang cukup serius."


Menurut perhitungan Zen, raja naga merah seharusnya tidak dapat menghindari leser leser itu dengan tubuhnya yang besar. Namun hasilnya tidak seperti yang Zen perhitungkan.

__ADS_1


Dari tempat raja naga merah berada Zen dapat merasakan sesuatu mendekat dengan sangat cepat. Zen langsung bersiap untuk menerima serangan yang selanjutnya.


Dari tempat raja naga itu muncul seorang pria dengan tubuh seperti manusia dewasa.


"Tubuh humannoid? Sial, aku tidak memperhitungkan hal itu."


Pria itu mendekat kearah Zen dengan sangat cepat, dia mengarahkan sebuah pukulan kearah Zen. Zen mencoba untuk menahan pukulan itu, namun kekuatannya tidak cukup kuat. Sebagai hasilnya Zen terhempas cukup jauh.


Raja naga merah dengan tubuh humannoid itu kembali menyerang Zen dengan pukulannya. Zen pun mencoba untuk menahan pukulan itu. Namun sama seperti sebelumnya, Zen kembali terhempas.


Hal itu terus terjadi puluhan kali, raja naga merah terus memukul dan Zen terus menahan.


"Lima puluh."


Zen tidak menghitung jumlah pukulan raja naga merah, namun raja naga merah itu menghitung jumlah pukulannya. Pada pukulan yang kelima puluh, raja naga merah menambah kekuatan pukulannya.


Zen mencoba menahan pukulan itu, namun dia tidak dapat menahannya. Karena pukulan itu Zen terhempas lima kali lebih jauh dari yang sebelumnya.


Tubuh miliknya pun mendapatkan beberapa luka yang cukup parah, namun luka itu kembali sembuh karena kekuatan regenerasi milik Zen. Zen kembali berdiri begitu semua lukanya telah sembuh.


'Serangan tadi itu cukup berbahaya, dan juga... '


Zen melihat kedua tangannya, dia dapat melihat kalau kedua tangannya bergetar.


'Ini lebih cepat dari biasanya. '


Tidak hanya tangannya, namun beberapa bagian tubuh Zen yang lain juga bergetar. Zen juga merasa kalau pandangannya mulai gelap.


'Ini tidak sesuai dengan rencana. Akan berbahaya jika aku membiarkan pertarungan ini berjalan lama.'

__ADS_1


Zen melihat kearah raja naga merah berada, raja naga merah itu juga melihat kearah Zen. Raja naga itu kembali menuju kearah Zen dengan sangat cepat, raja naga itu juga mengepalkan tinjunya.


Kali ini Zen tidak mencoba untuk menahan pukulan itu, Zen meningkatkan kekuatan miliknya dan menuju kerah raja naga merah itu dengan cepat.


__ADS_2